Bab 317
Ruang Untukmu
Bab 317
Apgi, semua hal ini adh yang akan nkukan pada nna juga. Mungkin n juga
membawanya ke v!
N?velD(ram)a.?rg owns this content.
n tidak mendapat manfaat darinya sedangkan nna js mengagumi dan merayunya. Akankah
mereka berdua secara emosional dan fisik tertarik satu samain?
Tasya kemudian menutup matanya mencoba menenangkan pikirannya. Memiliki imajinasi yang sangan
js bukah hal yang baik karena dm pikiran Tasya dia memiliki seg macam hal yang akan
dkukan n dan nna.
Dan dm benaknya, n seperti serig liar, tidak pernah puas dengan apa yang diinginkannya
Tasya tidak tahu berapama sebelum dia akhirnya bisa tertidur karena kelhan. Namun, bahkan
dm mimpinya, Tasya mclihat n dan nna berperku akrab di setiap lokasi yang dia pikirkan:
kantor, vnya, atau di hotel.
Namun, Tasya tidak tahu bahwa alisnya berkerut sepanjang mimpinya.
Akhirnya, rm berbunyi dan Tasya segera membuka matanya. Mimpinya seperti nyata dan hal
terakhir yang dia mimpikan adh menerima undangan pernikahan mereka.
Saat Tasya memegangi wajahnya, Tasya sangat marah. Mengapa n menjadi mimpi buruk yang
tidak bisa dia singkirkan?
Seth membuat secangkir kopi untuk dirinya sendiri, Tasya segera mengantar Jodi ke sekh
sebelum bergegas ke perusahaannya.
“Nona nna menerima bungagi! Dan kali ini karangan bunga yang besar!”
“Pasti dari Pak n.”
“Tidak diragukangi. Sin dia, siapa yang dermawan seperti itu?”
Kedua asisten yang sedang mengobrol jahu bahwa Tasya ada di dekatnya dan mereka menaikkan
volume suara mereka. “Nona nna sangat bahagia sekarang! Siapa yang tahu bahwa Tasya
mungkin akan menjadi bos kita di masa depan?”
“Ya, dia pasti akan menjadi seorang bos.”
Kantor nna memang memiliki karangan bunga, tapi nna satu-satunya yang tahu bahwa bunga
itu bukan dari n. Sebaliknya, itu dari Rully. Semua orang mengira bahwa karangan bunga itu dari
n dan nna udak ingin mengrifikasinya karena rumor kadang-kadang bisa menjadi kenyataan
ketika menyebar cukup luas.
Ketika Tasya tiba di ruang kantornya, dia meletakkan tasnya dan memanggil Maya. “Tolong buatkan
aku secangkir kopi.”
Tasya kemudian menykan komputernya dan bertekad untuk menyelesaikan pekerjaannya. Dia tidak
bisa membiarkan hubungan n dan nna mengganggunyagi.
Pukul 10.00, telepon kantornya berdering. “Halo, siapa?”
“Datanh ke ruang kantorku.” Suara yang memesona terdengar dari ujung telepon. Siapagi ku
bukan n?
Namun, Tasya tidak ingin melihatnya. “Kita bisa bicara lewat telepon saja, Pak n.”
“Ini tentang pekerjaan.” n segera menutup panggn.
Tasya berdiri dan pergi ke ruang kantornya sambil menggigit bibir bawahnya, mengingat bahwa Eian
masih bosnya.
n berdiri di depan jend di ruang kantor presdir. Dia mengenakan setn jas hitam dengan
kemeja hitam hari ini. Setn yang dirancang dengan baik menonjolkan lingkar pinggang dan bahu
lebarnya yang menawan, yang membuatnya tampak modis.
Melihat itu, Tasya tidak punya pilihan sin mengakui bahwa hari ini n terlihat paling tampan dm
setn jas yang pernah dia lihat.
“Mengapa Anda mencari saya, Pak n?” Tasya bertanya dengan lugas.
Mata tajam n memperhatikan bahwa Tasya tampak pucat hari ini dan lingkaran hitam di bawah
matanya sepertinya menunjukkan bahwa dia kurang tidur. Apakah karena aku? n bertanya-tanya.
Pada saat itu, hatinya terasa sakit.
“Kamu tidak mengirimkan sketsa apa pun bn ini. Mengapa? Apakah kamu tidak ingin bekerja?” n
memang mengatakan dia ingin berbicara tentang pekerjaan.
Wajah Tasya menjadi lebih pucat ketika dia mendengarnya dan Tasya menjskan, “Saya mengambil
beberapa proyek ks atas. Oleh karena itu, saya tidak telu fokus pada pnggan tetap.”
“Begitukah?” Tepat seth n menyelesaikan kata-katanya, seseorang mengetuk pintu. “Masuk,”
kata n.
Felly kemudian mendorong pintu terbuka dan berjn masuk. Dia terkejut melihat Tasya di ruang
kantor n. “Kenapa kamu tidak masuk, Felly?” n bertanya, menyipitkan matanya.
Felly berjn dan meletakkan kotak perhiasan yang dia pegang “Pak n, ini adh gng yang
sesuai seperti yang Anda minta.”
Previous Chapter
Next Chapter