Chapter 232
Lalu pria itu keluar sambil bergidik. Sekelompok orang yang berada di dm ruangan juga masing –
masing tampak begitu ketakutan seperti burung yang tersiram air. Mereka semua sama sekali tidak
berani bergerak. Lalu Tiger memindahkan dua buah kursi dan berkata, “Tuan dan nyonya Lee, shkan
kalian duduk.” Nara tampak masih shock tetapi Reva dengan tenang menarik Nara untuk duduk
bersamanya. Tigerlu melirik kepada Davidgi dan berkata, “Kalian semua, kemarh, berlutut di
sini!” Di bawah tatapan Axel, Alina dan Hana yang heran, David dan selusin anak buahnya itu
sekarang benar – benar berlutut di depan Reva dan Nara. “Lord Tiger, aku… aku benar – benar tidak
tahu bahwa dia adh bosmu…” “Lord Tiger, tolong maafkan aku… aku.. aku tidak akan pernah berani
mengnginyagi..” Ujar David sambil menangis. Tadinya dia tampak begitu angkuh dan arogan
tetapi sekrang dia tampak seperti cacing yang menyedihkan. Dan yang paling tidak bisa dipahami oleh
Axel dan Alina adh Tiger hanya sendirian disini sedangkan mereka itu juhnya lusinan. Tetapi
lusinan orang itu tampak begitu ketakutan semua! Ada apa sebenarnya? Tigerngsung melotot dan
bertanya: “Lagi?!” “Apakah kau masih berpikir ingin mengnginyagi?” “David, mm ini kau bisa
png dengan aman atau tidak saja aku sulit mengatakannya!” David tampak sangat ketakutan
sehingga bersujudgi dangi kemudian berkata, “Lord Tiger, aku… aku sudah tahu keshanku.
Anggap saja aku anginlu dan biarkan aku pergi…” “Tuan Lee, direktur Shu, aku.. aku tidak akan
beranigi..” “Tolong jangan masukkan ucapanku tadi ke dm hati. Tolong maafkan aku…” David
bersujud dengan keras sehingga kepnya sampai pecah dan darah mengalir dengan deras. Tetapi,
dia sama sekali tak berani menyekanya. Dia hanya terus bersujud dan memohon bs kasihan. Tiger
mengabaikannya dan sambil tersenyum dia berkata, “Tuan dan nyonya Lee, maaf aku sedikit tembat
karena terkena macet di jn tadi.” “Ini semua shku karena th menyebabkan para sampah –
sampah tak berguna ini menyinggung dan mengganggu kalian berdua.” “Bagaimana kalian berdua
ingin menyelesaikannya?” “Apakah mereka harus di tenggmkan di sungai Carson atau di potong –
potong dan dijadikan makanan anjing? Katakan saja, aku akan mkukan sesuai dengan perintah
kalian berdua!” Nara tampak bingung dan begitu shock. Dia benar – benar tidak mengerti mengapa
seorang manajer purchasing di perusahaannya bisa memiliki kekuasaan seperti ini. Dan bersamaan
dengan itu terdengar keributan di luar ruangan. Axel berdiri di pintulu melirik ke luar. Dia melihat ada
sekelompok orang di koridor. “Mereka … orang-orang mereka th datang …” Suara Axel terdengar
bergetar. Wajah Alinangsung menjadi pucat. Anak buah mereka th datang. Lalu bagaimana cara
menyelesaikan mash ini nantinya? Tetapi yang paling membuat mereka terkejut adh suara itu
hanya ribut di koridor saja. Tidak ada satupun yang berani masuk. Tigerlu berjn ke depan pintu
dan meraung dengan keras, “Dasar jahanam kalian semua, kecilkan suara kalian!” “Mengganggu
pembicaraan aku saja!” Keributan di luar itungsung berhenti. Mata Axel dan Alina memblak
dengan lebar seh – h mau loncat keluar saja. Apakah kekuasaan Tiger ini begitu hebat? Diam –
diam Alina melirik ke luar danngsung tertegun. “Mereka.. mereka semua berlutut?” Axel dan Hana
juga bergegas untuk melihat. Dan benar saja, semua orang yang ada di koridor berbondong – bondong
berlutut dintai. Mereka semuangsung tercengang dan teringat bahwa barusan Tiger mengatakan
agar mereka semua berlutut di depan. Orang-orang ini sangat patuh! Tentu saja sebenarnya tidak ada
ratusan orang di luar sana. Ini semua hanya di besar – besarkan oleh David saja. Tetapi, dengan
lusinan orang yang semua berlutut di depan koridor itu membuat penampakannya cukup spektakuler.
Dan pada saat ini, orang yang tadi keluar untuk meminta sepuluh krat bir kepada pyan baru saja
datang. Melihat situasinya dia jugangsung berlutut. “Tuan dan nyonya Lee, bagaimana jika aku
menangani mereka dulu.” “Jika kalian berdua merasa sudah puas, katakan sesuatu saja.” “Jika tidak
puas, aku akan terus menghajar mereka sampai kalian berdua puas!” Lalu seth mengatakan itu
Tigerngsung mengambil botol anggurnya dan menghantamkannya ke sh satu kep orang. Nara
tampak bingung. Inikah yang Tiger maksud dengan menanganinya? Namun, lusinan orang yang
berlutut dintai itu sama sekali tak berani bergerak. Mereka hanya meminta maaf dan memohon bs
kasihan dengan gemetaran.
Previous Chapter
N?vel/Dr(a)ma.Org - Content owner.
Next Chapter