Bab 428
Bab 428
“Apakah itu obat yang biasanya diminum Nenek?”
“Iya! Itu adh obat jantung yang slu dia minum.”
“n, cepat kirim dia ke rumah sakit.” Belinda sangat cemas hingga matanya memerah.
”
Tasya juga sangat khawatir. n membawa Hana yang tidak sadarkan diri dan berjn keluar
pintu, sedangkan Belinda dan Jono ikut bersamanya. Nando membantu Tasya berdiri dan
berkata, “Kamu bisa naik mobilku.”
Hana segera dikirim ke unit gawat darurat di rumah sakit swasta tempat Grup Prapanca
berinvestasi.
Di dm mobil, Nando juga cemas. “Kesehatan nenekku slu dm bahaya, bagaimana dia
bisa pingsan seperti itu? Apakah itu telu mengejutkan untuknya? Lalu, siapa orang bernama
Helen tadi?”
Seth Tasya bercerita tentang Helen dan n, Nando tercengang. Dia tidak pernah berpikir
bahwa hal seperti itu terjadi pada sepupunya lima tahun yanglu.
“Aku sudah menduga ada yang tidak beres dengan
N?velDrama.Org content rights.
|||
O
1/5
orang bernama Helen itu.” Nando membenci wanita. seperti itu pada pandangan pertama.
“Helen ingin menjadi Nyonya di Keluarga Prapanca.”
“Dia menjni operasi stik juga, bukan? Dia berusaha terlihat sepertimu.” Nando semakin tidak
menyukainya.
Tasya mengangguk. Setiap mendengar nama Helen, dia merasa seperti ada sebongkah batu yang
berat di hatinya.
Saat Tasya dan Nando tiba di rumah sakit, Hana sudah berada di unit gawat darurat sma lebih dari
sepuluh menit.
Tasya melihat n berdiri di koridor, ekspresinya tegang dan matanya dipenuhi kekhawatiran. Di
sampingnya, ada Belinda yang bersandar pada suaminya dengan tangan terkepal erat.
“Ayah, Ibu, apakah dokter mengatakan sesuatu?”
“Tidak, belum.” Jono menggelengkan kepnya.
Tasya berjn mendekati n. Dia ingin menghiburnya, tetapi dia tidak tahu harus berkata apa. Hana
tidak terlihat baik sekarang. Apa yang
|||
2/5
akan diakukan jika sesuatu terjadi pada Hana?
“Aku baik–baik saja,” kata n yang justru menghibur Tasya.
Tasya menepuk pundaknya dan menemaninya menunggu hasilnya.
Tiba–tiba, pintu terbuka, dan dokter muncul sambil bertanya, “Tuan Muda n, kami menemukan
detak jantung Nyonya Prapanca tidak biasa dan sepertinya dia sh minum obat. Apakah Anda yakin
dia th minum obat jantung yang ringan untuknya?”
“Bagaimana kondisi nenekku?”
“Kami baru saja membersihkan perutnya dan mencoba untuk menurunkan tekanan darahnya. Namun,
ini mungkin merupakan pengman yang sulit baginya.”
Mendengar itu, semua orang yang hadir merasa terpukul. Tasya bahkan melihat n mengepalkan
tangannya dengan erat. Tasya merasa kasihan – melihatnya.
“Kami akan mkukan yang terbaik agar dia bisa sadar kembali. Tuan Muda n, bisakah Anda
3/5
membawakanku obat yang biasanya dibawa png oleh Nyonya Prapanca? Saya mau
memeriksanya.”
n mengangguk. Ketika dokter menutup pintugi, n menelepon pyan dan memintanya untuk
mengantarkan obat.
“Ibu sudah tua, tapi dia masih harus menderita seperti ini. Kasihan sekali dia,” kata Belinda sambil
memegangi dadanya.
“Bahkan orang normal pun tidak bisa menanggung semua penderitaan ini. Apa ada yang sh dengan
obatnya?” Jono mengerutkan kening.
Tasyangsung terpikirkan seseorang. Helen muncul di kediaman Keluarga Prapanca hari ini,
dan dia adh wanita yang jahat dan licik. Mungkinkah dia terlibat dm hal ini?
Meskipun demikian, Tasya hanya menyimpan dugaan ini untuk dirinya sendiri. Lagi p, dia
tidak bisa mengatakan apa–apa tanpa bukti.
Seth lebih dari dua jam di unit gawat darurat, Hana dipindahkan ke ruang perawatan. Dm
setengah hari, dia tampak lebih tua beberapa tahun dan terlihat jauh lebih lemah.
|||
O
<
4/5
Saat itu, pyan tiba dengan membawa obat dan segera menyerahkannya ke dokter untuk
diperiksa.
Tasya melihat jam dan ternyata sudah hampir jam 4 sore. Dia menelepon ayahnya dan
memintanya untuk membawa putranya kembali ke rumahnya dan bermm di sana. Dia akan
segera png seth Hana bangun.
Frans menyuruhnya untuk tidak khawatir. Tasya bisa menunggu sma yang dia inginkan di
rumah sakit sampai Hana sadar kembali.
Sementara itu, n berada di ruang dokter dan melihat dokter mempjari setiap botol obat.
Dia ingin tahu san utama neneknya pingsan.
Tepat ketika dokter menuangkan sebotol pil, dia melihat bentuk dan ukuran pil di atas kertas
dan bisa segera menemukan mashnya.
“Ini bukan obat jantung. Apa ada sesuatu yang terjadi?
Previous Chapter
Next Chapter