Bab 365
Ruang Untukmu
Bab 365
Berbeda dengan harapan n, Tasya hanya inemegang lengannya untuk menopang tubuhnya
meskipun si wanita terlihat pucat. Saat itu, n sangat ingin memeluknya. Namun, dia mwdur secara
naluriah, jadi dia menarik lengannya di udara.
N?velD(ram)a.?rg owns this content.
“Aku akan mengirimmu png terlebih dahulu dan membiarkan anak buahku menangani sisanya di
sini,” kata n dengan suara berat.
“Biarkan Roy mengirimku png! Kamu harus tetap berada di sini dan menangkap Rully.”
Seth mengatakan itu, wanita itu menutup pintu. Mlui jend mobil, si wanita terlihat dingin dan
jauh. Ketika dia melihatnya, n bisa merasakan jantungnya berdenyut kesakitan. Kenapa dia merasa
seh–h dirinya berada berkilo–kilo jauhnya dari Tasya meskipun mereka tidak bertemu hanya
sma sehari? Apa yang Rully katakan kepada wnaita itu?
Seth itu, n menginstruksikan Roy untuk mengirim Tasya kembali ke rumah tatk dirinya tetap
berada di sana untuk menyelesaikan semuanya di sini. Di sisiin, Rully tidak pernah menyangka
kasus penculikan sederhana ini akan menyebabkan begitu banyak mash baginya. Semua
bawahannya sudah terjatuh dan dia ditindih ke tanha bak seorang prajurit kh yang menyerah di
hadapan keponakannya. n menyerupai seorang raja muda di atas takhta, menatap pria di
bawahnya dengan jijik.
“Lepaskan aku, n! Aku pamanmu! Aku seniormu!” Rully mendengus, berniat menggunakan
hubungannya dengan n untuk kabur.
“Apa yang Paman katakan kepada Tasya? Apa Paman pkunya yang membunuh ibunya dan
menculikku saat itu?” teriak n,
Rully mencibir menanggapi sambil berkata, “Temukan buktinya dan tuntut aku ku kamu bisa! Aku
tidak akan mengakui apa pun.”
Mata n menggp karenanya.
“Ku begitu, bersiah untuk membusuk di penjara!”
Dari kelihatannya, Rully bisa divonis beberapa tahun penjara karena penculikan Tasya. Namun, Rully
tidak panik saat ditahan di dm mobil. Sekalipun dia pergi ke penjara, dia tidak perlu takut karena dia
memiliki satu rahasiagi. Putri angkatnya, nna, pasti akan mhirkan putranya. Cepat atau
lambat, seluruh Perusahaan Prapanca akan jatuh ke tangannya.
Di tengah perjnan, Tasya mencoba menelepon Maya. Untungnya, Maya mengangkat teleponnya
dan memberi tahu Tasya ku dia ditemukan dibuang ke
sclokan di pinggir jn dan dikirim ke rumah sakit untuk perawatan. Syukuh, dia sudah terbangun
sekarang.
“Svukuh, kamu baik–baik saja, Tasya.”
Maya sangat terkejut sampai–sampai hampir menangis. Wanita itu juga sudah menelepon polisi.
Sementara itu, Tasya bersyukur atas apa yang sudah Mayakukan dan mengatakan kepadanya ku
dia akan berbicara dengannya secara mendetail begitu dia kembali.
Saat duduk di kursi bkang, pikiran Tasya dipenuhi kata–kata Rully. Dia merasa bersh. Apa dia
akan menyhkan Keluarga Prapanca atas kematian ibunya saat itu? Saat itu, Nyonya Prapanca
sempat menelepon walikota dan menekan polisi. Oleh karena itu, polisi memerintahkan ibunya untuk
menymatkan nyawa di tempat kejadian. Apa ibunya terpaksa menymatkan n atau dia
mkukannya dengan sukar?
Entah karena apa, ibunya mengorbankan nyawanya dengan imbn berupa kesempatan bagi n
untuk hidup. Namun, Tasya sebagai putri ibunya mh punya perasaan kepada n. Hal itu
membuatnya semakin tertekan. Begitu Roy mengantarnya ke rumahnya, pria itu mengingatkan,
“Smat istirahat, Nona Tasya.”
“Terima kasih, Roy.”
Seth mengucapkan terima kasih, Tasya masuk ke dm rumah dan menutup pintu. Roy masih
belum pergi seth itu karena dia harus melindungi Tasya sampai n datang. Di kantor polisi, Rully
ditangkap karena penculikan tatk para pengawal n menyerahkan semua bukti video sehingga dia
tidak bisa lepas dari hukuman.
Di saat yang sama, n juga mengajukan penyelidikan ng atas kasus penculikannya saat itu
dengan Rully sebagai tersangka utama. Dia juga menyerukan penyelidikanin atas kasus Amalia,
polisi wanita yang meninggal di tahun yang sama. Untungnya, polisi sangat mementingkan mash
ini.
Seth keluar dari kantor polisi, nngsung bergegas menuju kawasan perumahan Tasya. Pria itu
menelepon Nando, menceritakan apa yang terjadi hari ini, dan memerintahkannya untuk melindungi
Jodi dengan baik. Nando yang menerima teleponnya terkejut dengan inofrmasi itu. Dengan begitu, dia
buru–buru mengirim seseorang ke taman kanak–kanak untuk menjemput Jodi. Dia akan membiarkan
Jodi tinggal bersamanya, jadi dia bisa merawat anak itu sma beberapa hari ke depan.
AG
Saat dia duduk di sofa, Tasya bisa merasakan ku ketakutan seth diculik sudah menghng.
Namun, dia merasakan emosi yang ruwet. Dia mencoba berada di posisi Nyonya Prapanca. Ku
cucu satu–satunya diculik saat itu, dia juga akan r mkukan apa pun demi menyamtkan sang
cucu entah seg apa.
Previous Chapter
Next Chapter