Bab 2240
Bab 2240 Orang yang Mkukan Hal Besar
Mendengar kata–kata ini, Dewi berpikir secara mendm, meskipun dia sangat jarang berhubungan
dengan Presiden, tapi perku Nyonya Presiden, seharusnya juga th mendapat persetujuannya.
Itu berarti, saat ini, Presiden seharusnya mendukungnya.
Hanya saja dia masih belum berpihak secara resmi, itu karena tiga keluarga besar itu belum
memaksanya ke jn buntu atau karena dia merasa belum waktunya?
Ketika sedang berpikir, Sammy berkatagi, “Tapi, kamu juga jangan menaruh harapan telu besar
pada Presiden ….
“Kenapa?” Dewi sangat bingung.
“Orang yang mkukan hal–hal besar, yang mereka pertimbangkan adh secara keseluruhan, bukan
persahabatan.” Sammy berkata dengan serius, “Ku Lorenzo masih hidup, tentu saja Presiden akan
memikirkan seg cara untuk melindunginya.”
“Tapi, ku Lorenzo sudah tidak ada, maka Presiden akan mempertimbangkan situasi ekonomi negara
Emron, mengangkat Presdir baru untuk menjabat!”
“Paham.” Dewi sudah mengerti maksudnya, “Itu berarti, ku Lorenzo sudah tidak ada, siapa pun
tidak akan membantuku.”
“Benar.” Sammy mengh napas, “Saat ini, penguasa baru, seharusnya juga akan dipilih dari tiga
keluarga besar itu, aku tebak, yang paling punya kesempatan untuk menjabat, seharusnya adh Cole
Kingsley!”
“Dibandingkan dengan Winston dan Michael, dia terlihat lebih punya strategi, juga lebih bisa tenang,
bahkan dia juga masih punya kelebihan yang tidak dimiliki Lorenzo, yaitu dia lebih mudah
dikendalikan….
.
Kata–kata Sammy ini memiliki makna mendm, Dewi mengerti dm sekejap, “Maksudmu, dia
bersedia tunduk pada Presiden, mendengar perintah Presiden.”
“Kamu memang pintar.” Sammy mengh napas dan berkata, “Pokoknya situasi sekarang sangat
tidak menguntungkan bagi kita, hal yang mendesak saat ini adh menemukan Lorenzo, asalkan dia
bisa kembali, semuanya akan jadi mudah.”
“Kamu tenang saja, dia pasti masih hidup.” Dewi sangat yakin.
“Aku juga percaya dia masih hidup, dia begitu kuat, bukan bisa diruntuhkan dm sekejap… tapi ….”
Sammy berkata dengan makna yang dm, “Yang paling ditakutkan adh ada orang yang tidak ingin
dia kembali.”
Mendengar kata–kata ini, Dewi tercengang, kepnya hampir meledak ….
Sebelumnya dia sama sekali tidak pernah memikirkan mash ini, sekarang diingatkan oleh Sammy,
dia baru mengerti, meskipun Lorenzo masih hidup, juga ada kemungkinan tidak bisa kembali dengan
smat.
Itu juga berarti….
Orang–orang yang kelihatannya memperhatikan kesmatannya itu, mungkin sedang memikirkan
seg cara untuk membunuhnya!!!
Jadi, sekarang hanya bisa melihat siapa yang lebih dulu menemukan Lorenzo….
Jika Jeff yang menemukannya, maka Lorenzo bisa dismatkan.
Jika orangin yang menemukannya, tidak bisa membayangkan konsekuensinya….
“Sejujurnya, sekarang aku juga tidak punya saran yang lebih baik untukmu.” Sammy mengh napas
panjang. “Aku hanya bisa menceritakan situasi saat ini, biar kamu mengetahuinya,gi p, masih ada
dua orang hebat yang memberi petunjuk di sisimu, itu jauh lebih baik dari aku yang hanya bisa cemas
di sini.”
Saat berbicara, Sammy menatap Bibi Lauren dengan hormat dan juga takut, “Aku sudah selesai
bicara, aku pergi dulu, semoga bisa secepat mungkin menemukan Lorenzo!”
“Aku akan memikirkan caranya.”
Dewi mengantar Sammy keluar, pada saat ini, kebetn Mina mencarinya kemari, “Nona Dewi,
Pangeran ingin bertemu denganmu.”
“Oke, kamu tunggu aku sebentar.”
Belongs to (N)?vel/Drama.Org.
Dewi hendak masuk untuk ganti pakaian, Mina buru–buru menariknya, “Pangeran di dm mobil, dia
bng, tidak leluasa slu memintamu ke sana, jadi dia pun kemari.”
Dewi menoleh dan melihat mobil yang diparkir di tempat tidak jauh.
Pengikutnya membuka pintu mobil, mengangkat kursi roda turun dari mobil, kemudian mendorongnya
kemari.
Dewi mengajak mereka datang ke ruang kerja, Bibi Lauren juga ada.
Willy menyapa Bibi Lauren dengan hormat terlebih dahulu, kemudian bertanya terus terang, “Dewi, hari
ini kamu pergi menemui Nyonya Presiden? Terjadi sesuatu atau tidak?”
“Sudah bertemu Juliana.” Dewi mendeskripsikan situasi pertemuan hari ini, “Dia tiba di rumah saat dini
hari, terluka….”