AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Ruang Untukmu > Bab 235

Bab 235

    Bab 235


    Ruang Untukmu


    Bab 235


    Membayangkan bahwa pria yang bersama Tasya menikmati pemandangan senyum manis wanita itu


    saat dia mengemudi, n memanggil asistennya, Roy, dan memintanya untuk mengantar dirinya. “Ayo


    antar aku.”


    Sementara itu, Roy dengan cepat naik ke mobilnya dan berkendara dari Grup Prapanca. Tepat ketika


    dia memarkir mobilnya dan hendak keluar dari kendaraan itu untuk membukakan pintu bagi bosnya,


    n sudah masuk, memancarkan aura kebencian dan kemarahan. Aku penasaran siapa yang


    membuat bosku marah. Seth menelusuri daftar wajah di benaknya, dia tidak bisa memikirkan orang


    lain sin Tasya.


    “Jn sekarang. Kita menuju ke daerah tempat tinggal Tasya.” Suara pria itu terdengar dari jok


    bkang, sebagaimana yang diduga.


    Sementara itu, Tasya, yang menghentikan mobilnya di luar taman kanak–kanak putranya, bersin ketika


    dia merasakan hawa dingin mengalir di tng punggungnya. Karena itu, dia tidak bisa menahan diri


    untuk tidak bertanya–tanya apakah seseorang sedang membicarakan hal buruk tentang dirinya di


    bkangnya. Sementara Omar menunggu Tasya kembali bersama putranya, bocah itu kegirangan


    melihat mobil baru ibunya. Takma kemudian, mereka memasuki mobil, namun untuk menemani


    bocah itu, Omar memutuskan untuk duduk di jok bkang bersamanya. “Ayo pergi. Ini waktunya


    makan mm.” Mengkhawatirkan kesmatan putranya, Tasya berpikir bahwa dia harus membelikan


    jok khusus anak–anak untuk putranya sesegera mungkin.


    Pada saat yang bersamaan, bocahkiki itu bisa cocok dengan Omar, menyukai pria itu karena


    tampaknya Omar mempekukan ibunya dengan baik.


    Takma kemudian, Tasya pergi ke sebuah restoran di dekat area tempat tinggal mereka bersama


    Omar dan putranya. Seth duduk mengelilingi meja makan, Omar mendapati dirinya terpesona ketika


    dia melihat ibu muda nan cantik itu. Lagip, menurutnya tidak ada pria yang bisa menk pesona


    dan cinta keibuan yang dipancarkan Tasya ketika wanita itu melihat putranya. Saat itu juga, Omar


    pehan kehngan keberanian untuk menatap senyum Tasya karena dia takut wanita itu akan


    menyadari perasaannya kepadanya.


    Ketika Tasya membayar tagihan di kasir, wanita itu meraih ponselnya dan terkejut melihat 28 panggn


    tak terjawab di ponselnya. Saat membukanya, dia melihat nama yang sama untuk masing–masing


    panggn tak terjawab itu–n.


    Apa yang sh dengan pria ini? Apa dia sudah g atau semacamnya? Kenapa dia berkali–kali


    menelepon? Tunggu sebentar. Mungkinkah ada hal darurat? Tetapi jika benar–benar ada hal darurat,


    pengawalnya akan melindungi dia, jadi aku tidak bisa membayangkan bagaimana kesmatannya


    bisa terancam.


    Exclusive content ? by N?(v)el/Dr/ama.Org.


    Seth membayar tagihan, Tasya kembali ke tempat duduknya sesaat sebelum dia keluar dari


    restoran. Kemudian, Tasya mengantar mereka kembali ke tempat parkir bawah tanah di area tempat


    tinggal mereka. Setibanya di sana, mereka disambut oleh pemandangan sebuah mobil mewah


    berwarna hitam yang tampaknya sudah menunggu di sana entah berapama.


    Sementara itu, pria yang berada di dm mobil tersebut bisa mengenali bahwa BMW yang familier itu


    adh milik Tasya bahkan sebelum dia melihat nomor kendaraannya. “Hngi jnnya.”


    Sementara itu, Tasya hendak mengemudikan mobilnya ke tempat parkir mobil ketika sebuah mobil


    hitamin tiba–tiba muncul tepat di hadapannya dan


    memaksanya untuk mengerem. Dia kemudian menatap mobil itu dengan terkejut, bertanya–tanya


    apakah pengemudi itu tahu sopan santun. Apa yang orang inikukan di sini? Apakah orang ini tahu


    bahwa mobilnya sekarang berada di pintu masuk tempat parkir? Namun, pada saat itu, siluet tinggi


    keluar dari mobil ituyaknya iblis yang mengerikan dan mengintimidasi dari neraka. Begitu Tasya


    melihat pria itu, dia bingung dan terkejut. n? Apa yang diakukan di area


    tempat tinggalku?


    “Om n tidak terlihat senang.” Bocah yang duduk di kursi bkang bisa mengetahuinya dari ekspresi


    pria itu.


    Pada saat itu, Tasya teringat tentang 28 panggn tak terjawab yang dia lihat sebelumnya, berpikir


    bahwa n pasti marah karena hal itu dan jantung wanita itu pun berdegup kencang. Terlebihgigi,


    temperamen buruk pria itu hanya membuatnya semakin takut. Karena ith, Tasya menn ludah


    dengan ketakutan sebelum dia menunjukkan sisi menggemaskan dirinya dan mencondongkan tubuh


    lebih dekat kepada n, menjulurkan kepnya untuk menyambut pria itu. “Betapa kecilnya dunia ini,


    Pak n.”


    Kemudian, n pehan mencondongkan tubuh lebih dekat dengan cara yang mengintimidasi sgi


    bagian–bagian wajahnya yang tak bersuara tampak semakin js dan semakin js, membuatnya


    terlihat bagaikan sebuah patung tanpa perasaan. Di sisiin, Tasya, yang merasakan aura


    mengintimidasi pria itu, percaya bahwa seseorang seperti dia akan akan membuat semua priain di


    sekitarnya tampak biasa saja. Karena itu, Tasya tidak bisa tidak kewhan menghadapi rasa paniknya


    karena dia tidak tahu apa yang akan dkukan pria itu kepadanya.


    Apa dia akan marah dan meneriakiku? Ataukah dia akanngsung memecatku?


    Previous Chapter


    Next Chapter
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul