Bab 2230
Bab 2230 Tenang
“Benar.” Winston berseru, “Ku masih bertele–tele, kami akan bertindak sendiri.”
“Kalian jangan seperti ini …” N ketakutan hingga gemetar.
“Aku mau lihat siapa yang berani!” Dewi maju menghadang di depan N, “Sma masih ada aku di
sini, siapa pun jangan harap bisa mengambil barang apa pun di rumah ini.”
“Wanita sepertimu benar–benar tidak masuk akal.” Winston mencibir, “Kamu tidak mengerti bisnis, juga
tidak tahu keseriusan mash ini. Aku ms bicara denganmu. Ku kamu masih menghadang kami,
aku tidak akan sungkan padamugi.”
“Aku mau lihat bagaimana kalian akan bersikap tidak sungkan padaku.”
Begitu Dewi mengeluarkan perintah, Sonny segera membawa pengawal menyerbu.
“Kalian harus tahu js, di sini kediaman Keluarga Moore, bukan Keluarga Dewi.”
Winston dan Michael sama sekali tidak takut pada Sonny dan yanginnya. Mereka masih berseru
marah, “Sungguh tidak bisa membedakan mana yang benar dan sh!”
“Tuan Winston, Tuan Michael, sebelum pergi, Tuan Lorenzo sudah berpesan, kami harus melindungi
Nona Dewi dengan baik, juga bng Nona Dewi adh nyonya di Keluarga Moore. Kami harus
mendengarkan perintahnya!”
“Jadi, ku kalian sungguh mengganggu Nona Dewi, jangan shkan kami bersikap tidak sopan!”
Perkataan Sonny ini cukup berefek.
“Kamu ….” Winston sangat emosi hingga wajahnya memerah.
Michael berbisik di telinganya, “Jangan ganggu mereka dulu. Meski sekarang pengawal di Keluarga
Moore tidak banyak, tapi semuanya adh pengawal elite. Bawahan kita ini tidak bisa menghadapi
mereka.”
Mendengar perkataan ini, Winston mengganti carain, “Kamu tidak membiarkan kami mengambil cap
stempel, apa kamu mau bertanggung jawab atas kerugian perusahaan?”
“Benar, bagaimana dengan proyek yang mendesak itu?” Michael berkata dengan dingin, “Kami adh
pemegang saham Grup Moore, tidak mungkin diam saja melihat Grup Moore bangkrut.”
“Perusahaan sebesar Grup Moore bisangsung bangkrut hanya dm beberapa hari? Kalian mau
menakuti siapa?” Dewi tidak termakan jebakan mereka, “Mengenai bisnisin,njut beroperasi seperti
biasa. Mengenai proyek mendesak itu, tunda untuk sementara, barunjutkangi seth Lorenzo
kembali!”
“Kamu bicara begitu mudah.” Michael berseru marah, “Apa kamu mengerti bisnis? Kamu tahu berapa
banyak kerugian yang akan ditimbulkan ku proyek itu ditunda? Sekarang Lorenzo
Belongs to (N)?vel/Drama.Org.
1/2
tidak ada, kami berdua masih bisanjut mengel perusahaan. Kamu serahkah cap stempel itu.
Jangan memengaruhi progres pekerjaan.”
“Benar, cepat serahkan cap stempel itu!”
“Serahkan!”
Sekelompok orang itu berteriak dengan gk, membuat para pyan wanita ketakutan dan panik.
Dewi mengerutkan keningnya, ekspresinya sangat