Bab 2116
Bab 2116 Kesepian
Dewi kembali ke kastel Willy dan melihat Robin duduk lemah di kursi roda, sedang mengatur hal–hal,
dia memarahinya dengan penuh emosi, “Robin, lukamu sangat parah, kenapa bangun?
Kamu mau mati?”
“Nona Dewi….” Robin sangat lemah, terengah–engah seth mengucapkan sepatah kata, “Mereka
keluar untuk beli obat, tapi tidak menemukan satu pun. Aku cemas, jadi bangun dan memberi arahan.”
“Apa? Obat–obat itu adh obat yang sangat umum. Kenapa tidak bisa membelinya?” Dewi bertanya
dengan heran, “Ada apotek di mana–mana. Jika di Negara Nusantara, bisa memesannya. secara
Online dan mengirimnyangsung ke rumah.”
“Nona Dewi. Kami pergi berbnja obat dua hari ini, menemukan bahwa obat–obat di pasar sudah
terjual habis.”
N?velD(ram)a.?rg owns this content.
“Beberapa obat itu tidak terjual habis, tapi tidak dijual pada kami. Kami dengan js melihat ada obat
di apotek. Begitu pemilik apotek melihat kami, dia menyimpan obat–obat itu.”
Beberapa pengawal menjskan situasinya. Mereka sangat panik.
“Pasti ada orang yang memberi perintah sebelumnya, sengaja menyuruh mereka untuk tidak
menjualnya pada kita.”
“Orang–orang itu ingin menekan kita sampai mati!!!”
Para pengawal marah karena merasa tidak adil, penuh emosi.
“Diam.” Teriak Robin dengan marah, “Jangan mengucapkan kata–kata yang lemah. Kita pasti akan
menemukan cara.”
“Baik.” Para pengawal tidak berani mengatakan apa–apagi.
“Kalian pergh. Aku akan bicarakan dengan Pangeran saat dia kembali.”
“Baik.”
Para pengawal pun mundur. Robin memegang lukanya dan berkeringat deras. Seh, seluruh
tubuhnya tidak sanggup menahannyagi.
Dewi segera menyuruh orang untuk mendorongnya ke bangsal, merawat lukanya, memberi infus, dan
memberitahunya, “Kamu istirahat dengan tenang. Aku akan diskusi dengan Willy tentang mash
obat.”
“Terima kasih, Nona Dewi….”
Robin jatuh pingsan sebelum menyelesaikan kalimatnya.
1/3
Dewi menatap Robin yang seperti ini,lu menatap orangin yang khawatir, hatinya sangat sedih….
Dia tidak mengerti. Apa Willy mkukan perbuatan yang tidak manusiawi, sehingga orang–orang itu
ingin menckainya, dan juga semua orang yang ada dm istananya.
“Pangeran th kembali!”
Terdengar suara orang yang mpor dari luar, dan segera, pengawal mendorong Willy masuk.
Willy kehujanan. Jasnya basah kuyup, dan rambutnya juga ada tetesan air. Tapi sepertinya, dia tidak
menyadarinya. Begitu masuk, dia bertanya tentang situasi Robin.
Dewi menjskan secara singkat, dan berkata dengan lembut, “Aku baru saja memeriksanya. Dia
baik–baik saja sekarang. Ayo kita bicara di luar, jangan ganggu istirahatnya.”
“Kembalh ke kamarmu, mandi dan ganti baju. Nanti kita bertemu di ruang kerja….”
Willy berkata dengan penuh perhatian.
“Oke.”
Dewi tidak banyak berpikir, danngsung kembali ke kamar.
Saat mandi, Dewi mengingat kembali apa yang terjadi hari ini, juga mengingat apa yang dikatakan oleh
Raja Denmark. Memikirkannya berng kali, merasa bahwa ada yang tidak beres ….
Seth banyak pertimbangan, tiba–tiba dia menyadari akan satu hal. Mungkin, barangkali, bisa jadi,
sejak awal Willy menyuruhnya datang, ada kesengajaan dan perencanaan di dmnya.
Dan juga, Willy mungkin benar–benar menggunakan hubungan antara dirinya dengan Lorenzo,
berharap dengan ini, ia akan mendapat perhatian dari Raja.
Juga, Robin pergi mporkan situasi pada Raja. Mungkin, dia tidak bertindak atas inisiatifnya sendiri.
Mungkin, itu adh arahannya….
Hal–hal ini, sebenarnya ada jejaknya. Tidak sulit untuk disadari.
Sebelumnya Dewi tidak menyadari, itu karena kepercayaannya pada Willy,
Sin itu, pada dasarnya dia berpikiran sederhana dan tidak memiliki konflik dengan orangin.
Sehingga, dia tidak ingin menganggap orangin itu jahat….
Tapi, dia tidak bodoh.
Seth mempertimbangkan dengan hati–hati, dia masih bisa mengerti.
Sekarang seth mengetahui kebenarannya, Dewi merasa sangat tidak nyaman. Merasa
persahabatan dan ketulusannya, th dimanfaatkan.
Dia begitu memercayai Willy dan membantunya dengan sepenuh hati. Tidak peduli apa yang dikatakan
oleh orangin, dia tidak pernah mencurigainya. Tapi, dia mh berbohong padanya dan
memanfaatkannya.
Tapi mashnya, sekarang kebenaran th diketahui, dia sepertinya tidak telu membenci Willy.
Sebaliknya, sangat bersimpati padanya.