Bab 2268
Bab 2268 Membandingkan Pro dan Kontra
“Pangeran
Exclusive content ? by N?(v)el/Dr/ama.Org.
….” Mina menepuk lengan Willy dengan pn, barh Willy merespons, mendongak dan melihat Bibi
Lauren, “Bibi Lauren, Anda jangan cemas. Sekarang Dewi mengandung anak L, orang–orang itu lebih
tidak mungkin menyakitinya.”
“Bukankah kamu bng, mereka tidak akan memberi makanan pada Dewi? Bukankah itu menyakiti?
Sekarang dia sedang hamil. Ku terus tidak makan dan minum, dia tidak akan bisa bertahanma.”
Nada bicara Bibi Lauren sudah sedikit tidak sabar.
“Tidak akan ada mash sampai Jeff kembali.” Willy menenangkannya, “Anda jangan telu cemas,
sebaiknya kembali dan istirahat sebentar untuk memulihkan stamina. Kita diskusikangi seth Jeff
kembali.”
“Pangeran benar–benar cerdas!”
Begitu selesai bicara, Bibi Laurenngsung pergi dengan kesal.
“Hm….”
..“Mina sedikit serbash saat melihatnya pergi, “Apa maksud Bibi Lauren?”
Willy menunduk, terus minum teh, tidak bicara.
Sonny mengejar Bibi Lauren, bertanya dengan pn, “Bibi Lauren, ada apa dengan Anda?”
“Apa kamu masih tidak bisa melihatnya?” Bibi Lauren berkata dengan marah, “Begitu tahu Lorenzo
tidak mati, dia pun tidak mau menymatkan Dewi, sekarang hanya duduk, menunggu Jeff
memikirkan cara. Orang seperti itu benar–benar sangat licik!”
“Eh….” Sonny tercengang, “Tidak mungkin, ‘kan? Aku lihat dia cukup panik, terus ingin
menymatkan Nona Dewi, juga memanggil kita semua ke sini.”
“Itu hanya pada awalnya, dia cemas akan terjadi sesuatu pada Dewi, tidak ada orang yang bisa
mengobati kakinya, maka segera memanggil kita untuk memikirkan cara. Tapi seth tahu Lorenzo
masih hidup, Jeff juga sedang bergegas kembali, dia punngsung tidak bertindak….”
“Sebelumnya dia bantu Juliana menghadapi Nyonya Presiden, juga menciptakan tekanan opini publik,
mungkin menghabiskan banyak uang. Sekarang, melihat Lorenzo bisa menymatkan Dewi, dia pun
tidak mkukan apa–apagi ….”
“Orang itu menghitung setiapngkah dengan sangat cermat, mempertimbangkan pro dan kontra,
benar–benar sangat licik.”
Bibi Lauren menggeleng dan mengh napas, “Untung saja yang dicintai Dewi bukan dia. Ku tidak,
aku akan mati karena emosi.”
“Bibi Lauren jangan marah.” Sonny menghibur, “Aku mh merasa, kali ini dia banyak membantu.
Meski tidak berusaha sekuat tenaga, kita juga tidak bisa menyhkannya. Biar
bagaimanapun, hidupnya juga tidak mudah, masih ada begitu banyak tanggung jawab diselesaikan,
tetap harus mencari jn keluar untuk dirinya sendiri.
yang harus
“Sin itu, Nona Dewi adh wanita milik Tuan, sudah seharusnya Tuan yang menymatkannya.
Wajar ku dia tidak mkukan apa–apagi saat tahu Tuan masih hidup, yang penting Nona Dewi
kembali dengan smat.”
“Kamu memang anak yang baik hati.” Bibi Lauren menggeleng dan berkata, “Sebelumnya, demi
membantunya, Dewi mempertaruhkan nyawa, Lorenzo juga mkukan banyak hal. Sekarang dia
mh memperhitungkan segnya dengan begitu js, benar–benar tidak bermoral!”
“Tidak bisa berkata seperti itu juga.” Sonny sangat objektif, “Tuan memang banyak
membantunya, tapi itu tidak sampai berpengaruh besar pada hidup Tuan. Biar bagaimanapun, Tuan
punya banyak sumber daya.”
“Tapi Pangeran tidak ragu saat menymatkan Nona Dewi. Aku dengar dari–Mina bahwa dia
memberikan 30% hartanya pada Keluarga Amberson.”
“Aph arti harta yang sedikit itu?” Bibi Lauren memandang rendah, “Demi menymatkannya, Dewi
hampir kehngan nyawa.”
“Memang benar.” Saat membicarakan hal ini, ekspresi Sonny jadi serius, “Ku Tuan membantu
Pangeran karena tidak berdaya, maka Nona Dewi murni karena persahabatan. Ku itu aku, nyawa
saja r aku berikan pada Nona Dewi, apgi harga yang sedikit itu.”
“Ith maksudku.” Bibi Lauren melihat Sonny dengan kagum, “Para pengusaha saling membantu demi
kepentingan pribadi, tapi Nona Dewi mh membantunya tanpa mengharapkan apa pun. Ku itu
adh seseorang yang punya hati nurani, maka pasti akan memberikan semua yang dimiliki. Tapi
sekarang dia mh masih begitu perhitungan, benar-
benar….”
“Mungkin dia merasa akan lebih pasti ku Tuan yang turun tangan.” Sonny menghibur, “Bibi Lauren,
Anda jangan marah. Mari kita png dulu. Ucapan Pangeran benar, sekarang Anda harus memulihkan
stamina. Seth Kak Jeff kembali, barh ada semangat untuk mendiskusikan strategi.”