Bab 2030
Bab 2030 Siapa Kamu Sebenarnya
Pembunuh itu benar–benar kehngan kesabaran, ia tersenyum menyeringai, “Ok, aku akan
selesaikan mash ini untukmu.”
Namun, Mina sama sekali tidak takut, ia berteriak kencang, “Apa ini? Pistol???”
Orang–orang di sekitar mereka semua tercengang.
Pembunuh itu sangat emosi, ia mengeluarkan pistol hendak membunuhnya.
Mina menendangnya dengan sekali tendangan.
Seth ditendang, pembunuh itu mundur beberapangkah, ia terkejut. “Ternyata kamu jagoan.”
“Ya!” Mina myangkan tinju ke arahnya, pada saat yang sama, ia berkata pada Dewi, “Cepat pergi!”
Têxt belongs to N?velDrama.Org.
“Terima kasih!”
Dewi berterima kasih,lu mendorong Lessi beri pergi menuju pintu masuk lift.
“Berhenti!”
Pembunuh itu hendak menembak Dewi dengan pistol, namun dihngi oleh Mina.
Namun, karena sebelumnya tangannya terluka karena pisau bedah Dewi, sekarang kembali ditendang
oleh Mina, tangannya tidak bertenagagi dan tembakannya meleset.
Dewi hendak mendorong Lessi masuk ke dm lift, namun kerumunan pasien dan keluarganya yang
sebelumnya menonton, jadi panik dan mrikan diri, mereka memenuhi lift, Dewi mendorong ranjang
pasien sama sekali tidak bisa masuk.
yang
Saat ini, Mina masih berurusan dengan pembunuh itu, meskipun ia sangat terampil, namun pembunuh
itu memiliki pistol, Mina sama sekali bukan tandingannya, tidakma kemudian, ia tertembak di bahu.
“Mina ….”
Dewi ingin menghampiri Mina dan membantunya, namun ia tidak dapat meninggalkan Lessi.
Pembunuh itu mendorong Mina dan mengarahkan pistol ke arah Dewi, “Math kau, wanita jng!!!”
11:06 Tue, b
Bab 2030 Siapa Kamu …
10 mutiara
Melihat Dewi yang hampir cka, sesosok tubuh melompat ke arahnya menghngi peluru itu …..
“Aaaargh!!!!”
Terdengar suara teriakan Brandon, Dewi baru kembali ke kesadarannya dan berteriak, “Brandon!!”
Mina memanfaatkan saat dimana pembunuh itu mempembat pergerakannya, bergegas mendorong
jatuh pembunuh itu dan menahannya dintai.
Brandon membawa empat pengawal, satu pengawal membopongnya, satu pengawal melindungi Dewi,
kedua pengawalinnya membantu menangani pembunuh itu
Saat ini, terdengar suara sirene mobil polisi dari luar, polisi th datang.
Pembunuh itu terjerat oleh tiga orang, ia sama sekali tidak bisa melukai Dewi, ia hanya bisa mrikan
diri dari pintu bkang…..
Dewi memapah Brandon berdiri, menyadari Brandon hanya terluka di bagian lengan, tidak akan
membahayakan nyawanya.
Namun Brandon baru pertama kalinya tertembak, ia kesakitan hingga wajahnya memucat, ia tidak
berhenti menjerit–jerit.
Dewi bergegas meminta orang membopong Brandon dan Mina untuk berobat, ia dan kedua pengawal
lainnya mengantarkan Lessi kembali.
Dengan cepat, Bibi Lauren membawa orang–orang datang, ketika ia tahu bahwa Dewi dan Lessi baik–
baik saja, hanya Brandon yang terluka, pada akhirnya ia mengh napas lega.
Kejadian ini membuat empat perawat wafat, polisi turun tangan dm penyelidikan, rumah sakit. tidak
lagi menerima Dewi tinggal di rumah sakit untuk mengobati Lessi.
Dewi tidak punya pilihanin sin membawa Lessi, Brandon dan Mina png ke rumah.
Sebenarnya di rumah juga ada ruang perawatan, juga ada t–t medis dan obat–obatan, hanya
saja tidak cukup lengkap.
Bibi Lauren mengutus orang untuk membeli pertan medis dan obat–obatan, Dewi berencana
mkukan operasi pada Lessi keesokan harinya.
Sedangkan mm ini, Dewi mengeluarkan peluru di tubuh Brandon dan Mina, mengobati luka
mereka.
“Terima kasih!” Mina seperti sudah terbiasa, meskipun bahunya tertembak, namun ia sama sekali tidak
berteriak dari awal hingga akhir, sebaliknya Brandon terus menjerit–jerit tanpa henti.
“Aku sudah harus pergi!” Mina berdiri dan bersiap–siap pergi.
“Siapa yang mengirimmu ke sini?” Dewi bertanya dengan terus terang.
*Kakak, apa yang kamu bicarakan? Aku hanya wanita hamil yang bertemu denganmu secara
kebetn….” Mina tertawa.
“Kamu sama sekali tidak hamil.” Dewi memotong perkataannya, “Saat aku memberikanmu uang di
atas pesawat, akungsung tahu saat menyentuh urat nadimu.”
“Jadi, kamu terus … berpura–pura dibodohi?” Mina sangat terkejut.
“Aku mengira kamu adh utusan Lorenzo yang datang untuk melindungiku diam–diam, jadi aku
sengaja berpura–pura, tapi seth dipikir–pikir, kamu js bukah utusan Lorenzo.”
Dewi sangat yakin, “Dia dan bawahannya mirip, mkukan apa pun dengan lugas, tidak mungkin.
berputar–putar.”
Tiga Harta: Ayah