Bab 1893
Bab 1893
Musik mi terdengar di teater, dan pertunjukan awal dimi, beberapa badut mkukan akrobat di
atas panggung, menggugah emosi para penonton dan membuka jn untuk pertunjukan sirkus
snjutnya.
Cole mengobrol dengan Juliana dengan suara rendah sambil menonton pertunjukan, membicarakan
mash pekerjaan.
Juliana mengungkapkan isi pikirannya sendiri, dan pemikiran barunya menarik perhatian Lorenzo,
mereka bertiga tanpa sadar mi mendiskusikan pekerjaangi.
Sammy mencoba untuk bergabung dengan topik ini beberapa kali tapi gagal,gip jika
dibandingkan dengan mereka bertiga, pemikiran dan wawasannya tidak sejn.
Dia agak cemas, tapi dia tidak punya pilihanin sin mengubah strateginya, menyapa Dewi dengan
ramah, bahkan menceritakan asal usul sirkus besar padanya….
Dewi tidak tertarik, dia tidak bisa menahan cemberut saat melihat kerumunan penonton di
bawah …..
Dia awalnya mengira Lorenzo sudah memesan tempat hari ini, jadi dia bisa memanggil hewan
dan mencari cara untuk mrikan diri ….
Tapi banyak sekali penonton, mungkin bisa melukai orang yang tidak bersh.
Jadi, metode ini tidak akan berhasil….
Apa ia tidak akan bisa mrikan diri hari ini?
“Oke, oke, kita jangan ngobrolgi.” Cole berkata sambil tersenyum, “Lorenzo, sebaiknya kamu temani
tunanganmu saja, ku tidak, dia akan merasa sangat bosan.”
“Kamu sudahpar?” Lorenzo tidak punya pengman dm hal membujuk gadis, jadi diangsung
memberikan Dewi sepotong steak, “Makah.”
“Oh.” Dewi juga tidak sungkan, mengambil daging itu dan mi mengunyah.
“Kak Wiwi, ada pisau dan garpu
Wati buru-buru mengingatkan dengan suara rendah.
“Seperti ini lebih praktis.”
Dewi sama sekali tidak peduli, bahkan menjt jarinya.
“Eh..”
Para wanitain tercengang ketika melihatnya begitu tidak sopan.
Gadis desa pegunungan macam apa ini, begitu tidak punya etika?
Property ? N?velDrama.Org.
Lorenzo menyeka noda di wajah Dewi tanpa sedikit pun rasa jijik, tatapannya penuh dengan
rasa memanjakan.
Juliana melihat pemandangan ini,lu menunduk kecewa, mengambil gsnya dan minum
dm diam.
Wati tampak iri.
Cole menggoyangkan gs anggurnya, dengan senyum penuh arti pada tatapannya
Saat ini, badut keluar,mpu redup, dan musik menjadi misterius.
Di panggung besar, beberapa cincin baja disertai api yang berkobar pehan turun
Dua penjinak keluar dari bkangyar mengendarai dpan singa.
Singa mengaum, dan terdengar teriakan dari panggung bawah.
Tapi Dewi sangat tidak nyaman saat melihatnya.
Sebagai raja binatang buas, singa seharusnya hidup bebas di hutan, tapi sekarang dia disiksa,
dijinakkan oleh manusia, dan tampil mati gaya di atas panggung!
Ini mnggar hukum m
Musik semakin keras, para penjinak mengayunkan cambuk mereka, dan singa-singa mi melompat
dan melewati lingkaran api.
Tepuk tangan dan sorak sorai terdengar dari para penonton
Juliana, Wati, dan selebritasinnya juga bertepuk tangan.
Dewi tidak menanggapi, dia menunduk dannjut makan, tapi dia kehngan nafsu makannya.
“Kenapa?” Lorenzo bertanya dengan prihatin, “Apa pertunjukannya tidak bagus?”
“Kenapa bisa ada sirkus?” Dewi bertanya dengan dingin.
Lorenzo tidak menjawab, hanya menatapnya dm-dm.
“Manusia tehir sebagai raja. Menjinakkan binatang buas dan memanfaatkannya juga merupakan
hukum rimba!” Cole berkata sambil tersenyum, “Benar, ‘kan? Lorenzo.”
“Benar.” Lorenzo menjawab dengan datar, “Yang kuat adh raja! Hal yang sama beku di
antara manusia!”
Perkataan ini ringan dan mengambang, seh-h tidak meninggalkan jejak, tapi terdapat rasa
penekanan yang tak tampak js.
Tangan Cole yang memegang gs anggur terhentak pn, matanya menyipit….
Terlihat js, Lorenzo menyiratkan bahwa dia adh orang yang kuat, dan Cole hanya bisa berada di
bawahnya smanya!
“Itu pemikiran sempit.” Dewi sama sekali tidak setuju, “Aku pikir orang yang kuat itu dilihat dari hatinya,
bukan penampn luarnya!”
Mendengar kalimat ini, Lorenzo agak terkejut. Tujuh tahunlu, Dewi yang berusia 14 tahun
mengatakan hal yang sama sambil melihatngit