Bab 2149
Bab 2149 Presiden
“Ku begitu, kenapa kamu barusan tidak menk?”
Dewi merasa sekarang saat yang tidak telu pas, jika awalnya ia tahu ia akan pergi ke Istana
Kepresidenan untuk menghadiri makan mm, ia pasti akan bertanya pada Lorenzo dulu sebelum
menyetujui Mina.
Meskipun ia tidak telu mengerti tentang hubungan manusia, namun ia tidak akan menyusahkan
Lorenzo, ia masih mengerti logika ini.
“Kamu sudah setuju, masa aku tk. Ku begitu, bukankah nantinya kamu tidak punya otoritas
dm keluarga?”
Lorenzo mencubit wajah mungilnya, “Meskipun kamu membuat keputusan yang sh, sma kamu
yang membuat keputusan, aku akan menghormati keputusanmu. Ku muncul mash, aku akan
menggantikanmu membereskannya.”
“Eh ….”
Hati Dewi tersentuh mendengar perkataan Lorenzo, ia tidak menyangka, Lorenzo begitu lembut, ia
begitu bertanggung jawab, benar–benar sangat memikirkannya ….
“Kamu tidak perlu mengandalkan orangin untuk kesmatanmu.” Lorenzo mengusap lembut
rambutnya dan berkata dengan lembut, “Sin melindungi dirimu sendiri, satu–satunya orang yang
bisa kamu percayai sepenuhnya adh aku!”
“Iya.” Dewi menganggukkan kep dengan berat, hatinya sangat tersentuh.
Lorenzo tidak berkata apa pun, ia mengulurkan tangan, menariknya ke dm pelukan, menciumnya
dengan lembut.
“Apa aku berpakaian telu sederhana hari ini? Aku tidak memakai perhiasan apa pun, mereka semua
mengatakan aku telu sederhana, apa akan membuatmu malu?”
Dewi mi sedikit tidak percaya diri, sejak awal ia terbiasa dengan jnnya sendiri, tidak pernah
mempertimbangkan perasaan Lorenzo.
Namun sebaliknya, Lorenzo slu memikirkannya, ia tiba–tiba merasa dirinya yang seperti ini
sangah jahat.
“Tidak, senyamannya kamu saja.” Lorenzo sama sekali tidak peduli, “Wanitaku tidak perlu mempersulit
diri sendiri untuk kesenangan orangin, kamu hanya perlu menjadi diri sendiri.”
“Ku begitu, mungkinkah mereka akan merasa aku membuatmu malu?” Dewi masih sedikit gelisah,
“Mungkinkah mereka akan tidak menyukaiku?”
“Siapa yang tidak menyukaimu, aku akan mengorek matanya keluar.” Lorenzo berkata dengan
dominan, “Lagi p, harga diri itu punyaku, aku akan membuangnya untukmu, apa
hubungannya dengan mereka?”
Dewi tertawa, iangsung mendekati Lorenzo dan menciumnya dengan penuh gairah.
N?velDrama.Org content rights.
Lorenzo memegang bkang kepnya dan menciumnya dengan penuh tenaga.
Keduanya berciuman dengan penuh gairah seperti ini.
Saat ini, mereka berdua merasa bahwa mereka bisa bersama smanya ….
Mobil berhenti di pintu masuk Istana Kepresidenan, seorang pengawal membuka pintu dari luar,
Lorenzo dan Dewi turun dari mobil.
Segerombn orang dengan pakaian bagus bergegas menghampiri mereka, mereka semua
tercengang saat melihat Dewi.
“Smat mm!”
Dewi tersenyum menyapa mereka.
“Eh…”
Michael dan Winston terkejut melihat Dewi.
Namun Cole Kinsley sangat tenang, menatapnya dengan senyum yang menyenangkan, juga
berinisiatif menyapanya, dengan tatapan yang sangat akrab, “Nona Wiwi,ma tidak berjumpa!”
“Lama tidak berjumpa.” Dewi tersenyum membsnya.
“Benar–benar….”
Michael dan Winston akhirnya merespons, keduanya tersenyum kikuk, tidak tahu harus berbicara apa.
Di sisiin, Juliana yang berada di bkang kerumunan, menyapa Dewi dengan murah hati, “Nona
Wiwi, sangat senang bertemu denganmu!”
“Hehe….” Dewi setengah tersenyum menatap Lorenzo, “Aku juga senang bertemu denganmu.”
Juliana mengerutkan bibirnya dan tersenyum, ia tidak berkata apa–apagi.
“Mari kita masuk dulu.” Sammy berkata, “Jangan biarkan Tuan Presiden menungguma.”
“Betul, betul, masuh….”
Ketika mereka hendak masuk, sebuah suara nyaring terdengar, “Lorenzo, kamu datang tepat waktu,
aku bng akan keluar menyambutmu, tapi tiba–tiba ada telepon!”
Dewi mendongak menatapnya, ia pernah melihat Presiden ini diyar televisi, tampaknya ia jauh lebih
bijaksana daripada Ivan, wajahnya dipenuhi senyuman yang ramah dan tulus.