Bab 250
Ruang Untukmu Bab 250
uang Untukmu 5 mutiara Bab 250 Pingkanlu membawa putrinya dan mengikuti Romi keluar ruangan, meninggalkan bangsal dm
suasana yang sunyi dan tenang.
Sementara itu, Tasya menuangkan segs air untuk Frans sebelum duduk.
Kemudian pria itu berkata, "Tasya, aku sebenarnya setuju dengan saran dari Pingkan.
Ayah harap kamu dapat meminta bantuan kepada Tuan Muda n untuk menymatkan perusahaanku."
Seth mendengarnya, Tasya menatap ayahnya dengan heran.
"Ayah, bagaimana kita bisa meminta bantuannya? Ini adh mash keluarga." "Aku tahu bagaimana sulitnya untuk meminta bantuan,
tetapi aku benar-benar putus asa kali ini.
Tak adagi yang bisa kkukan.
Jika memang tak bisa mendapatkan bantuangi, maka Ayah harus menyerahkan perusahaan itu kepada orangin." Seth mengatakan
itu, Fransngsung bergidik dan mi batuk batuk.
"Tenanh, Ayah.
Kita pasti akan menemukan jn keluar," Tasya pun meyakinkannya sambil menepuk-nepuk punggungnya.
Pingkan yang baru saja meninggalkan lobi rumah sakit merasakan ku ada yang tertinggal.
Ketika dia melihat ke bawah, ia pun menyadari bahwa tasnya tidakterbawa olehnya,lu wanita itu segera menoleh ke arah Elsa dan Romi.
"Aku meninggalkan tasku di ruangan, jadi aku akan kembali dulu untuk mengambilnya.
Bisakah kalian menungguku di pintu masuk?" Dengan mengatakannya, dia pun segera berbalik dan
berjn ke arah lift.
Elsalu melirik ke arah Romi dan memerintahkannya, "Aku sangat haus.
Belikan aku sebotol air!" Secara mi, Romi slu mempekukan setiap anggota keluarga Merian
dengan sopan karena dia memang punya rencananya sendiri
Ketika Pingkan tiba di pintu ruangan, dia menyadari bahwa pintu itu dibiarkan terbuka.
Tepat ketika dia akan mendorong pintu terbuka dan memasukinya, dia mendengar Frans sedang
berkata, "Tasya, ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu.
Aku tak ingin kehngan perusahaan ini karena aku berharap ku perusahaanku ini akan diturunkan
kepada Jodi kedepannya.
Dih yang akan menjadi penerus yang snjutnya." Saat Pingkan berdiri di luar ruangan, matanya
tampak melebar tak percaya, Ini adh pertama kalinya dia mendengarngsung dari Frans terkait
dengan penerus perusahaan.
Namun, dia tidak pernah menyangka bahwa suaminya akan mewariskan perusahaan sebesar itu
kepada putra Tasya, yang baru berusia balita! Itujuga pertama kalinya Tasya mendengar tentang isi
pikiran ayahnya, jadi dia pun benar-benar tercengang.
"Apa yang kamu bicarakan, Ayah? Bukankah Jodi telu muda? Dia baru berusia empat tahun!
Bagaimana kamu bisa berharap ku dia mengambil alih bisnismu?!"
Frans kemudian menjskan dengan ekspresi yang serius, "Jangan khawatir tentang hal itu.
Aku sudah membuat semua rencana yang diperlukan.
Jika sesuatu terjadi padaku, maka kamu yang akan mengambil alih perusahaanku.
Aku tahu ku kamu tidak mengerti tentang industri ini, jadi itu sebabnya aku sudah mtih Romi.
Dia mungkin hanya orang luar, tetapi dia memiliki semua kepercayaanku.
Aku yang akan menjadi makng bagi kalian, dan begitu kalian menikah, akan jauh lebih nyaman
baginya untuk membantumu mengel perusahaan bersama." Tasyangsung terdiam.
Apa yang sedang dipikirkan ayahnya? Kenapa dia mh TYR Fil.
Sep 16 W Bab 250 * 5 mutiara menjodohkannya dan Romi untuk menikah?
"Itu bukah tindakan yang pantas," ucap Tasya sambil menk idenya.
"Tak ada yang tidak pantas tentang tindakan itu.
Aku memang tidak memiliki seorang putra kandung, tetapi aku masih memilikimu sebagai putri yang
luar biasa.
Jodi juga bagian dari keluarga, jadi dia akan menjadi penerus yang paling memenuhi syarat.
Lagip kamu sudah tahu betapa aku sangat menyayanginya." Memang benar, Frans slu mencintai
cucunya itu.
"Ayah masih muda.
Jangah berpikir telu jauh ke depan.
Saat ini kita harus memikirkan cara untuk menymatkan perusahaan terlebih dahulu!" "Kamu benar, tetapi hanya ada satu cara untuk
menymatkan perusahaan, dan itu adh meminta bantuan n.
Aku tahu mungkin sulit bagimu untuk memintanya, jadi biarkan aku yang mkukannya.
Ibumu, yang sedang menonton kita dari surga, pasti juga akan setuju denganku." Frans akhirnya memutuskan untuk membuang harga
dirinya.
Tasya sangat terkejut mendengarnya, jadi diangsung membs, "Jangan memohon padanya, Ayah."
"Kenapa tidak?" Frans melihat wajah terkejutnya Tasya dan segera bertanya.
Tasya tiba-tiba merasakan wajahnya memanas sebelum berkata dengan enggan, "Bagaimanapun, kita tidak boleh memohon padanya.
Dia tidak berkewajiban untuk membantu kita.
Bahkan jika Ibu menymatkannya saat itu, dia tidak berhutang apa pun kepada kita.
Itu sudah menjadi kewajiban Ibu untuk menymatkannya." "Itu benar, tapi Ibumu sudah mengorbankan hidupnya sendiri untuk
menymatkannya!” Frans merasa itu tidak adil.
Belonging to N?velDrama.Org.
Saat itu, dia sangat sedih karena kehngan istrinya.
Putrinya juga kehngan ibunya, dan halitu sangat memilukan baginya.
"Sejujurnya, n th banyak membantu kami tanpa sepengetahuanmu.
Ayah.
Apakah menurutmu perusahaan bisa berhasil tumbuh hingga sk seperti itu hanya karena keberuntungan? Tidak, koneksi n yang th
membantumu untuk mengembangkan perusahaan kecil menjadi perusahaan yang ternama." Tasya sudah tak punya pilihangi sin
membongkar rahasia itu.