Bab 391
Ruang Untukmu
Bab 391
Ketika baru saja keluar dari toilet, Felly mendengar suara gaduh. Dia bertanya sambil mengernyit,
“Siapa kalian?”
“Aku Gandi Wildan, direktur Safira Permata Cahaya. Kami menduga karyawan Anda th mencuri
karya sh satu desainer kami. Kami berhak untuk meminta pertanggung-jawaban secara hukum,”
lakiki itu berkata dengan penuh percaya diri seh memang benar terjadi, dan bahkan mengerikan.
Tidak diragukangi mereka hanya membuat kegaduhan karena hal seperti ini sebenarnya normal
terjadi di kngan perusahaan yang bersaing. Mendengarnya, Felly mencibir dan bertanya, “Mana
bukunya? Jangan memfitnah karyawan kami tanpa san, atau kami akan menggugatmu balik karena
sudah mencemarkan nama baik.”
“Tentu saja kami memiliki bukti, atau menurutmu mengapa kami berani datang ke sini? Kalian memiliki
perancang yang bernama Tasya Merian, yang bekerja di bawah perusahaanmu, bukan? Dia th
mendaftarkan sketsa untuk acara pameran perhiasan musim semi tahun depan, bukan? Nyatanya, dia
sudah mencuri mahakarya milik karyawan kami dan mengim sebagai karyanya. Oleh karena itu
kami berhak meminta pertanggung-jawaban secara hukum darinya. Jadi, tolong panggilkan dia ke sini
sekarang.”
Felly hanya bisa terperanjat mendengarnya. Siapa yang menyangka Tasya akan terjebak dm kasus
penjikan? Bagaimana ini bisa terjadi?
“Dia sedang cuti sekarang. Aku bisa mengatasinya.”
“Oh, kami tidak hanya meminta pertanggung-jawaban darinya. Kami juga akan menuntut Jewelia
dengan san sh manajemen,” Gandi memberitahu dengan sikap arogan.
Jsnya, mereka tidak akan berhenti sampai bisa bertemu dengannya.
“Baih, aku akan menghubungi perancang kami dan memintanya untuk datang dan mengrifikasi
mash ini.” Seth itu Felly pergi ke ruang kerjanya dan menelepon Tasya.
Tasya kebetn sedang berada di Perusahaan Konstruksi Merian saat itu. Setumpukporan yang
sedang dibacanya membuatnya sakit kep, danngsung mereda seth mendengar nada dering
ponselnya. “Hei, Felly.”
“Seorang direktur dari sebuah toko perhiasaan datang dan menuduhmu sudah menjik karya
perancang mereka, Tasya: Apakah kamu bisa datang dan menangani mash ini?”
“Apa? Menjik? Aku?” Kabar itu th membuat Tasya terhenyak karena tidak mungkin sama sekali
dia mkukan hal semacam itu!
“Iya, bahkan mereka mengim bahwa karya yang kamu curi itu adh yang kamu serahkan untuk
acara pameran perhiasan.”
“Tidak mungkin! Itu adh rancanganku sendiri, inspirasiku.” Tasya menjawab.
“Aku percaya kamu. Tetapi, mereka tidak mau pergi sampai kamu datang dan menjskannya sendiri.
Bisakah kamu cepat datang ke sini?”
“Tentu saja. Tidakmagi aku akan tiba di sana.”
Dengan begitu, Tasya segera meluncur ke Jewelia.
Kembali ke Jewelia, para penggosip mi berkerumun. Alisa yang berada di antara mereka mencuri
dengar bisik-bisik mengenai kasus ini. Sin itu, dia begitu senang ketika kebanyakan dari mereka
terbukti mengejek Tasya.
“Astaga! Mereka bahkan membayar untuk dapat tampil di hman populer.”
Seth itu, seseorang membacakan sebuah judul berita, yang mengatakan, “Seorang desainer
sebuah toko perhasian terkenal tanpa malu-malu mencuri karya orangin karena kehabisan ide.
Diperlukan pembuktian lebihnjut.”
“Tasya Merian, perancang perhiasan Jewelia bersh karena th menjik.”
el
Alisa tersenyum mendengar semua bisik-bisik itu. Rupanya Safira benar-benar ingin menghancurkan
semuanya! Apakah Tasya masih punya nyali untuk bertahan di industri ini?
Kemudian, Felly mengantar utusan dari Safira untuk menunggu di ruang rapat. Seth keluar, dia
menimbang untuk menelepon n, tetapi akhirnya memutuskan untuk menunggu sampai Tasya tiba
sebelum mkukannya.
Bagaimanapun juga, ini adh mash yang sangat memalukan bagi Tasya.
Saat dia bergegas masuk ke dm lobi, staf resepsionis menatapnya dengan ekspresi merendahkan.
Itu berarti, semua orang di Jewelia th mendengar kasusnya.
Saat Tasya muncul di ruang, seketika gosip itu berhenti, menyisakan sorotan mata mengejek padanya.
“Sini, Tasya,” Felly memanggilnya.
Untuk itu, Tasya masuk ke dm ruang kerja Felly. Begitu pintu tertutup, Felly menatapnya serius.
“Tasya, mereka benar-benar menanggapi serius person ini dan terlihat js berencana
menghancurkan reputasi Jewelia.”
Tentu saja, Tasya bisa mengerti kekhawatiran Felly. Lalu, dia mengangkat tangannya dan bersumpah,
“Aku bersumpah tidak pernah mencuri karya siapapun.”
“Baik, aku percaya padamu. Aku juga belum memberitahu Pak n mengenai hal ini. Kamu yang
memutuskan aph aku perlu memberitahunya.”
“Aku ingin bertemu dengan orang-orang itu.” Tasya yang merasa kesal ingin meluruskan mashnya
terlebih dahulu. Bagaimana mereka begitu berani menuduhnya menjik tanpa san yang js.
Previous Chapter
Next ChapterProperty belongs to N?vel(D)r/ama.Org.