AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar > Bab 1970

Bab 1970

    Bab 1970


    Bab 1970 Keuntungan Menikah Dengannya


    “Mungkin.” Jawab Lorenzo dengan santai.


    Wajah Dewi muramgi, mengerutkan bibirnya.


    “Coba ini ….” Lorenzo menaruh sepotong kue ketan untuknya, “Koki baru yang membuatnya.”


    Dewi th kehngan nafsu makannya. Saat hendak berbicara, bawahannya datang untuk mporgi.


    “Tuan, pesawat pribadi sudah disiapkan.”


    “Ya.” Lorenzo menjawab, menoleh dan berkata pada Dewi, “Saat kembali ke Kota Bunaken, patuh dan


    jangan sembarangan pergi. Jeff akan bertanggung jawab untuk mencari Tabib Hansen itu. Ketika dia


    menemukannya, urusanku juga mungkin sudah selesai dan akan segera ke sana.”


    “Baih Dewi berpikir akan segera berpisah, hatinya sedikit enggan, “Kamu urus mashmu. sendiri


    dulu. Jangan khawatirkan aku. Sebenarnya, aku ….


    Tuan, panggn dari Pak President


    Awalnya, Dewi ingin memberi tahu Lorenzo bahwa Tabib Hansen adh gurunya. Tapi saat ini, Jasper


    bergegas datang dengan membawa ponsel.


    Lorenzo menjawab telepon, “Pak Presiden! Aku akan segera ke bandara. Oke, tiba di sana jam sepuluh.


    Apa mendesak? Baih, aku akan secepat mungkin.”


    Seth menutup telepon, Lorenzo melirik jam tangannya, tapi dengan santai berkata pada Dewi.


    “Makangi. Tidak usah buru-buru.”


    “Tidak. Ayo, berangkat.”


    Dewi tahu bahwa Lorenzo harus mengurus banyak hal penting. Insiden Ivan menyebabkan banyak


    mash dan perlu ditangani dm seg aspek. Masih ada tiga keluarga besar yang juga perlu


    diselesaikan pada kesempatan ini.


    Di saat ini, dia tidak boleh mengganggunya.


    Property ? 2024 N0(v)elDrama.Org.


    “Baih. Aku akan minta koki pergi bersamamu. Kamu tidak akanpar di pesawat.”


    Lorenzo mencium keningnya dan memerintahkan para bawahannya bersiap-siap untuk berangkat.


    N mengambilkan ransel Dewi dari atas. Dewi memeriksanya, semua perhiasan dan dokumen ada di


    dm.


    Lorenzo memperhatikannya sedang memeriksa perhiasan, tidak bisa menahan tawa dan berkata,


    “Lihah sikapmu. Menikah denganku, kamu bisa mendapatkan setengah dari semua hartaku.


    Apa gunanya perhiasan kecil ini?”


    “Benar juga.” Dewi tiba-tiba menyadarinya, “Jadi, berapa banyak harta yang kamu miliki?”


    “Untuk sementara, tidak tahu. Aku belum pernah menghitungnya.” Lorenzo benar-benar memikirkannya


    dengan serius, “Tapi perhiasan ini, kamu bisa membelinya setiap hari ….”


    “Miliaran perhiasan, aku boleh membelinya setiap hari? Beli sampai tua?” Dewi memblakkan matanya


    dengan heran, “Jadi, seberapa kaya kamu???”


    “Aku menghasilkan uang setiap hari.” Lorenzo tiba-tiba menyadari sesuatu. “Tapi, ku keinginan


    bnjamu sangat tinggi, mungkin aku masih harus bekerja ketika sudah tua nanti….


    “Saat tua nanti, masih ada anak. Saat itu, anak-anak yang akan menghasilkan uang untuk kita.” Ucap


    Dewi tanpa banyak berpikir.


    “Boleh juga.” Lorenzo mengangkat alisnya, “Ku begitu, kamu harus mhirkan beberapa anakki-


    laki untukku. Untuk mewarisi harta keluarga!]


    Kenapa anakkiki?” Tanya Dewi penasaran.


    “Di Negara Emron, warisan keluarga diwariskan oleh anakkiki bukan anak perempuan.” Lorenzo


    berkata dengan sungguh-sungguh, “Ku tidak, dengan kemampuan bibiku saat itu, dia seharusnya


    sudah berkuasa sejakma. Bagaimana mungkin dia bisa disingkirkan?”


    “Ternyata, masih ada pemikiran seperti itu.” Dewi marah, “Ngomong-ngomong, apa ada yang namanya


    kekayaan pranikah di Negara Emron?”


    “Tidak ada.” Lorenzo menggelengkan kepnya, “Di Negara Emron, sma istri dari pernikahan resmi,


    statusnya sangat tinggi!”


    “Benarkah?” Dewi sangat gembira. Tiba-tiba merasa, menikah dengan Lorenzo bukah hal yang


    buruk….


    “Pikirkan baik-baik.” Lorenzo memanjakannya dengan mengusap kepnya, “Ketika kamu sembuh,


    cepat menikah denganku. Menjadi Nyonya Moore, berarti sejajar denganku sebagai pemegang


    saham utama Grup Moore!”


    “Hahaha. Bagus sekali….”


    Dewi


    sangat senang dan bahkan mi berangan-angan di saat dia th menjadi pemegang saham utama


    Grup Moore…..


    Saat itu, dia akan mendirikan yayasannya sendiri. Dengan begitu, panti asuhannya tidak perlugi


    khawatir akan mash kekurangan dana.


    Melihatnya tersenyum bahagia, Lorenzo tiba-tiba menemukan cara, Sejak awal bertindak dari sisi ini,


    mungkin akan berhasil…..
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul