AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar > Bab 2241

Bab 2241

    Bab 2241


    Bab 2241 Sudah Meninggal


    Mendengar Michael tidak sopan, r hijau kecil hampir menggigitnya, ekspresi Bibi Lauren dan Willy


    berubah drastis, bertanya dengan serempak, “Tergigit atau tidak?”


    “Tidak.” Dewi sangat yakin, “Rongrong baru terbang ke sana, aku sudah menghentikannya….”


    “Apa yakin tidak tergigit?” Bibi Lauren menepuk dadanya, “Lalu, Michael ada reaksi apa atau tidak?”


    “Dia dan putrinya bergumam beberapa patah kata, tidak terdengar js apa yang mereka katakan.”


    Dewi berkata sambil mengerutkan kening. “Tapi aku yakin Rongrong tidak menggigitnya, ku tidak,


    sejak awal dia sudah tumbang, masih bisa berjn keluar?”


    “Ini benar juga ….” Bibi Lauren mengh napas lega.


    “Belum tentu.” Willy mengerutkan keningnya, “Racun biokimia yang dibuat L, apa akan menyebabkan


    beberapa perubahan gik pada r hijau kecil, menyebabkan racunnya bereaksi lebihmbat?”


    Property ? 2024 N0(v)elDrama.Org.


    “Ini….”


    Dewi berpikir itu juga ada kemungkinan, sebelum dia keluar, Sonny masih mengingatkannya bahwa


    r hijau kecil itu sekarang sudah direndam di dm obat, racunnya lebih kuat


    Jadi, bukan tidak mungkin ku racunnya bereaksi lebihmbat.


    Sin itu, r hijau itu telu kecil, saking kecilnya giginya hampir tidak kelihatan, saat itu. Michael


    terus menutupi lehernya, dia juga tidak bisa sepenuhnya memastikan bahwa itu benar- benar tidak


    tergigit.


    Memikirkan hal ini, Dewi buru–buru berpesan pada pyan, “Panggil Sonny kemari.”


    “Baik!” Ketika pembantu hendak pergi memanggil Sonny, pada saat ini, seorang pengikut buru- buru


    datang mporkan, “Nona Dewi, ada banyak polisi datang di luar, katanya mau memintamu pergi


    membantu penyelidikan.”


    “Apa?” Dewi sangat terkejut, “Membantu penyelidikan apa?”


    “Nona Dewi….”


    Saat berbicara, Sonny buru–buru beri kemari, berkata dengan cemas, “Aku baru dapat kabar,


    Michael sudah meninggal.”


    “Apa????”


    Dewi tercengang, b matanya hampir terjatuh keluar.


    Bibi Lauren juga tercengang.


    1/2


    Sedangkan Willy, tercengang terlebih dahulu, kemudian ekspresinyangsung menjadi suram,


    tatapannya sangat rumit…..


    “Apa sebenarnya yang th terjadi hari ini?” Sonny bertanya dengan cemas, “Pihak polisi bng,


    Julianapor polisi dan bng Anda yang menckakan Michael, pihak polisi terlibatngsung dm


    penyelidikan.”


    “Aku??” Dewi sama sekali bingung, tiba–tiba ada firasat buruk di dm hati, sepertinya … semua ini


    th diatur.


    “Sonny, ada satu hal, kamu harus ingat.” Pada saat ini, Willy tiba–tiba berkata dengan serius,


    “Sebelumnya L pernah berkata, r hijau kecil sangat berbisa, begitu menggigit orang, racunnya akan


    segera bereaksi, tidak akan bertahan hidup lebih dari setengah jam.”


    “Ah?” Sonny menatapnya dengan tercengang, “Tuan tidak pernah mengatakan …


    “Dengarkan dia saja.” Bibi Lauren buru–buru meny kata–katanya, berpesan dengan cemas, “Tidak


    peduli pernah mengatakannya atau tidak, kamu katakan begitu saja.”


    Sonny tiba–tiba menyadarinya, menganggukkan kep, “Ya!”


    “Jangan pedulikan mashin, keluar untuk menghngi orang–orang itu.” Willy berpesan, “Beri tahu


    mereka, sebelum L png, siapa pun tidak boleh memasuki kastel, ada mash apa pun, tunggu dia


    kembali baru dibicarakangi.”


    “Baik.” Sonny segera pergi mengurusnya.


    “Yanginnya bubah.” Pesan Bibi Lauren.


    Para pyan menundukkan kep dan memberi hormat, buru–buru pergi.


    Mina bertanya dengan tidak sabar, “Pangeran, memang seperti dugaanmu, pertemuan hari ini adh


    sebuah jebakan.”


    “Siapa yang mau menckakan Dewi?” Bibi Lauren bertanya dengan cemas.


    “Ku aku tidak sh tebak, seharusnya orang yang mengajaknya keluar….” Willy menatap Dewi


    dengan dm, “Nyonya Presiden!”


    Sekujur tubuh Dewi gemetar, wajahnya penuh keheranan, “Kenapa? Aku tidak bermusuhan


    dengannya, kenapa dia mau menckakanku?”


    “Seharusnya ada hubungannya dengan putrinya, san spesifiknya, kami masih menyelidikinya.” Willy


    mengerutkan kening, sangat tenang, “Dia th berkali–kali menckakanmu, setiap kali terhindar


    olehmu, tapi kali ini … aduh
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul