AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Menantu Dewa Obat > Chapter 197

Chapter 197

    Chapter 197


    Rafael menunjukkan ekspresi menghina saat melihat Reva. Dia adh pewaris keluarga Scatter yang


    merupakan sh satu dari sepuluh keluarga terpandang di kota Carson. Menurutnya Reva yang hanya


    mengenakan pakaian biasa tampak seperti seorang pengemis di jn. Jadi dia punya hak apa untuk


    berbicara dengannya? “Ini benar-benar omong kosong. Kapan kak Anya mengundang seseorang,


    mengapa aku tidak mengetahuinya?” “Kau kira karena kak Anya tidak datang kesini jadi kau bisa asal


    bicara?” “Aku beritahu yah, resepsi Genting ini sangat mewah dan keamanan disini juga sangat ketat.”


    “Dengan menyelinap ke resepsi Genting ini sesuka hatimu itu bisa dianggap sebagai kasus pencurian


    yang serius!” “Jika sampai aku menelepon polisi, huhh, pasti akan tamat riwayatmu!” Saat Rafael


    berbicara matanya menatap Nara terus menerus. Dia memang seorang buaya. Dan saat melihat ada


    wanita yang begitu cantik di depannya bagaimana mungkin dia r melepaskannya. Reva: “Kau bisa


    bertanya kepadanya apakah kami memang benar diundang oleh direktur Smith atau bukan?” Lalu


    Rafael berkata dengan marah: “Kau kira kau siapa hah, beraninya mendikteku?” “Kau memintaku


    bertanyalu aku harus pergi bertanya begitu? Kau kira aku anak buahmu yah?” Reva mengerutkan


    keningnya dan bertanya: “Lalu maksudmu bagaimana?” Rafael: “Keluarkan surat undangan, ku


    tidak, aku hanya bisa mempershkan kalian keluar dari sini!” Dia berpikir dm hatinya bahwa nanti


    dia mengantar mereka ke ruang keamanan yang ada di bkang kemudian dia akanngsung masuk


    dan membuat Nara telungkup. Dia th mkukan hal seperti ini sma bertahun – tahun Reva


    merasa sangat kesal saat melihat mata Rafael yang menatap tubuh Nara terus menerus. Lalu dengan


    dingin Reva berkata, “Sepertinya kau tidak menganggap serius undangan dari direktur Smith?” Dan


    Rafael mencibir kemudian berkata: “Aku tidak peduli siapa yang mengundang kalian. Tanpa surat


    undangan, kalian tidak berhak masuk ke resepsi Genting!” “Sudah, kurasa kalian juga tidak dapat


    mengeluarkan surat undangan itu.” “Ayo, kirim mereka ke ruang keamanan. Dan aku akan


    menginterogasi mereka secarangsung!” Beberapa bajingan itu semuanya menyeringai karena


    mereka th tahu dan mengerti apa yang akan dkukan Rafael sethnya. Kemudian mereka


    segera mengepun Nara. Sh satu dari mereka bahkan mengulurkan tangannya untuk meraih Nara.


    Wajah Reva menjadi dingin dan diangsung menampar wajah pria itu dengan punggung tangannya,


    lalu memukulnya sampai jatuh kentai dan sebagian dari wajahnyangsung bengkak. Semua orang


    yang berada di sekitar situ tampak tercengang dan menoleh ke arah mereka. Raut wajah Rafael tiba –


    tiba berubah dan dia berteriak dengan marah, “Beraninya kau!” “Menyelinap masuk ke resepsi Genting


    dengan tanpa undangan dan sekarang masih berani menghajar seseorang disini?” “Kalian ini bukan


    pencuri tetapi perampok!” “Pengawal, tangkap mereka untukku!” “Jika mereka berani mwan


    langsung hajar sampai mati saja!” Lalu semua pengawal itungsung mengepungnya dengan muka


    garang. Dan disaat yang bersamaan tiba – tiba terdengar suara yang dingin dari bkang: “Apa yang


    kaliankukan?” Semua orang menoleh untuk melihat bahwa Anya yang dibalut dengan gaun


    mmnya masuk ke ruangan itu dengan pehan. Raut wajah Anya tampak sedingin es. Matanya


    menyapu kerumunan orang itu dan tak ada satupun yang berani menatapngsung ke arahnya.


    Ekspresi Anya sekarang bagaikan seorang ratu. Auranya sangat luar biasa! Lalu Rafael dengan cepat


    berkata, “Kak Anya, kau datang di waktu yang tepat.” “Kedua orang ini menyelinap masuk ke dm


    pesta ini. Aku curiga mereka adh pencuri.” “Aku ingin menyelidikinya tetapi akibatnya mereka mh


    memukuli anak buahku.” “Demi keamanan resepsi, aku akan membawa mereka ke ruang keamanan


    agar tidak mengganggu tamu – tamu terhormat yang sedang berada disini!” Rafael ini sangat licik. Dia


    sama sekali tidak membahas mash surat undangan tetapi mh memfokuskan mash Reva yang


    memukuli orang. Karena saat dia melihat tatapannya Anya sepertinya benar – benar mengenal Reva.


    Jika sampai dia membahas mash surat undangan maka hanya akan membuat mash bagi dirinya


    sendiri. Tetapi karena Reva tadi benar – benar th memukul orang sehingga jika mash ini di


    selidiki lebihnjut Reva juga tak mungkin bisa mrikan diri dari mash ini. Wajah Anya tampak


    dingin dan berkata: “Rafael, sejak kapan kau mi mengatur keamanan resepsi?” “Kedua tamu ini


    adh tamu terhormat yang aku undang sendiri. Kau berani mencurigai mereka sebagai pencuri?”


    “Apakah menurutmu semua orang yang kukenal adh pencuri?”


    Material ? N?velDrama.Org.


    Previous Chapter


    Next Chapter
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul