Bab 2029
Bab 2029 Membuat Mash
Brandonngsung membawa pengawal untuk mencari Dewi, kali ini, ia baru menyadari mash. ini
sangah serius.
“Jangan matikan teleponnya, pakai bluetoothheadset, aku akan segera datang.”
Seperti yang diharapkan, Bibi Lauren memang seorang agen rahasia, ia menyelesaikan berbagai hal
dengan cepat dan tegas.
Sedangkan Brandon dulunya mempjari ekonomi dan manajemen perdagangan, meskipun sejak
mengikuti Bibi Lauren dan Paman Joshua, ia th mempjari beberapa halin, namun ia tidak
memiliki bakat di bidang ini, jadi responsnya sangatmbat.
Sekarang ia sangat menyhkan dirinya sendiri, membenci dirinya karena tidak menyadari keanehan
barusan, jika terjadi apa–apa pada Dewi, ia akan sangat membenci dirinya sendiri.
Pada saat ini, Dewi. Lessi dan pembunuh Negara Richie yang menyamar sebagai dokter, baru saja
keluar dari lift dan bersiap–siap pergi menuju ke tempat parkir di pintu bkang.
Tepat pada saat ini, sebuah suara yang penuh semangat terdengar, “Aduh, kakak, kita bertemugi!!!”
Seorang gadis yang mengenakan rok bunga–bunga menghadang jn Dewi.
Dewi mendongakkan kep, bukankah dia Mina, gadis yang hamil di luar nikah yang ia kenal di atas
pesawat?
All content is property ? N?velDrama.Org.
Mina tampak sangat senang bertemu dengan Dewi, “Kakak, aku baru saja menggunakan uang yang
kakak berikan padaku untuk menjni paket pemeriksaan kehamn di rumah sakit ini, terima kasih!”
Pembunuh itu menatap Dewi dm–dm, mengedipkan mata padanya, memberikan isyarat padanya
untuk tidak membuang waktu dengan banyak bicara.
“Tidak perlu sungkan.” Dewi menarik tangan Mina dan bicara dengan datar, “Masih ada halin yang
harus kkukan,in kali kita mengobrolgi.”
Ia berkata sambil hendak mendorong ranjang pasien dan pergi…
“Ugh….” Mina melihat Lessi di atas ranjang, tiba–tiba berseru terkejut, “Anak ini, bukan anakmu,
‘kan?”
Dewi kehngan kata–kata.
“Astaga, aku pikir kamu Nona dari keluarga kaya, kamu begitu murah hati, tak disangka kamu juga
kesulitan….” Suara Mina terisak, “Tidak boleh, aku tidak boleh mengambil uangmu.”
Ia berkata sambil mengeluarkan uang tunai dari tasnya dan bersikeras untuk memberikannya
1/3
pada Dewi…..
“Tidak usah…..
Dewi menghindar, ia tidak ingin melibatkannya, namun Mina tetap bersikeras menarik tangannya, tidak
melepaskannya sama sekali.
Kedua orang itu tarik menarik, pembunuh itu kesal sekali, iangsung mendorong Mina dan menarik
Dewi pergi….
Namun Minangsung terjatuh kentai, ia memegangi perutnya dan berteriak kesakitan, “Aduh, sakit
sekali, kamu seorang dokter tiba–tiba mendorong wanita hamil, aku akan menuntutmu.”
Teriakannya memancing perhatian orang–orang di sekitarnya.
Sekelompok pasien dan keluarganya mengelilingi mereka, menghngi jn mereka.
Dewi hendak membantu Mina, namun pembunuh itu menariknya dan berbisik mengancamnya,
“Jangan main–main!”
Dewi tidak punya pilihanin sin mendorong ranjang pasien dan berjn pergi.
Pembunuh yang menyamar sebagai dokter itu berkata pada segerombn pasien itu, “Tolong minggir,
minggir!”
“Perutku sakit sekali, sakit sekali….“.
Mina memegangi perutnya dan berteriak kesakitan, ia memegangi ranjang pasien itu, tidak
memperbolehkan mereka pergi, “Kalian sudah mendorong orangngsung mau kabur, jangan
kabur!”
“Berhenti membuat mash!” Dewi berbisik memperingatkannya, ia tidak ingin Mina terlibat.
“Kalian sudah mendorongku dan tidak mau bertanggung jawab, sekarang kalian memintaku untuk
berhenti membuat mash? Kandunganku baru 3 bn, masih belum stabil, sekarang aku kesakitan,
kalian harus bertanggung jawab.”
Mina berteriak gigih, satu tangannya menghadang ranjang pasien, tanganinnya memegang erat
tangan Dewi.
“Kamu….
Dewi hendak berbicara, pembunuh itu tiba–tiba membuka mulutnya dan berkata, “Baik, aku akan
bertanggung jawab, uangku ada di dm mobil, ikuti kami, aku akan memberikanmu kompensasi.”
Raut wajah Dewingsung berubah mendengar perkataan ini, pembunuh ini menipu Mina untuk
membawanya pergi dan dibunuh.
“Kamu pikir aku bodoh?” Mina berteriak, “Kamu ingin menipuku untuk keluar dan dipukuli,
seth itu kalian akan naik mobil dan kabur? Ini adh rumah sakit, kamu adh dokter di sini,
mash apa pun harus diselesaikan di sini.”