Bab 367
Ruang Untukmu
Bab 367
Keesokan harinya, ‘Tasya mengajukan cuti pada Felly untuk menemani anaknya. Keuka Felly tahu
ku Tasya cuti sma tiga bn, dia terkejut.
“Apa kamu sudah memberi tahu Pak n soal ini?” Entah kenapa, Felly merasa bukan dia yang
berhak mengizinkan Tasya cuti.
“Kamu bisa berbicara dengannya. Tapi ku dia tidak setuju, aku akan mengundurkan diri.”
“Baih. Aku akan tanya Pak n,” Jawab Felly.
Sepuluh menit kemudian, Felly menghubunginyagi. “Pak n mengizinkanmu cuti dan akan
memberikan bayaran cuti sma tiga bn. Aduh, aku pasti akan merindukanmu.”
“Terima kasih.” Ujar Tasya. Dia juga pasti akan merindukan Felly.
“Kita tetap bertukar kabar ya!”
“Tentu saja. Terima kasih karena sudah menjagaku sma ini, Felly,” Ujar Tasya berterima kasih.
“Jangan bng begitu. Aku tahu san kenapa Pak n mengambil alih Grup Mahkota Ratu bukan
karena dia melihat kita punya potensi. Tapi dia mkukannya demi kamu. Tanpa kamu, Jewelia tidak
akan seperti sekarang.” Ujar Felly yang sadar dengan apa yang terjadi.
Hati Tasya berdesir mendengarnya,lu dia bertanya pada Felly, “Apa kamu tahu siapa yang
bernegosiasi dengan klien ketika aku pergi kemarin?”
Itu karena sepertinya penculiknya tahu ku Tasya akan kesana dan sepertinya Tasya masuk
perangkapnya.
Felly tidak tahu tentang insiden penculikan itu, jadi dia pangsung menjawab, “nna yang
bernegosiasi dengan klien. Sebenarnya dia yang harus kesana dan bertemu mereka, tapi klien sendiri
yang minta untuk bertemu denganmu. Jadi aku memintamu kesana.”
nna?
Apakah dia terlibat dm kasus penculikan itu? Tasya mengerutkan keningnya dan merenung.
Dia tidak bisa mendapat jawaban apakah nna memang terlibat dengan Rully atau dengan klien, tapi
kenapa awalnya klien yang meminta nnalu ganti dan
meminta dirinya yang datang?
“Terima kasih, Felly. Kapan–kapan ayo kita bertemugi.”
“Baih!” Ujar Felly sambil tersenyum.
N?velD(ram)a.?rg owns this content.
Seth menutup teleponnya, Tasya melihat jam. Sudah waktunya menyiapkan makan siang untuk
Jodi.
Tapi, tidak ada makanan di kulkas. Dia pun berkata pada Jodi. “Jodi, ayo bnja bahan makanan
dengan Mama.”
“Ayo!” Seru Jodi dengan senang.
Seth itu, Tasya mengambil mantel dan memakaikannya pada Jodi. Cuaca diluar sangat dingin, 10
derajat celsius, jadi dia harus pastikan ku Jodi tidak akan kena flu.
Seth turun kebawah, Tasya melihat para pengawal yang sebelumnya masih berdiri di tempat yang
sama. Ketika dia pergi, mereka mengikuti Tasya dari bkang.
Tasya membiarkan mereka ikut saat dia dan Jodi masuk ke toko untuk membeli bahan makanan.
Saat Tasya sedang memilih sayuran, dia mendengar seruan Jodi. “Om n!”
Tasya pun mengangkat kepnya dan melihat n yang sedang memakai mantel hitam berjn ke
arahnya di tengah kerumunan pengunjung toko. Sosoknya yang tinggi terlihat menawan. Dia
berjongkok dan mengangkat Jodi yang sedang beri ke arahnya.
Pikiran Tasya mendadak kalut. Dia sudah memikirkan baik–baik sma dua hari dan memutuskan
untuk tidak bertemu dengan ngi.
Saat itu, entah kenapa kedatangan n mengacaukan rencananya.
“Mama, belh sayur yang banyak! Om n akan ikut makan siang!” Seru Jodi.
Tasya merasa tenggorokannya tercekat, tapi dia dengan cepat berkata, “Om n sibuk. Dia tidak bisa
ikut makan siang.”
“Om n, apa Om tidak bisa ikut makan siang?” Tanya Jodi pada n.
n menatap Tasya yang sedang memilih sayur dan bertanya, “Apa kamu akan memasak untukku?”
“Tidak!” Ujar Tasya tanpa menatap n. Dia sedang memegang dua bungkus sayur seh sedang
memhnya, padahal sebenarnya dia tidak bisa fokus.
Pikirannya teralihkan dari sayur–sayur itu.
Tapi, jawaban Tasya yang cuek itu membuat n kecewa. Dia pun berkata pada Jodi dengan wajah
murung, “Mama mu benar. Om sibuk, jadi Om tidak bisa makan siang denganmu.”
“Tapi aku mau Om ikut!” Ujar Jodi cemberut.
“Aku juga sangat ingin ikut!” Ujar n sambil tersenyum kecut. Sayangnya, ada seseorang yang tidak
menginginkan kehadiran n.
Saat itu, mata n memerah, jadi dia pindah ke tempat sayurin untuk memilih sayurinnya. Di saat
yang bersamaan, Tasya mengalihkan pandangan, berharap air matanya tidak mengalir.
n bisa merasakan ku Tasya seperti akan menangis, jadi dia berbicara pehan pada Tasya dari
bkang, “Aku akan mengantar Jodi png.”
Tasya tidak menjawab. Ketika dia berbalik, dia melihat sosok n yang tinggi sedang menggendong
jodi keluar.
Previous Chapter
Next Chapter