Bab 321
Ruang Untukmu
Bab 321
Tasya membuka lemarinya, dan di sebh pakaian formal ada deretan gaun. Dia jarang mengenakan
gaun, tetapi beberapa gaun yang dia miliki pasti mampu mencuri perhatian.
Pada akhirnya, Tasya memilih gaun polkadot berwarna abu-abu lengan panjang dan yang ketat
dengan lingkar pinggang yang pas dan ujung rumbai yang bagus menonjolkan postur tubuhnya yang
indah.
Sejak memiliki seorang putra, Tasya sudahma tidak berpakaian seperti ini karena pakaian sehari-
harinya sebagian besar adh kaos dana jin.
Sekitar pukul 18.00, seluruh staf dari Departemen Desain th tiba dan semuanya berpakaian rapi.
Para wanita berlomba-lomba untuk menjadi pusat perhatian untuk memamerkan kecantikan mereka,
tidak terkecuali Alisa. Meskipun nna yang akan menjadi pusat perhatian di pesta itu, mereka
mungkin juga memiliki kesempatan untuk dilihat oleh n.
Pakaian kantor sehari-hari bukangi medan perang mereka. Sebaliknya, mm ini adh waktu
yang tepat untuk menampilkan sisiin dari diri mereka.
nna adh orang yang pertama tiba dan penampnnya sangat menarik perhatian. Setiap orang
yang mengenal mode internasional pasti tahu bahwa gaun mutiara berpayet yang dipakai oleh nna
adh model terbaru acara Chanel. Sin itu, orang-orang juga memperhatikan jam tangan bermerek
dan kalung yang dikenakannya. Tidak diragukangi bahwa nna menjadi pusat perhatian.
“nna, jam tanganmu menakjubkan. Pasti sangat mahal.” Seseorang mencoba menyanjung nna.
“Tidak juga,” jawab nna dengan senyum lembut saat dia duduk di kursinya dan mempersiapkan
kursi di sebhnya untuk n.
Setiap orang yang mengetahui harganya, seperti Alisa, tidak perlu bertanyagi karena jam tangan ini
merupakan edisi terbatas, hanya tersedia beberapa saja di dm negeri.
Js bahwa nna berasal daritar bkang keluarga kaya, dan tujuannya masuk ke perusahaan
bukan untuk bersaing dengannya, tetapi untuk mendapatkan suami kaya seperti n.
“Apakah kalian tidak tahu? Jam tangan ini edisi terbatas dan tidak tersedia untuk umum,” kata Alisa,
bermaksud untuk mendapatkan kesan yang baik di depan nna.
nna tidak mengatakan apa-apa sin tersenyum saat Alisa memujinya. Rully th
membesarkannya dengan kemewahan, jadi semua makanan yang nna makan dan pakaian yang
dia pakai harus yang terbaik.
Maka dari itu untuk membs budi kepada ayah baptisnya, nna harus menghkan Grup
Prapanca dengan cara menikahi n.
Pada saat ini, Tasya juga th tiba di pintu masuk dan perhatian semua orang tertuju padanya. Ketika
Tasya melihat Felly mmbai padanya, dia segera berjn ke arah Felly dan duduk di sebhnya.
Kebetn sekali; Kursi Tasya berseberangan dengan nna.
“Hai, Tasya. Kamu akhirnya sampai juga,” sapa nna dengan sopan.
“Maaf saya tembat,” Tasya meminta maaf kepada semua orang di ruangan itu. Di bawah cahaya
lampu, Tasya membi rambutnya yang ada di dadanya dan gerakan itu memancarkan aura yang
memikat.Copyright by N?v/elDrama.Org.
Bahkan jika Tasya tampak menyedihkan seth ditinggalkan oleh n, tidak diragukangi bahwa
Tasya bisa menikah karena wajahnya yang cantik.
Semua orang sudah terbiasa dengan cara Tasya berpakaian di tempat kerja, jadi mereka tidak pernah
menyangka jika Tasya akan sangat cantik dan mempesona seth dia berdandan.
Pada saat itu, jantung nna berdetak kencang saat kehadiran Tasya membuatnya merasa terancam.
Kehadiran Tasya kemungkinan besar akan merusak rencana nna.
“Permisi. Aku akan kembali sebentargi,” kata Tasya kepada Felly dan berjn menuju kamar kecil.
Melihat itu, ekspresi nna berubah. Kemudian, nna bangkit berdiri dan menuju ke kamar kecil
juga.
Tasya sedikit terkejut ketika dia melihat nna ada di cermin saat dia sedang mencuci tangannya di
kamar kecil.”
nna mengangkat kepnya dan menyisir rambut panjangnya dengan jari-jarinya untuk
memperlihatkan pergngan tangannya yang ramping dengan jam tangan bermereknya. Kemudian,
dia berkata, “Tasya, demi kebaikan, kurasa kamu lebih baik meninggalkan pesta ini.”
Saat itu, Tasya yang sedang mencuci tangan diam terpaku. Dia mengangkat kepnya untuk melirik
nna dari cermin dan mata mereka saling menatap satu samain.
Pada saat itu, Tasya bisa merasakan permusuhan dari ekspresi nna.
“Nona nna, apa maksud Anda?” Tasya bertanya sambil menyipitkan matanya.
nna menyngkan tangannya dan berbalik menghadap Tasya. Tatapannya terlihat mengintimidasi.
“Apakah kamu tidak mengerti apa yang aku katakan? Mm ini, akan ada banyak interaksi mesra
antara aku dan Pak n. Aku khawatir kamu tidak bisa mengatasinya,” kata nna membual.
Previous Chapter
Next Chapter