Bab 2115
Bab 2115 Memusnahkan Semuanya
“Sin itu, kamu pikir aku tidak tahu bahwa kamu juga menyukai Tabib Dewi itu? Membuatnya tinggal,
bagimu sama saja dengan mendapat keuntungan dari dua sisi. Mengapa tidak mkukannya?”
“Tapi…”
“Jangan bertele–tele. Raja Denmark ms berbicara dengannya, “Jika kamu mkukannya, aku akan
menyelidiki mash racun secara menyeluruh. Jika kamu tidak mkukannya, mash racun itu akan
ditunda dulu. Lalu, aku akan membiarkan para sepupumu itu yang
mkukannya …
Jika demikian, kamu benar–benar tidak akan mendapatkan apa–apa.”
Kalimat terakhir ini, terdapat ancaman dan peringatan.
Willy tahu bahwa dia tidak punya pilihan, sin menerima perintah, “Baik. Aku akan mengikuti arahan
kakek.”
“Itu baru benar.” Raja Denmark tersenyum puas, “Semua yang akukukan sekarang, adh untuk
kebaikanmu. Kk posisi ini, akan slu diwariskan untukmu.
Kebetn kakimu butuh waktu setengah tahun untuk pulih sepenuhnya. Bukankah bagus jika
membiarkannya tetap di sisimu dan menjagamu?”
“Ya.” Willy tidak banyak bicaragi. Setiap kalimat, mengikuti makna dari kata–kata Raja.
“Pergh.” Raja Denmark memberi isyarat, “Kembali dan istirahah lebih awal.”
Willy sedikit terkejut, “Bukankah mereka sudah datang?”
Dia mengira bahwa Raja Denmark akan menegur para sepupu itu di depannya, kemudianngsung
memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas mash racun tersebut. Namun, Raja Denmark
membiarkannya pergi sekarang, yang berarti ….
“Mash ini, harus ada prosesnya.” Raja Denmark menjskan, “Jangan khawatir. Aku pasti akan
memberimu satu penjsan! Percayh pada kakek.”
Raja Denmark th berkata demikian, Willy pun tidak mengatakan apa–apa. Dia mengangguk dan
berkata, “Baik, aku mengerti.”
Raja Denmark memberi isyarat. Seorang pyan mngkah maju dan mendorong Willy untuk pergi
mlui pintu samping.
Begitu Willy keluar, terdengar suara penuh kasih sayang dari para sepupu di bkangnya, “Kakek,
cucumu ini sangat merindukanmu!”
“Haha, anak baik. Semuanya sudah datang. Duduh. Aku suruh seseorang siapkan anggur
1/3
merah yang enak. Hari ini, temani kakek makan bersama….”
Suara yang ramah dan harmonis ini, dan pekuan yang menyenangkan, dari mana terlihat seperti
akan meninjau dan menyelidiki? Terlihat seperti kakek yang baik, dan cucu yang berbakti. Keluarga
yang harmonis.
Hati Willy sedih seakan ditusuk jarum. Ketika dia mengangkat kepnya, embusan angin dingin
bertiup di wajahnya, dan membuatnya tersadar
Ternyata, tetap yang tua yang lebih berpengman. Raja Denmark hanya memberikan apa yang
disebut kesempatan sebagai umpan dan membuatnya mengkhianati temannya agar bekerja untuknya.
Investigasi apaan, pewaris takhta apaan, semua hanyh ilusi bka.
Pada saat itu, pura–pura mkukan tindakan, cari beberapa orang yang tidak penting sebagai
kambing hitam, maka bisa menyingkirkannya.
Adapun pewaris takhta, hanya perlu ucapan “tidak memenuhi syarat, tidak cocok“, sudah cukup.
Property of N?)(velDr(a)ma.Org.
Sungguh ironis, konyol, naif, kekanak–kanakan….
Menyedihkan, tadi dia benar-benar memercayainya.
Mengira bahwa Raja Denmark benar–benar merasa bersh, menyhkan dirinya sendiri dan
tersadar ketika mendengar perkataan Dewi. Benar–benar melihat keunggn dan kebaikannya,
benar–benar ingin membimbingnya dan memberinya kesempatan
Hingga pada saat ini, Willy baru menyadari bahwa dari awal sampai akhir, dia adh bidak yang
ditinggalkan.
Bahkan jika suatu saat diambil kembali, juga hanya akan digunakan untuk sementara, dan kemudian
dibuang begitu saja….
Bagaimana mungkin bidak catur yang tidak berguna, hanya dibuang sekali saja?
Keluar dari a, Willy menyipitkan matanya dan melihat kengit yang suram. Seh akan turun
hujan, sama seperti hatinya.
Dia menunduk dan membiarkan pengawal yang menunggu, memapahnya ke dm mobil, tanpa
mengucapkan sépatah kata pun.
Mobil sedang dm perjnan kembali, dan segera, hujan pun mi turun.
Willy memandangi mobil–mobil mewah yang tidak jauh dari kaca spion, Melihat sorot mata yang
bangga dan provokatif dari para pengawal yang menunggu di samping mobil, dan melihat kastel yang
diselimuti oleh hujan….
Tiba–tiba merasa, tempat ini sangat dingin dan suram.
Membuatnya merasa muak!!!
Dia mengepalkan tangannya dengan erat. Mengingatkan dirinya sekaligi bahwa,in kali dia datang
ke sini, harus datang dengan posisi berdiri, menginjak darah orang–orang itu masuk ke
dm kastel….