AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Ruang Untukmu > Bad 38

Bad 38

    Bad 38


    Bab 38


    Si kecil hanya bisa memakannya sendiri sementara Tasya juga makan es krim sesuai dengan


    porsinya. Pria di seberang mereka menyaksikan interaksi mereka dan menganggap adegan itu


    menarik.


    Dia tiba-tiba sangat penasaran akan identitas ayah anak itu. Pria macam apa yang tidur dengan wanita


    ini dan mhirkan anak ini?


    Pada saat ini, ponsel n berdering. Dia mengeluarkan ponselnya dan meliriknya sebelum


    mengangkat telepon itu. “Halo, Helen.”


    “n, kamu di mana? Kita makan mm yuk mm ini?”


    “Aku di kantor.”


    “Kamu tidak perlu lembur, kan?”


    “Ada hal penting yang harus aku tangani.”


    “T-Tapi aku mau kamu bersamaku.”


    “Aku akan meneleponmu seth aku selesai, oke?” n membujuknya dengan suaranya yang paling


    lembut.


    Tasya segera tahu bahwa itu Helen. Dia menatap pria di seberangnya dan memperhatikan ekspresi


    lembut n saat dia membujuk Helen bak seorang kekasih. Sepertinya Helen tak pernah berbohong.


    Memang benar ku Helen seseorang yang penting bagi n.


    “Pak n, apa Helen pacarmu?” Tatapan Tasya tajam saat dia melihat pria di hadapannya.


    “Kami hanya berteman,” n menjskan dengan suara pn.


    “Pak Tampan masihjang. Dia tidak punya pacar,” pria kecil itu tiba-tiba bersaksi.


    Tasya berbalik untuk melihat putranya. “Dan kamu kenapa bisa tahu?”


    “Dia sendiri yang memberitahuku. Dia juga bng ku sma Mama bersedia menikah dengannya,


    dia juga bersedia menikahi Mama. Mama, jangan pilih-pilih, oke? Nikah saja!” bocah 4 tahun itu


    mengkhawatirkan ibunya.


    Tasya tercengang. Lalu, dia menyipitkan matanya saat dia menembakkan tatapan peringatan pada pria


    di seberangnya. Apa yang dia katakan pada Jodi?


    Namun, Tasya disambut dengan tatapan yang rumit dan bermakna.


    “Kamu bisa mempertimbangkanmaran itu,” n menambahkan dengan suara rendah.


    Tasya menjawab tanpa ragu-ragu, “Tidak akan.”


    “Aku sangat menyukai Jodi dan aku bersedia menjaga kalian berdua seumur hidupku.” n menatap


    lki kecil itu dan menyadari bahwa keengganan di hatinya th menghng tanpa jejak.


    Dia benar-benar bersedia menjaga mereka.


    Tasya tak habis pikir. Dia tahu betul bahwa pria itu berkata demikian tanpa makna yang sesungguhnya.


    n hanya ingin membs kebaikan dan membayar kenyataan bahwa ibu Tasya th mengorbankan


    dirinya untuk menymatkan n.


    Dan Tasya ingin pria ini mengingat betapa besar pengorbanan ibunya, dan itu bukan sesuatu yang bisa


    dikompensasi dengan membs kebaikan.


    Terlebihgi, dia masih sangat runyam bahwa pria ini pernah tidur dengan Helen sebelumnya. Tasya


    baru menciumnya mm itu, tetapi dia sudah muak tentang hal itu seth dia tahu hubungan yang


    dimiliki Helen dan n. Dm hal ini, apa ada kemungkinan bahwa dia menikahi n?


    Tidak ada. Tidak akan pernah.


    “Aku tidak membutuhkannya, terima kasih,” Tasya menk dengan sopan.


    n juga bs menatapnya dan tatapan mereka bertemu; yang satu rumit dan runyam sementara


    yangin tenang dan js.


    Seth makan siang, Tasya buru-buru pergi bersama putranya. Si kecil tak lupa untuk menoleh ke


    bkang dan mengucapkan smat tinggal pada pria itu. “Smat tinggal, Tuan Prapanca.”


    “Smat tinggal.” n mmbai pada si kecil. Tasya izin png sore itu, karena dia ingin mengajak


    putranya berkunjung ke museum di kota.


    C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org.


    Hari sudah mm saat mereka menyelesaikan satu putaran di museum. Tasya membeli beberapa


    bahan makanan dan kembali ke apartemen mereka. Kemudian Jodi bermain agar Tasya bisa fokus


    menyiapkan makan mm. Lalu, sebuah pemberitahuan pesan berdering di ponselnya saat ini.


    Itu dari Nando. ‘Aku akan mendarat dari pesawat jam 10.00 pagi besok. Maukah kamu dan Jodi datang


    dan menjemputku?’


    Tasya mengiran bahwa dia akan meringkuk di rumah bersama putranya sma akhir pekan, jadi


    bertemu dengan Nando terdengar seperti ide yang bagus. Dia membs, ‘Tentul Sampai jumpa di


    bandara besok.


    Aku tidak sabar melihat kalian berdua.”


    ‘Kamu akan bertemu kami saat kamu kembali besok.’


    ‘Tunggu aku ya, aku akan membawa hadiah.’


    Tasya tersenyum saat dia menjawab, ‘Sebaiknya jangan yang berlebihan atau aku tidak akan


    menerimanya.


    Dia memberi tahu putranya tentang hal itu kemudian. Si kecil juga gembira dengan rencana bertemu


    Nando. Lagi p, Nando sering datang bermain dengannya saat mereka tinggal di luar negeri, seperti


    halnya paman sejati.
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul