Bab 2269
Bab 2269 Lapar
Bibi Lauren baru saja tertidur,ngsung terdengar suara mobil dari luar. Dia segera membalikkan tubuh
dan turun dari ranjang, mngkah ke arah jend untuk memeriksa ….
Itu konvoi mobil Jetl
Bibi Lauren segera berganti pakaian dan turun.
Saat melihat Jeff kembali, Sonny dan yanginnya keluar untuk menyambut dengan penuh semangat,
mengira bahwa Lorenzo sudah kembali.
Tapi saat membuka pintu mobil, mereka melihat hanya Jeff yang kembali dengan membawa
sekelompok orang, sama sekali tidak ada bayangan Lorenzo di dm mobil..
Sonny dan yanginnya segera menanyakan kondisi Lorenzo. Jeff hanya mengatakan satu hal, “Tuan
masih hidup. Kalian tenang saja.”
“Bagus sekali!”
Semua orang merasa lega. Asalkan Lorenzo masih hidup, maka mereka punya harapan!
“Masuk dulu, baru kita bicara.”
Jeff bergegas masuk. Saat melihat Bibi Lauren menghampiri, dia menundukkan kep dan
menyapanya,lu bertanya pada Sonny tentang kondisi detail.
Sonny mporkan semua hal yang terjadi sma beberapa waktu ini pada Jeff.
Bibi Lauren juga menambahkan,lu bertanya, “Kenapa Lorenzo tidak kembali? Apa dia terluka? Apa
dia tahu tentang kehamn Dewi?”
“Tuan memang terluka sangat serius. Saat aku pergi, dia masih koma.” Jeff berkata dengan serius,
“Mengenai kehamn Nona Dewi, aku sudah memberi tahu Jasper. Seharusnya dia akan memberi
tahu Tuan.”
“Ternyata dia koma, pantas saja….” Tiba–tiba Bibi Lauren sadar, “Apa kataku? Ku dia tahu terjadi
mash yang begitu besar di rumah, seharusnya dia sudah kembali.”
“Setengah bnlu, Jasper dan yanginnya diserang, awalnya Tuan bisa melepaskan diri, tapi demi
menjaga kesmatan Jasper dan yanginnya, dia kembaligi untuk menymatkan mereka, maka
dia disergap.
Jeff menjskan permashan secara singkat, dan akhirnya berkata, “Tuan terluka parah, tidak bisa
kembali sekarang. Aku akan memikirkan cara untuk menymatkan Nona Dewi lebih dulu.”
“Benar, benar, smatkan orang dulu.” Bibi Lauren terus mengangguk, “Kapan kamu akan bertindak?
Aku ikut denganmu.”
1/2
Belongs to (N)?vel/Drama.Org.
“Tidak perlu. Sebaiknya Anda tinggal di rumah untuk berjaga–jaga. Aku akan menghubungi Anda
ku ada mash.”
Jett berkata dengan hormat, mengambil beberapa dokumen,lu membawa beberapa orang dan
bergegas pergi.
Bibi Lauren sedikit bingung, bertanya pada Sony, “Bukankah dia mau pergi menymatkan Dewi?
Kenapa hanya bawa beberapa orang?”
“Kak Jeff bng tidak boleh mwan dengan paksa, harus mlui prosedur.” Sonny berkata sambil
mengerutkan kening. “Seharusnya sekarang dia pergi menemui orang divisi hukum.”
“Seluruh hal di Negara Emron diputuskan oleh Presiden, apa gunanya pergi mencari orang divisi
hukum?” Bibi Lauren panik, “Aku mengira maksudnya menymatkan orang dulu adhngsung
pergi ke penjara. Ku bertele–tele seperti ini, mau menunda sampai kapan?”
“Bibi Lauren, Anda tenang saja. Kak Jeff punya caranya sendiri.” Sonny segera menghiburnya,
“Seharusnya dia sudah mendiskusikan rencana dengan Kak Jasper. Sin itu, mereka berdua bisa
langsung mewakili Tuan. Sekarang dia turun tangan sendiri, seharusnya bisa menymatkan Nona
Dewi.”
Bibi Lauren tidak mengatakan apa–apagi, tapi hatinya masih tidak tenang. Dia merasa mashnya
tidak segampang itu. Tidak peduli Jeff mencari orang hukum atau orang tertinggi di kepolisian dan
kemiliteran, pada akhirnya tetap tidak bisa lolos dari Presiden….
Ku Presiden mau membunuh Lorenzo dan Nona Dewi, siapa yang berani melepaskan mereka?
Tapi ucapan Sonny benar. Sebagai orang kepercayaan Lorenzo, pasti akan ada pengaruhnya ku
Jeff yang turun tangan. Mungkin sedang membuka jn bagi Lorenzo yang akan kembali….
Jadi, sekarang hanya bisa menunggu.
Di dm penjara, Dewi sudah kparan sampai pusing, berbaring di ranjang, tidak ingin bergerak.
Rongrong berputar–putar di dm lengan bajunya, terlihat sedikit kesal….
Dewi berkata dengan lemah, “Rongrong, kamu pergh cari makan sendiri.’
Rongrong keluar dari lengan bajunya, menyelinap pergi di sepanjang balok ranjang,lu segera
kembali dengan membawa seekor tikus kecil dan meletakkannya di samping Dewi.
Dewi meliriknya,lu memejamkan matagi, “Terima kasih, kamu makan saja sendiri.”