Bab 405
Ruang Untukmu
Bab 405
Satu–satunya cara untuk menghindari kecurigaan n adh dengan meminta Lukas menyerahkan
anggur itu kepadanya. nna duduk di ujungin ruangan, namun tatapannya tertuju pada n dan
segs anggur di tangan pria itu. Dia harus memasukan bahwa n menghabiskan seluruhnya
hingga tetes terakhir.
Dia th membubuhi anggur itu dengan dosis obat bius yang kuat, yang dibuat khusus untuk
menyebabkan seseorang tak sadarkan diri sementara, hanya untuk membuat mereka bangun saat
efek obat mencapai puncaknya.
Wanita yang th diperintahkan nna untuk mendekati Tasya kini sedang beraksi. Dia menyapa
Tasya seth berjn ke arahnya dan berkata dengan sopan, “Nona Tasya, Saya dengar
dengar Anda adh seorang desainer perhiasan di Jewelia. Apa saya bisa meminta waktu Anda
sebentar?”
Tasya menatap wanita yang berpakaian elegan itu dan mengangguk, tidak ingin membuatnya kecewa.
Wanita itu membawanya ke tepi ruangan, jauh dari n dan Lukas. Kemudian, dia menjskan sambil
tersenyum, “Saya menyukai desain yang Anda buat, dan saya ingin memiliki
satu set perhiasan yang dibuat khusus. Apa Anda bisa menjadwalkan janji temu untuk saya agar kita
bisa membahas detailnya?”
“Maaf, saya tidakgi bekerja di Jewelia, tetapi saya dapat merekomendasikan seseorang yang
pekerjaannya jauh lebih baik daripada saya jika Anda mau,” Tasya menawarkan. Tentu saja dia akan
senang membantu memberikan bisnis untuk Jewelia, dan meskipun dia th meninggalkan studio
tersebut, dia masih mendukung pekerjaan Felly.
Saat ini, di a perjamuan, n th mengambil segs anggur yang ditawarkan Lukas kepadanya.
Seth membuat beberapa pernyataan sentimental, Lukas berkata kepada pria yang lebih muda itu,
“Ini untuk keberhasn menyelenggarakan acara ini.” Dia membuat gerakan bersng dan
menambahkan, “Smat minum, n.”
Sebagai orang yang lebih muda, n menghabiskan anggur itu hanya sebagai bentuk sopan santun.
Dia menengadahkan kepnya dan meneguk anggur itu hingga tetes terakhir,lu menurunkan
kepnya kembali untuk melihat bahwa Lukas th menghabiskan minumannya
sendiri.
Kedua pria itu memegang gs kosong mereka saat Lukas mnjutkan dengan berkata, “Ada sesuatu
yang ingin aku diskusikan denganmu, n. Bagaimana ku kita pergi ke ruang dudukntai dua?”
Melink ke arah Tasya dan melihat bahwa wanita itu tengah berbicara dengan seorang wanita, n
berbalik untuk mengikuti Lukas menaiki tangga
Sementara itu, nna sangat senang melihat n menghabiskan anggunya sehingga jantungnya
berdebar kencang di dadanya. Akhimya rencananya akan berhasil; dia unggal sngkahgi untuk
menjadikan n miliknya mm ini.
Dia sangat menanukan performa n nanti. Sementara n pada awalnya akan pingsan karena
minuman itu, efek yang mengikuunya adh sesuatu yang dinanti–nanukan. Dia merasa yakin
bahwa pria itu akan memuaskannya dengan semua cara yang dia impikan.
Memikirkan hal itu saja sudah menyebabkan getaran kenikmatan di tng punggungnya saat dia
mengeluarkan ponselnya dan memerintahkan orang di ujungin panggn, “Kamu bisa menyingkirkan
wanita itu sckarang.”
Tasya masih berbicara tentang perhiasan dengan wanita tadi ketika dua penjaga keamanan tiba tiba
berjn menghampirinya dan berkata, “Maaf, nona, tetapi kami mendapati bahwa Anda tidak ada
dm daftar tamu. Saya khawatir kami harus meminta Anda untuk pergi.”
“Saya minta maaf. Saya datang ke sini bersama Tuan Muda n pada menit terakhir, ith sebabnya
nama saya tidak berada dm daftar tamu,” js Tasya.
Interupsi itu memberi kesempatan bagi wanita tadi untuk menyelinap pergi, dan Tasya ditinggalkan
sendirian untuk berurusan dengan para penjaga. Mereka bersikeras, “Ku begitu, bisakah Anda ikut
dengan kami untuk keperluan verifikasi?”
Seth mendengar ini, Tasya melihat sekeliling a untuk mencari sosok n yang familier. Dia tidak
ingin mengikuti dua penjaga aneh ini keluar dari a, dan ketika dia tidak dapat menemukan n, dia
berkata dengan keras kep, “Saya akan menemukan seseorang yang dapat memverifikasi kehadiran
saya sebagai pendamping Tuan Muda n.”
“Nona, kami punya san untuk percaya bahwa Anda berada di sini dengan motif tersembunyi yang
mencurigakan. Harap ikuti kami,” perintah sh satu penjaga keamanan sambil mengulurkan tangan
untuk meraih pergngan tangan Tasya.
Saat itu, Tasya mendongak pada waktu yang tepat untuk melihat ekspresi senang pada tatapan nna
dari seberang ruangan. Saat ith dia menyadari kedua penjaga ini bertindak berdasarkan
perintahnya. Mengusirku, jadi begitu, pikir Tasya. Lagip dia tidak punya san untuk tetap tinggal di
sini, namun dia tidak ingin memberikan rasa puas pada nna.
Namun, pada saat itu, dia melihat nna berbalik untuk menaiki tangga kentai dua.
Tasya dengan cepat menepis tangan penjaga keamanan itu dari pergngan tangannya dan membaur
dengan kerumunan tamu. Kemudian, dia berjn menuju restoran prasmanan dari sisiin a.
Property belongs to N?vel(D)r/ama.Org.
Dia hendak mencari n, namun dia th satu kali mengelilingi tempat itu dan tidak menemukannya
di mana pun.
Di ruang duduk dintai dua, n sedang mendengarkan apa yang Lukas katakan ketika dia tiba tiba
merasa seakan–akan darahnya mengalir deras ke kepnya. Dia mengedipkan mata dengan kuat–
kuat, namun ketika itu tidak berhasil mengurangi rasa pusingnya, dia melirik Lukas dan berkata, “Pak
Lukas, kepku pusing.”
“Kenapa kamu tidak beristirahat, n? Sini, kamu bisa beristirahat di sini dan kembali ke pesta nanti,”
Tawar Lukas sambil membantu pria yang lebih muda itu. Saat kesadaran n pehan masuk ke
dm kegpan, dia berbaring di sofa dan tertidur dm hitungan detik.
Takma seth itu, nna mendorong pintu terbuka dan berjn memasuki ruang duduk. Dia
menatap sosok n yang tak sadarkan diri, dan seringai licik namun gembira tersungging di bibirnya.
“Akhirnya, dia milikku.”
Lukas memelototinya dengan jijik. “Bawa dia kentai atas. Kamu akhirnya mendapatkan apa yang
Kamu minta.”
nna tersenyum saat dia berkata dengan santai, “Turun dan hibur tamu–tamumu. Aku tidak ingin
seorang pun dari mereka yang menggangguku mm ini.“
Previous Chapter
Next Chapter