Bab 2112
Bab 2112 Mengancam L
“Bagus sekali!” Raja Denmark mengangguk, “Gadis itu benar, dm hal karakter dan kemampuan,
kamu puluhan ribu kali lebih baik daripada sepupumu.
Dm lingkungan seperti itu, kamu dapat bertahan hingga sekarang, bahkan mengembangkan
perusahaan yang kamu dirikan sampai masuk ke 100 perusahaan besar di dunia, juga bekerja sama
dengan orang hebat seperti L, ini sudah cukup untuk membuktikan kemampuanmu.
Ku kamu bisa berdiri kembali, maka tentu saja kamu adh kandidat terbaik untuk meneruskan
takhta!!!”
“Terima kasih, Kakek….”
“Jangan berterima kasih padaku begitu cepat.” Raja Denmark menynya, “Aku punya sebuah tugas
untukmu, dan aku hanya akan mempertimbangkannya jika kamu bisa menyelesaikannya!”
“Baik, katakan saja….
Franky sendiri yang mengantar Dewi png, saat melewati sudut koridor, dari depan ada. beberapa
pria muda dan tampan yang berjn ke arahnya.
Franky menundukkan kepnya untuk memberi hormat, dan mereka juga menanggapi dengan
sopan.
Dewi tampak tegas dan serius, dia menatap mereka dengan dingin, dia tahu bahwa mereka adh
sepupu yang sering menindas Willy.
Semuanya tampak cukup rupawan, tetapi dm diri mereka sudah mengakar karakter buruk yang
suka menindas dengan kejam.
Ku bukan karena tidak ingin melibatkan Willy, dia benar–benar ingin memberi mereka pjaran.
“Ini tabib hebat yang diundang Willy?”
Pangeran–pangeran itu memandang Dewi dengan mata yang tajam dan jahat, bahkan ada sh satu
dari mereka yang menatapnya dengan pandangan yang tidak senonoh dan genit.
Dewi mengepalkan tinjunya, hampir saja memukul seseorang, tapi Franky sudah buru–buru mendesak
para pangeran untuk pergi….
Mereka masih menoleh dan membuat gerakan provokatif pada Dewi.
Dewingsung mengambil sepatu di kakinya dan melemparnya …..
“k“, sepatu itu mengenai dua orang di antara mereka.
1/3
Para pangeran itu tercengang, sma ini tidak ada yang berani mempekukan mereka seperti
itu.
Kedua orang yang terkena lemparan sepatunya ingin bergegas maju untuk berdebat, tapi ditahan oleh
yangin. “Ini adh tempat Yang Mulia, apa kalian sudah g?”
Mereka sangat marah, sedangkan Dewi hanya tersenyum dingin,lu pergi ….
Franky sungguh terkejut, dia cepat–cepat mengantar Dewi keluar dari istana.
Seth masuk ke dm mobil, Franky memandang Dewi yang duduk di kursi bkang dari kaca
spion, dirinya penuh keraguan, gadis kecil ini terlihat biasa saja, dari mana dia mendapatkan aura dan
keberanian untuk tidak takut mwan siapa pun?
Sedangkan Dewi, dia sedang melihat ponselnya dengan sangat marah. Lorenzo masih belum
membs pesannya. Bajingan itu, sepertinya dia serius….
Dia tidak benar–benar ingin bertunangan dengan Juliana, ‘kan???
Saat dia sedang memikirkannya, Jasper menelepon, Dewi segera menjawabnya, “Halo, Jasper!”
“Nona Dewi, apa Nona baik–baik saja….”
N?velD(ram)a.?rg owns this content.
Jasper bertanya dengan hati–hati.
Lorenzo tahu bahwa Dewi masuk ke istana bersama Willy, dia khawatir temperamen Dewi yang keras
itu akan membuat Raja marah dan menimbulkan mash.
Dan akan ada waktu penyangga saat mereka menerima pesan, jadi dia meminta Jasper menelepon
untuk menanyakan situasinya.
“Aku masih hidup, tidak akan mati.” Dewi berkata dengan marah, “Apa Lorenzo yang memintamu
menelepon?”
“Ini….” Jasper menatap Lorenzo dengan lemah.
Lorenzo menggelengkan kepnya, jadi Jasper hanya bisa berkata, “Aku sendiri yang ingin
menelepon, bukankah Nona meneleponku sebelumnya? Aku pikir, mungkin ada sesuatu yang
mendesak….”
“Kamu sudah bisa diam sekarang.” Dewi sudah sangat kesal, “Sekarang aku bicara, kamu dengarkan.”
“Baik.“Jasper tidak berani mengatakan lebih banyak.
“Sampaikan pada Lorenzo si bajingan itu, seth aku menyelesaikan urusan Willy di sini, aku akan
segera terbang ke Kota Snowy untuk menjskan padanya secarangsung, ku dia masih ingin
putus, aku tidak akan mengganggunya, tapi sebelum kita bertemu, dia sebaiknya menjaga kemurnian
tubuhnya dengan baik, atau aku akan mengebirinya!!!”
2/3
Seth selesai mengatakannya, Dewingsung menutup telepon.
Franky tertegun dan membuka matanya lebar–lebar karena kaget…
Dia mengerti bahwa panggn telepon tadi, itu dari pengikut terdekat Lorenzo, Jasper. Dewi
memarahinya habis–habisan, kemudian seth selesai, dia mi meninggalkan kata–kata kejam
untuk mengancam Lorenzo.
Lorenzo yang dirumorkan merupakan raja neraka yang haus darah, diancam seperti ini???
Franky tidak berani memercayai telinganya.