Bab 2210
Bab 2210 Berbaikan
Mendengar perkataan ini, Dewi pun berpikir dm–dm, sepertinya memang benar seperti itu.
Meski Lorenzo punya banyak kekurangan, tapi satu–satunya kelebihannya adh tidak perlu repot–
repot bermain trik, juga tidak perlu menyembunyikan apa pun.
Ku dia sungguh ada hubungan dengan Juliana, dia bisangsung berpacaran terang–terangan
dengan wanita itu. Untuk apa serepot ini?
“Masih ada satu halgi.” Mina melihat keluar,lu bertanya dengan suara kecil, “Siapa yang memberi
tahu Nona ku Tuan Lorenzo dan Juliana pergi ke Negara Maple?”
Dewi tertegun sejenak,lu tanpa sadar bicara, “Saat sedang mengobrol, Nona Young tidak sengaja
membahasnya.”
“Nona tidak pernah suka bersosialisasi. Kenapa bisa bertemu dengan Nyonya Young?” Mina merasa
sangat bingung, “Semm sepertinya aku lihat ada mobil yang datang mencari Nona. Siapa itu?”
“Yang datang semm adh Nyonya Presiden. Dia mengajakku pergi ke pameran lukisan,lu
Dewi memberitahukan kejadian di pameran lukisan hari ini pada Mina.
Seth mendengarnya, ekspresi Mina menjadi serius, “Entah kenapa aku merasa ada beres….”
yang tidak
“Apa yang tidak beres?”
Content is property of N?velDrama.Org.
tanya
Dewi.
“Aku juga tidak bisa mengatakannya.” Mina tidak mengerti, “Nanti saat kembali, aku akan tanya pada
Pangeran.”
“Ini mash antara wanita, jangan beri tahu dia.” Dewi tidak setuju, “Tapi menurutku, perkataanmu tadi
benar juga. Mungkin aku yang telu curiga, seharusnya aku percaya pada Lorenzo dan menahan
temperamenku.”
“Benar, tidak mudah kalian bisa bersama, harus menghargainya dengan baik.” Mina berkata dengan
penuh makna, “Jangan telu memedulikan detail–detail ini, juga jangan terprovokasi oleh orang yang
berniat jahat. Kalian harus saling percaya.”
“Provokasi Mendengar kata ini, Dewingsung tertegun, “Maksudmu, Nyonya Young itu sengaja
menyebarkan berita ini untuk merusak hubunganku dan Lorenzo?”
“Aku tidak tahu.” Mina berkata, “Namun, intinya ini sedikit mencurigakan. Nona sangat baik hati, tapi
jangan termakan jebakan orangin.”
“Ya, aku mengerti. Terima kasih.”
Tiba–tiba Dewi merasa sepertinya kecerdasan intelektualnya sudah pulih kembali.
“Aku harus kembali. Nona istirahah lebih awal.”
Mina berdiri dan bersiap pergi.
“Besok pagi aku akan ke sana.” Dewi mengantarnya keluar, sambil berpesan, “Ingat, kakimu juga
harus dioleskan obat.”
“Aku tahu.”
Selesai mandi, Dewi berbaring di ranjang sambil melihat ponselnya, Lorenzo tidak
meneleponnya, dm hati dia merasa sedikit sedih. Namun, teringat perkataan Mina, Dewi pun
merasa dia harus memercayai Lorenzo.
Saat sedang berpikir begitu, Lorenzo menelepon. Dia pun buru–buru menjawabnya, “Halo?”
“Apa sudah tidak marah?” tanya Lorenzo.
Entah kenapa begitu mendengar perkataan ini, Dewi merasa sedikit sedih. Suaranya pun melembut,
“Masih.”
Lorenzo merespons, “Hm?”
“Minta maaf.” Dewi sengaja berkata dengan gk, “Cepat!”
“Baih….” Lorenzo mengh napas, “Maaf, tidak seharusnya aku pergi tanpa berpamitan.”
“Lalu?” Dewi bertanya dengan pura–pura marah.
“Sebenarnya, aku bukan sengaja menyembunyikannya darimu, hanya tidak mau membuatmu marah.”
Lorenzo menjskan, “Sin itu, aku juga ingin secepatnya menyelesaikan mash ini,lu segera
png menemanimu!”
Hati Dewingsung melembut, bahkan suaranya juga melembut, “Baih, aku memaafkanmu.”
“Kk tidak boleh emosi sembarangan.” Lorenzo mi menasihatinya, “Harus patuh, mengerti?”
“Mengerti.” Dewi berkata dengan patuh, “Ku begitu, cepah png begitu urusanmu selesai. Ku
ada waktu, juga harus meneleponku. Tidak boleh mengabaikanku.”
“Aku tahu.” Lorenzo menyunggingkan senyum menawan,lu bertanyagi, “Siapa yang
memberitahumu ku aku pergi ke Negara Maple bersama Juliana?”
“Saat beberapa nyonya mengobrol, aku tanpa sengaja mendengar….” Dewi tidak mau menimbulkan
mash, maka dia berkata dengan sederhana, “Itu tidak penting. Aku merasa scharusnya kamu
memberitahuku dulu, tidak seharusnya menutupinya dariku.”
“Ya.” Lorenzo tidak banyak bertanya, hanya berpesan beberapa hal pada Dewi,lu mengakhiri
panggn.