Bab 2183
Bab 2183 Dapat Pekuan Baik
Dewi terbangun dm keadaan linglung, adegan sebelum dirinya pingsan, muncul di benaknya, dia
terkejut dan tiba–tiba bangkit …..
“Ah….”
Karena rasa sakit yang luar biasa, Dewi tumbang ke ranjang dm sekejap.
Ada rasa kewaspadaan di dm hatinya, memaksanya untuk sadar. Ia membuka matanya, melihat
pemandangan di depan matanya,lu ia pun tercengang…
Bukan penjara, bukan gudang bobrok, juga bukan tempat yang tentar.
Ini benar–benar kamar yang mewah, saat ini dia sedang berbaring di atas ranjang, selimut yang
menutupi tubuhnya juga adh barang mewah ks atas….
Tidak benar.
Pangeran yang kejam itu menangkapnya, bukankah seharusnyangsung membunuhnya, atau
menyiksanya dengan kejam?
Di mana ini?
This text is ? N?velDrama/.Org.
Dewi masih dm keadaan linglung, pintu kamar tiba–tiba terbuka, beberapa pyan wanita. berjn
masuk sambil mendorong troli makanan, di bkang mereka juga diikuti seorang dokter wanita dan
beberapa perawat.
“Anda sudah siuman!”
Dokter melihat Dewi sudah siuman, buru–buru kemari untuk memeriksanya.
“Ini tempat apa?” Dewi bertanya dm bahasa Inggris.
“Ini Istana Denmark.”
Dokter wanita itu menjawabnya sambil memeriksa luka di kepnya.
“Istana?” Dewi sangat bingung, “Istana siapa?”
“Tentu saja Istana Yang Mulia.” Dokter wanita itu tersenyum.
“Ugh… Otak Dewi penuh dengan pertanyaan, bukankah dia ditangkap oleh pangeran jelek itu?
Kenapa bisa muncul di Istana?
Dia teringat, seth bangunan itu meledak, Pangeran itu menangkapnya dan Mina, bahkan masih
mau membunuhnya,lu Pangeran yanginnya datang menghentikannya.
“Jangan membunuhnya!”
1/2
“Bukankah hanya seorang wanita? Untuk apa begitu berusaha? Waktu itu seharusnya membunuhnya
lebih awal, jadi tidak akan ada begitu banyak mash.”
“Ini permintaan Yang Mulia. Tuan L menelepon Yang Mulia secarangsung.”
Teringat percakapan ini, Dewi akhirnya mengerti, sebelum bangunan itu meledak, dia sedang
menelepon Lorenzo. Pria itu seharusnya mendengar suara tembakan di telepon, tahu terjadi sesuatu
padanya, jadi segera menelepon Raja Denmark ….
Pada saat kritis, tetap Lorenzo yang menymatkannya..
Dia berutang padanyagi.
“Bagaimana perasaanmu? Apa kepmu masih sakit?”
Dokter wanita itu bertanya dengan perhatian.
“Sakit.” Dewi menyentuh kepnya yang terbungkus rapat, ia merasa kepnya sepertinya akan
terbh.
Dia ingat bahwa hanya betisnya saja yang terkena tembakan, mengapa sekarang kepnya juga
terluka?
Mungkin dipukul oleh Pangeran jelek itu.
Sekarang beberapa Pangeran jelek itu seharusnya sangat membencinya, ku tidak ada dirinya, Willy
pasti sudah dihabisi sejak awal, mana mungkin masih bisa berjuang mwan mereka?
Jadi, seth bajingan itu menangkap Dewi, mereka bahkan tidak ingin mengucapkan sepatah kata
pun, inginngsung membunuhnya.
Namun pada saat itu, Raja menghentikan semua ini….
Mungkin sekarang mereka membencinya….
“Seth minum obat, istirahah dengan baik.’
Dokter wanita itu memerintahkan asistennya untuk menyuapi Dewi minum obat.
Seth melihat obatnya, kemudian Dewi pun meminumnya.
Dokter wanita itu tersenyum dan berkata, “Kabarnya Anda juga seorang dokter, bagaimana mungkin
aku berani bertindak ceroboh di depanmu? Anda tenang saja, Yang Mulia meminta kami menjagamu
dengan baik, kami tidak berani mempekukanmu dengan buruk.”
“Terima kasih.” Dewi berbaring di ranjang dengan tenang, “Di mana Mina?”
“Maksudmu anggota FBI yang diskors itu?” Dokter wanita itu berkata, “Dia tidak seberuntung Anda, ia
dikurung di dm penjara bawah tanah, menunggu diinterogasi oleh FBI.”
2/3
“Apa aku boleh bertemu dengannya?” Tanya Dewi.
“Maaf, sepertinya tidak boleh.” Dokter wanita itu berkata sambil tersenyum.
“Ku begitu, kapan Yang Mulia berencana menemuiku?”
Dewi tahu js, dia tidak bisa berbuat apa–apa di sini, tidak mungkin bisa menymatkan Mina
seorang diri.
Namun dia juga tahu, Raja akan segera menemuinya, mungkin dia sudah memastikan hubungannya
dengan Lorenzo, juga mungkin ada sanin….
Tapi, sudah pasti akan datang menemuinya.