Bad 6
Pada saat itu, Elsa yang berada di tempat spa segera menghubungi Helen seth menutup telepon
ibunya. Saat itu, mereka bekerja sama untuk membuat Tasya kehngan keperawanannya dan
kemudian mengusirnya dari rumah. Sekarang Elsa dan Helen th menjadi teman baik, tetapi dm
dua minggu terakhir, Helen tidak berkomunikasi dengannya, dan toko Helen juga tutup. Karena itu,
Elsa tidak tahu apa yang dkukan Helen. Takma kemudian terdengar suara Helen dari telepon.
“Halo, Elsa.” “Helen, apa yang kamukukan sekarang? Mengapa tokomu tutup?” “Oh! A-aku sedang
bepergian! Ada apa?” “Helen, aku mau memberitahumu kabar buruk. Tasya th kembali ke negara
ini.” Di sebuah v mewah, Helen, yang sedang menikmatiyanan seorang pyan di sofa, sangat
ketakutan sehingga dia menjatuhkan ponselnya. Helen dengan cepat mengambil ponsel itu, menarik
napas dm-dm,lu bertanya dengan gugup, “Kapan dia kembali? Mengapa dia kembali?”
“Kenapa kamu begitu gugup? Kamu masih takut padanya?” “Tidak, aku hanya bertanya.” “Ayahku
memberitahuku. Aku tidak tahu apa yang Tasyakukan, tapi aku yakin dia akan kembali untuk
memperebutkan aset keluargaku sekarang, dan dia mungkin akan membuatmu kesulitan juga.” Ktan
kekejaman berkuan di mata Helen ketika dia mendengar itu. Mengapa Tasya tidak mati saja di luar
negeri? Dengan begitu, aku tidak perlu panik. Semua yang dinikmati Helen sekarang adh berkat
Tasya. Helen tidak akan pernah membiarkan n mengetahui kebenarannya sma dia masih hidup.
Aku tidak bisa membiarkan n tahu bahwa gadis pada saat itu adh Tasya. “Elsa, aku juga takut
dia akan membs dendam padaku. Bisakah kamu memberitahuku semua yang kamu ketahui tentang
Tasya? Aku akan lebih bersiap-siap,” kata Helen kepada Elsa. Elsa menjawab, “Oke, kita akan
berurusan dengannya bersama nanti.” Seth menutup telepon, Helen menggigit bibirnya. Dia
sekarang terbiasa dipekukan seperti gadis muda kaya, dan dia memiliki yang terbaik dari segnya.
Untuk menebusnya, n memberikan semua yang dia inginkan. Helen menjadi rakus; dia
menginginkan lebih dari sekadar kompensasi materi. Bahkan, Helen ingin menjadi istri n. Pasti hal
yang paling membahagiakan di dunia menjadi wanita dari pria seperti n. Karena itu, Helen tidak
akan pernah membiarkan Tasya mengacaukan rencananya. Bahkan Elsa tidak boleh mengetahuinya.
Jika Elsa mengetahuinya, dia akan iri padanya dan mengeksposnya. Karena itu, Helen harus memiliki
pemahaman yang baik tentang seg sesuatu tentang Tasya, dan yang terbaik adh menemukan
cara untuk membuatnya menghng dari dunia ini. Pada pukul 17.00, Tasya datang di taman kanak-
kanak tepat waktu untuk menjemput putranya. Anakkiki kecil dengan gembira mengucapkan
smat tinggal kepada guru dan beri ke arahnya. “Mama!” “Bagaimana sekhmu?” “Luar biasa!
Guru sangat menyukaiku, dan teman seksku juga menyukaiku,” anak kecil itu mporkan dengan
gembira. “Bagaimana ku kita makan mie?” “Oke!” Tasya sangat beruntung mhirkan anak dengan
karakter baik seperti mikat. Sejak dia masih bayi, dia tidak pernah membiarkan Tasya
mengkhawatirkannya. Anaknya tidak pilih-pilih tentang makanan, dia memiliki kepribadian yang baik,
dan dia adh anak yang baik dan penyayang. Seth berbnja di supermarket, mereka png
untuk memasak makan mm. Anakkiki itu bermain dengan Lego sementara Tasya memasak
makan mm untuk mereka berdua. Saat itu, apartemen kecil itu penuh kehangatan dan kenyamanan.
“Ma, apakah pekerjaan mama berjnncar hari ini?” anak kecil itu bertanya dengan prihatin. “Ya,
pekerjaan mama berjn dengan baik.” Tasya melengkungkan bibirnya dan tersenyum. Di depan
putranya, dia tidak pernah mengeluh tentang hidup atau pekerjaan. Meski hidup susah, senyum
anaknya manis dan bisa menyembuhkan seg ketidakbahagiaannya. “Jodi, apakah tidak apa-apa
jika mama mengajakmu menemui kakekmu dm dua hari?” Tasya bertanya pada putranya. “Oke.
Aku juga sangat ingin bertemu Kakek.” Anak kecil itu mengedipkan matanya. Mendengar itu, Tasya
merasa rumit karena dia tahu Pingkan dan putrinya pasti tidak akan menyambut Jodi. Dia juga tidak
akan membiarkan Elsa tahu bahwa dia hamil ketika dia secara tidak sengaja kehngan
keperawanannya lima tahun yanglu, dan dia berencana untuk memberitahu ayahnya bahwa dia
mengandung anak itu dengan pria yang dia cintai. Pada mm hari, Tasya tidur dengan putranya di
pelukannya. Cahaya bn dari luar jend bersinar masuk, mereka tertidur bersama. Keesokan
paginya, seth mengantar putranya, Tasya naik taksi ke perusahaan. Jewelia terletak di sebuah
bangunan dpanntai di pusat kota, yang sedikit tidak mencolok karena gedung pencakarngit
yang lebih tinggi di sebhnya. Namun, merek perusahaan Jewelia sempat mendapatkan popritas
di tanah air. Sekarang seth diakuisisi oleh Mahkota Ratu, ni pasarnya juga meningkat. Karena itu,
satu bn kemudian, Jewelia diundang untuk berpartisipasi dm pameran perhiasan lokal. BeberapaThis is from N?velDrama.Org.
seri rancangan Tasya dipilih untuk ditampilkan di pameran, yang juga merupakan metode efektif untuk
tujuan pemasaran. Segera, Tasya turun dari taksi. Karena dia membeli sarapan agak tembat, Tasya
membayar taksi sambil menggigit roti di tangannya, seth itu Tasya berjn cepat menuju a.
Ketika Jodi pergi ke sekh pada pukul 8.30 pagi, Tasya sedikit terburu-buru untuk bekerja pada pukul
9.00. Di pintu masuk lift, Tasya mencoba untuk menghabiskan sarapannya sebelum memasuki kantor,
karena tidak pantas masuk kantor sambil makan. Jadi, Tasya mengisi mulutnya dengan roti suapan
besar terakhir. Saat Tasya mengunyah dengan pipi yang penuh, pintu lift terbuka, dan sosok tampan
dan dewasa tiba-tiba muncul di depan matanya. Menegangkan sma beberapa detik, Tasya menn
roti dengan susah payah dan berjn dengan seanggun mungkin. “Pagi,” n menyapa dengan suara
pn. “Pagi!” Tasya menjawab, dan seth itu, Tasya dikejutkan oleh cegukannya yang tiba-tiba. Saat
cegukan, Tasya merasa wajahnya memerah saat dia hampir tersedak rotinya. Yang lebih
mengkhawatirkan adh lift itu memiliki cermin di sekelilingnya. Sekarang, Tasya tidak punya tempat
untuk menyembunyikan rasa malunya. Tasya menutup mulutnya, tetapi tubuhnya memprotes karena
dia makan telu cepat, dan munculgi cegukan yang sangat tidak elegan. Tatapan n yang tertuju
pada wajahnya mlui cermin saat dia melihat tindakan canggung Tasya. Akhirnya, ketika mereka tiba
dintai 6, Tasya keluar dari lift dengan segera seth pintu terbuka. Tasya merasa sangat malu
sehingga dia ingin menggali lubang dan mengubur dirinya sendiri. Ekspresi tenang n di wajahnya
yang tampan tampak tersenyum di matanya yang gp. Gadis ini sangat menarik. Tasya kembali ke
kantor dan dengan cepat mengambil beberapa teguk air untuk menyembuhkan cegukannya, tetapi
adegan memalukan itu tidak dapat diurungkan. Tasya tidak akan merasa malu jika itu priain, tapi pria
itu adh n. n pasti menertawakanku. 10.30 pagi. “Bu Tasya, ada rapat departemen sekarang.”
Tasya menjawab, “Baih.” Di ruang rapat, direktur departemen, Felly Erman, duduk di satu sisi ruang
konferensi. Dia memiliki dpan desainer di bawahnya, termasuk Tasya. “Tunggu sebentar. Pak n
akan segera datang.” Felly meneguk air dan mengangkat bahu dengan gugup. Siapa yang mengira
bahwa rapat departemen akan melibatkan bos besar juga? Ini sangat menegangkan. “Tasya, apakah
kamu mengenal Pak n sebelumnya?” Alisa menatap Tasya dengan penuh arti. Tasyangsung
membantahnya. “Aku tidak mengenalnya.” “Lalu mengapa Pak n terus menatapmu kemarin?”
desainer wanitain bertanya, tidak puas. “Kamu harus menanyakan hal ini kepada Pak n,” jawab
Tasya. “Pekerjaan adh pekerjaan, dan perusahaan bukah tempat bagimu untuk jatuh cinta, atau
tempat untuk berbuat curang untuk mendapatkan sesuatu. Kalian semua sebaiknya mengingatnya
dengan baik.” Felly menatap bawahannya dengan tegas. Kemudian, Alisa melirik Tasya. Di matanya,
Tasya adh seseorang yang ingin merayu n untuk mendapat keunggn. Pada saat itu, pintu
ruangan terbuka, dan sosok yang mengesankan masuk. n masuklu duduk di ujung meja.
Siapapun yang melihat orang ini akan berpikir bahwa Tuhan tidak adil. Tuhan memberinya kekayaan
yang bisa menyaingi kekayaan pemerintah, wajah tampan yang dipuja semua makhluk, sosok
sempurna seperti dewa, sikap anggun dan kebangsawanan, dan aura agung seperti seorang kaisar.
Pria ini hidup untuk dipuja wanita. Bahkan Felly buru-buru mengusap rambutnya sambil menunjukan
sikapnya yang lembut dan feminim. Meski sudah berusia 35 tahun, Felly masih bermimpi untuk
menikah dengan orang kaya. “Shkan dimi.” Suara rendah dan menawan itu terdengar dingin.