Bab 2211
Bab 2211 Meminta Pertolongan Medis
Selesai mengakhiri panggn, Lorenzo berpesan pada Jasper, “Tanya Jeff, beberapa hari ini Dewi
pergi ke mana? Juga bertemu dengan siapa?”
“Baik.” Jasperngsung menelepon Jell.
Mobil terus mju. Sopir mpor, “Tuan, ada orang yang mengikuti kita.”
Lorenzo melirik kaca spion,lu berkata dengan tenang, “Cari tempat untuk menghadang mereka dan
tangkap hidup–hidup.”
“Baik.”
Mobil pn–pn menambah kecepatan, tetap mju ke depan.
Membuat mobil di bkang bisa mengikuti mereka, tetapi js itu dengan susah payah.
Jasper selesai menelepon,lu mpor pada Lorenzo bahwa Nyonya Presiden datang untuk
mengajak Dewi pergi ke pameran lukisan. Lalu, orang yang membocorkan berita itu adh Nyonya
Young.
“Kelihatannya mungkin ini karena sekelompok wanita tanpa sengaja membicarakannya saat
mengobrol.” Jasper menganalisis, “Untuk mash sekecil ini, tidak mungkin ada rencana tersembunyi,
‘kan?”
“Jangan urus dulu.” Lorenzo juga tidak ingin fokusnya terpecah karena mash ini, “Hubungi Juliana,
tanya situasi di tempatnya.”
“Baik.”
Seth berbaikan, Dewi tidur dengan sangat nyenyak.
Saat bangun keesokan paginya, diangsung pergi mengobati Willy seth selesai sarapan.
Kondisi Willy pulih dengan sangat cepat, setiap hari bisa melihat hasilnya.
Sekarang tidak ada gangguan dari racun, pengobatan dari Dewi pun sangat berkhasiat.
Seth pengobatan seharian selesai, Robin mkukan panggn video. Dia mpor pada Willy
dengan bersemangat, bahwa mereka menerima kiriman obat dari Dewi.
Handy dan orang-orang dari kantor cabang Grup Moore yang mengantarkan secarangsung pada
mereka, sehingga mereka bisa mi mengonsumsinya hari ini.
Willy sangat gembira, sambil mengarahkan kamera ke Dewi.
Robin dan seluruh orang di kastel berterima kasih dengan tulus pada Dewi.
Dewi berpesan pada mereka tentang cara penggunaan obat dan beberapa hal yang harus
diperhatikan,lu menyuruh mereka memperhatikan efek obat setiap hari, serta mporkannya pada
Willy.
Robin mengingat semuanya.
Selesai menelepon, Willy berterima kasih pada Dewi. Meski hanya sepenggal kata dan tidak bicara
telu banyak, tapi rasa terima kasih di matanya sangat tulus dan dm.
Dewi merespons seadanya dengan berkata jangan sungkan,lu sibuk meracik obat.
Mina membantu Willy mengoleskan obat. Melihat tatapan Willy terus memperhatikan Dewi, Mina pun
merasa sangat sedih.
Beberapa hari berikutnya, Dewi sibuk mengobati Willy. Dengan pengobatan darinya, luka luar Willy pun
sudah sangat membaik, tapi penyakitma di kedua kakinya tetap sulit sembuh.
Dewi menyadari keracunan kali ini juga memengaruhi kaki Willy. Sebelumnya, seharusnya kondisi
sudah stabil. Sekarang mh semakin sulit.
Karena itu, setiap hari Dewi meneliti cara pengobatan yang baru, juga menelepon Brandon untuk
mengirimkannya beberapa buku medis kuno kemari.
Dm sekejap, sudah belu seminggu. Lorenzo masih belum png, tapi terkadang dia bisa
mengirimkan pesan pada Dewi. Meski Dewi merasa sangat sedih, tapi dia tetap menunggu. dengan
sabar.
Kiriman buku medis kuno dari Brandon sudah sampai. Setiap hari Dewi mempjari buku itu di rumah.
Akhirnya ia menemukan sesuatu,lu dia punnjut mengobati Willy.
Sore hari itu, Dewi baru saja selesai mengobati Willy dan sedang membereskan barangnya. Tiba- tiba
Sonny datang mpor dengan buru–buru, “Nona Dewi, Nyonya Presiden datang.”
“Ha?” Dewi tertegun,lu mengerutkan kening, “Kenapa dia datanggi?”
“Sepertinya Nona Tamara sakit parah, tidak bisa menemukan dokter. Jadi, dia datang kemari untuk
meminta bantuan Nona.” Sonny berkata, “Aku lihat dia sangat panik. Kak Jeff pun menyuruhku
mencari Nona.”
“Ini berkaitan dengan nyawa orang.”
Dewi segera membereskan kotak obatnya,lu bersiap png.
“Dewi.” Tiba–tiba Willy menghentikannya.This text is ? N?velDrama/.Org.
“Ha?” Dewi menoleh dan menatapnya.
“Biarkan Mina ikut denganmu.” Willy melirik Mina, “Sekarang dia sudah mempjari beberapa
2/3
ilmu medis dasar, bisa jadi asistenmu.”
“Tapi, ku dia pergi, siapa yang menjagamu?” tanya Dewi.
“Ada banyak pyan di sini, tidak apa–apa. Mina buru–buru berkata, “Selesai minum obat, Pangeran
akan tidur. Sebenarnya saat mm, juga tidak ada gunanya aku di sini.”
“Baih. Aku pergi lihat keadaannya dulu. Nanti kamu baru datang.”
Dewi berkata begitu,lu buru–buru pergi.