Bab 2110
Bab 2110 Membnya
Perkataan yang diucapkan oleh Raja Denmark terdengar sangat berwibawa dan tegas.
Dm sekejap, suasana menjadi tegang.
Dewi, yang slu tidak terkendali, juga tercengang, dia tanpa sadar menatap Willy, sebuah tebakan
yang berani tiba–tiba muncul di benaknya… Mungkinkah
“Yang Mulia.” Willy mendongak menatap Raja Denmark, dan berkata dengan nada yang tidak rendah
hati, juga tidak sombong, “Aku berani berkata, bahwa aku tidak pernah memiliki rahasia. tersembunyi,
juga tidak punya nyali untuk memanfaatkan orangin, terutama L!”
Ku Raja Denmark menyindirnya secara diam–diam, maka tindakan Willy ini merupakan jawaban
yang terus terang.
“Ku begitu katakan padaku, apa Robin berbohong?”
Raja Denmark menyipitkan mata dan menatap Willy dengan pandangan yang rumit.
“Dari rekaman yang baru saja kudengar, Robin mengatakan yang sebenarnya dan tidak berbohong
sepatah kata pun,” jawab Willy tanpa keraguan.
“Benarkah?” Tapi Raja Denmark merasa sedikit ragu.
“Bukankah hanya sebuah status sebagai tunangan? Biar aku yang menjawab.” Dewi akhirnya tidak
tahangi, “Sebelum jam empat pagi ini, aku masih tunangannya Lorenzo, tapi lewat jam empat sudah
bukangi, karena kami sudah putus.
Lalu, pagi ini media mengumumkan pertunangan Lorenzo dan Juliana, sesederhana itu.”
“Ugh….” Franky benar–benar tercengang, “Begitu sembarangan?”
“Kenapa tiba–tiba putus?” Willy bertanya dengan suara rendah, “Apa karena aku?”
“Tidak ada hubungannya denganmu, dia sendiri yang mengg.” Dewi sangat marah, “Robin. tidak
berbohong, Willy juga tidak berbohong, meskipun aku tidak ingin terlibat, apgi melibatkan Lorenzo
karenaku, tapi mashnya th sampai pada titik ini, aku juga harus menjskannya dengan js.
Pertama–tama, meskipun Willy dan aku adh teman baik, tapi mash dia yang th diracuni orang
berkali–kali adh sebuah fakta. Sumber air kastel beracun juga fakta, minyak esensi beracun juga
fakta. Dia dan 83 oranginnya di kastelnya semuanya terkena racun juga fakta. Ini semua adh
fakta yang tidak terbantahkan.
Aku tidak mengertitar bkang hubungan kalian yang rumit itu, aku juga tidak mengerti permainan
konspirasi apa pun. Aku hanya tahu bahwa mereka yang menckai orangin harus dihukum. Tidak
peduli di negara atau dinasti mana mereka berada, ini adh aturan yang tidak bisa dihindari.
1/2
Kenapa sampai di tempatmu justru menjadi sebuah tujuan yang tersembunyi? Apa mungkin Willy
meracuni dirinya sendiri untuk menuduh orangin??? Apa mungkin penganiayaan dan penghinaan
yang dideritanya beberapa tahun ini semuanya diarahkan dan dkukan oleh dirinya sendiri? Apa
mungkin dia yang mematahkan kakinya sendiri???”
Perkataan Dewi sedikit terdengar agresif.
Property of N?)(velDr(a)ma.Org.
Seketika menekan momentum Raja Denmark.
Mata Raja menjadi berkedip–kedip, seh–h dia tidak berani menghadapi Willy.
Memang, ini adh fakta yang tidak terbantahkan.
Bahkan jika Willy benar–benar menggunakan nama Lorenzo untuk menuntut, itu juga bisa dimengerti.
Ada orang yang ingin membunuhnya terlebih dahulu, masa dia tidak boleh
mwan?
Dia hanya tahu bahwa dia sendirian dan lemah, bahkan jika dia dan lebih dari 80 orang di kastelnya
kehngan nyawa, itu tidak akan cukup untuk menarik perhatian, juga tidak akan cukup untuk
membuat Raja Denmark mengambil keputusan dan menghukum cucu–cucunya.
Jadi, dia harus menemukan carain…..
Tapi, dia justru terus mempermashkan mash ini.
Itu hanya karena Willy tidak punya jn keluar, tidak ada dukungan, dan tidak memiliki … kualifikasi
untuk mewarisi takhta!
Jadi, bisa dikorbankan ….
“Dewi ….”
“Biarkan aku selesai berbicara.” Dewi meny Willy dan mnjutkan, “Sama–sama kerabat sedarah,
aku tidak mengerti, kenapa kamu mempekukan Willy seperti ini? Apa karena orang tuanya sudah
tiada dan kakinya lumpuh, jadi tidak ada ni guna??”
“Kamu….” Raut wajah Raja Denmark memucat karena marah, “Lancang!!!”
“Dm hatimu, seharusnya lebih js daripada yangin, ‘kan?” Dewi sama sekali tidak takut padanya
dan mnjutkan, “Baik dm hal kemampuan dan karakter, Willy adh yang terbaik. tapi hanya
karena kedua kakinya lumpuh, makanya kamu membuangnya.
Ku begitu, izinkan aku memberitahumu sekarang, kakinya dapat disembuhkan! Suatu hari nanti, dia
akan kembali berdiri di depanmu dan membuktikan kepadamu bahwa tidak ada yang bisa
menghkannya!!!”