Bab 1892
Bab 1892
“Eh, ini
Wati merasa agak canggung dan tidak tahu bagaimana menjawabnya.
Seth mengobrol beberapa kali, dia sepenuhnya dikendalikan oleh Dewi, di hadapan Dewi, dia tidak
bisa menyamar sama sekali
“Dm hal kekuasaan, hanya ada kepentingan masing-masing, tidak ada persahabatan.” Dewi berkata
dengan serius, “Dunia bisnis seperti medan perang, yang lemah akan dimangsa oleh yang kuat,
Sangat realistis dan kejam. Jika bisa memilih, jangan bergabung!”
“Eh …”
Wati tidak mengerti apa yang dia dengar, sebelum dia sadar kembali, Dewi sudah masuk ke toilet. Wati
tidak mengambil hati perkataan tadi, hanya memperbaiki riasannya di depan
cermin.
Bertahun-tahun kemudian, ketika Wati mengingat kembali perkataan hari ini, dia tidak akan sanggup
menahan emosi dan menyesal karena tidak mendengarkan perkataan Dewi
Muncul tepat waktu!
Dewi duduk di kloset mencoba memanggil hewan, tapi mungkin karena jaraknya, dia tidak bisa
memanggil mereka….
Dia mencoba beberapa kali, tapi tidak berhasil.
Dia merasa agak frustrasi, sengaja ke toilet hanya untuk memanggil hewan untuk membantunya
mrikan diri, sepertinya sekarang tidak berguna….
Hanya bisa mencari kesempatanin.
“Ah-
Tiba-tiba, terdengar teriakan dari luar bilik.
Dewi tertegun sejenak,lu segera bergegas keluar memeriksa ….
Ternyata ada serangga di cermin. Wati berteriak ketakutan.
Dewi dengan santai mengambil serangga kecil itu dan memasukkan ke dm sakunya.
Pada saat ini, pintu toilet didobrak hingga terbuka, dua pengawal wanita menyerbu masuk sambil
membawa senjata, sangat waspada, mengira ada mash serius terjadi di dm.
Ternyata hanya serangga kecil.
Pengawal wanita mencubit serangga hingga mati dan mengantar Wati, serta Dewi keluar.
“Ada apa? Ada apa?”
Sebelum Juliana selesai bicara, Jeff bergegas datang bersama pengawalnya,lu merasa lega
seth melihat Dewi baik-baik saja
Seluruh kejadian dari mendengar Wati berteriak hingga Jeff bergegas datang bersama pengawal
tidak lebih dari satu menit.
Dewi tiba-tiba mengerti bahwa tidak mungkin dia bisa mrikan diri tanpa bantuan eksternal.
Bawahan Lorenzo semuanya sudah dtih khusus, mereka semuanya begitu ketat dan sigap,
waspada penuh.
Lagip seth kejadian tadi mm, mereka menjadi semakin berhati-hati.
Jika ada orang yang ingin menyerang Dewi, mereka tidak dapat menemukan ch sama sekali.
Demikian p, sulit bagi Dewi untuk mrikan diri…..
“Apa yang terjadi?”
Saat ini, Lorenzo juga keluar dari ruang VIP,
“rm palsu.” Jeff buru-buru mporkan keadaan kepada Lorenzo.
Lorenzo melirik Wati tanpa berkata apa-apa,lu dia mengulurkan tangannya ke arah Dewi.
Dewi otomatis menyerahkan tangannya kepadanya,lu dengan jari-jari Lorenzo yang terkepal erat,
mereka berjn menuju teater bersama-sama….
Keduanya melewati Juliana, Dewi bisa merasakan tatapan kecewa dan cemburu Juliana.
Têxt ? N?velDrama.Org.
“Juliana, apa kamu baik-baik saja?”
Cole bertanya pada Juliana dengan lembut.
Juliana menggelengkan kepnya, dan berjn di bkang Lorenzo berdampingan dengannya.
Seth itu, Sammy memarahi Wati dengan suara rendah, “Ada apa denganmu? Hanya satu serangga
saja. Mash kecil kamu buat jadi besar.”
“Paman, aku takut serangga ….” js Wati dengan sedih.
Sammy menatapnya dingin,lu mengikuti dengan cepat.
Wati tidak punya pilihanin sin mengikutinya, wajahnya penuh rasa bersh, tidak berani
bicara.
Dintai dua teater, terdapat stand mewah berbentuk busur yang menghadap ke panggung, dan
sebuah meja panjang yang ditata dengan seg jenis makanan mewah di atasnya
Lorenzo bersama Dewi duduk di tengah, sedangkan Cole, Juliana, Sammy, dan Wati masing- masing
duduk di kiri dan kanan.
Tepat seth duduk, beberapa selebritas datang, menyapa Lorenzo dan Cole dengan hormat…..
Lorenzo mengerutkan kening, dan menatap Cole dengan dingin, “Kamu yang mengaturnya?”
“Tidak asyik ku nonton pertunjukan tidak ditemani oleh wanita cantik, ‘kan?”
Cole tersenyum dan memberi isyarat, dan beberapa selebritas bergabung di meja dengan anggun.
Lorenzo merasa agak tidak senang, tapi juga tidak mwan.
Dewi mh tidak peduli, dia tidak memikirkannya sama sekali.
Dia melihat sekeliling sambil minum anggur, ada sederet pengawal berdiri di bkangnya, ada satu
pengawal dm setiap jarak satungkah, ketat, hampir mustahil bisa mrikan diri ….