Bab 2141
Bab 2141 Memutuskan
This text is property of N?/velD/rama.Org.
‘Di dunia ini ada berapa banyak Lorenzo?” tanya Lorenzo, “Ketika aku berada di titik terendah, aku
tidak pernah membungkuk pada siapa pun, tidak menipu, mengkhianati, atau
memanfaatkan siapa pun
“Itu benar.” Jasper berpikir berng kali, dan wajahnya terlihat serius, “Dm hal ini. Pangeran Willy
benar–benar berbeda, dia tahu bahwa dia tidak dapat mengandalkan kemampuannya sendiri untuk
membalikkan keadaan, jadi dia terus berusaha sebaik mungkin untuk mendekati Nona Dewi, untuk
menarik perhatianmu demi mencapai tujuannya.
“Jadi….” Lorenzo menyipitkan matanya dan menyimpulkan. “Orang ini tidak bisa ditolong!”
“Lalu, Nona Dewi….”
“Dia wanitaku, seharusnya dia berpikir dari sudut pandangku,” Lorenzo berkata dengan tidak.
“Dia memintaku untuk menymatkan Willy, ini tidak masuk akal dan tidak benar. Aku bisa memenuhi
permintaaninnya, tapi untuk mash ini, tidak!”
senang.
“Tapi….”
“Sudah.”
Ketika Lorenzo th membuat keputusan, dia tidak akan pernah mendengarkan pendapat siapa pun
lagi.
“Jika dia tulus padaku, dia seharusnya mengerti kesulitanku. Jika dia meninggalkanku karena aku tidak
menymatkan Willy, itu berarti dia sama sekali tidak mencintaiku. Perasaan seperti itu, aku tidak
menginginkannya!!”
Dia berkata dengan tegas.
Tapi, ketika dia mengatakannya, hatinya masih bergetar.
Dia tidak pernah berpikir untuk berpisah dari Dewi, tapi dia sangat marah ketika memikirkan. Dewi
dengan sepenuh hati ingin menymatkan Willy.
Melihat sikap tegas Lorenzo, Jasper tidak berani mengatakan apa–apagi, tapi dengan hati–hati
mengingatkan, “Tuan, Anda harus bicarakan baik–baik dengan Nona Dewi, agar tidak menimbulkan
keshpahaman ….”
“Ya.” Jawab Lorenzo, “Panti asuhannya bukannya sedang cari yayasan? Kumpulkan informasinya.”
“Baik/Besok akan kuberikan pada Tuan.”
Lorenzo berpikir, yang paling dipedulikan oleh Dewi sekarang adh panti asuhan, jika dia
menyelesaikan mash ini untuknya, itu seharusnya bisa sedikit menebus mash Willy, ‘kan?
Meskipun dia tidak pernah menyukai anak–anak yang berisik itu, dan juga tidak suka mkukan
1/3
amal, tapi demi Dewi, dia masih bisa mkukan perbuatan baik ini.
Semoga dia bisa memahami maksud hatinya….
“Tuan, Anda tidak ingin istirahat?”
Jasper memberikan secangkir teh untuk Lorenzo.
“Sekarang dia sedang marah, ku aku ke sana, kita hanya akan bertengkar.” Lorenzo terus
mengurus dokumen–dokumen itu, “Tunggu sampai amarahnya mereda baru kita bicarakangi.”
“Ya. Jasper melihat perubahan Lorenzo, seseorang yang slu memberontak, sekarang dia dapat
berinisiatif untuk berdiskusi dan mempertimbangkan satu samain. Nyatanya, dia th banyak
berubah….
Sayang sekali Dewi belum melihatnya.
Dewi marah dan kembali ke kamarnya.
Bajingan itu mh mengatakan bahwa dia menikah dengannya karena Willy, bagaimana dengan hal
yang sudah merekakukan itu …..
Js–js dia yang bergegas ke arahnya seperti binatang buas, membuat dirinya sama sekali tidak
punya ruang untuk mwan, tapi karena menyukainya, tanpa disadari dia tetap myaninya,
sekarang dirinya mh dianggap seperti itu.
Keteluan!
Dan juga, js–js Lorenzo mengatakan bahwa ia tidak akan mengmi kesulitan jika menolong
Willy, jadi kenapa dia tidak menymatkannya?
Lebih dari 80 nyawa, apa itu tidak berarti apa–apa di matanya?
Dewi tidak bisa memahaminya.
Saat ini, ponselnya mi bergetar, dia menemukannya di sofa dan menjawab panggn, “Mina!”
“Maaf, Nona Dewi, apa aku mengganggu Anda?”
“Tidak, tidak apa–apa, aku sedang sendirian di kamar.”
“Aku ingin ke atas menemuimu, tapi mereka mengatakan bahwa lukaku belum pulih dan menyuruhku
untuk tidak mengganggumu, jadi….”
Mina mengatakannya dengan sopan, tapi dia sebenarnya mengungkapkan bahwa orang–orang dari
keluarga Moore tidak mengizinkannya untuk melihat Dewi.
“Benar, kamu sedang dm masa pemulihan sekarang, jadi jangan bergerak sembarangan.” Dewi
tidak memperhatikan kata–katanya, “Bagaimana lukamu? Pengobatan dokter itu masih ok, ‘kan?”
2/3
“Lukaku baik–baik saja, aku hanya mengkhawatirkan Pangeran….”