Bab 1836
Bab 1836
Kota yang awalnya sepi diganggu oleh suara tembakan, orang–orang di jn berteriak ketakutan,
kemudian mrikan diri ke seg arah…..
Sekelompok orang keluar dari hotel dan mengejar Lorenzo dan yanginnya sambil membawa senjata.
Sekarang, Dewi tidak ada waktu untuk memikirkan kalung itu, yang terpenting adh mrikan diri dulu.
Mereka mencuri sebuah mobil dan mengendarainya untuk mrikan diri dari kota, tapi di depan ada
beberapa mobil off–road hitam yang mju ke arah mereka, mereka bertekad untuk menangkap
Lorenzo.
Lorenzo mencengkeram setir dengan erat, menginjak pedal gas danngsung maju menabraknya.
Sh satu mobil mengk tanpa sadar, Lorenzo kemudian membuat roda kiri mobil berdiri tegak, dan
kemudian mengendarai melewati ch
“Brak”
Kaca spion mobil terlempar karena tabrakan, tapi untungnya masih aman, mereka pun pergi dari sana.
Dewi menarik napas lega, baru saja hendak berbicara ketika tiba–tiba Jasper berteriak kaget, “Astaga
Exclusive ? material by N?(/v)elDrama.Org.
Dewi mendongak dan melihat barisan mobil hitam di depan mereka, membentuk sebuah penghng,
menghngi jn mereka dengan rapat.
Dan di bkangnya, masih ada pengejar yang datang satu demi satu ….
“Sial, ku aku tahu akan jadi begini, dari awal aku tidak akan kembali.” Dewi rasanya ingin menangis.”
“Kamu menyesalinya?”
Lorenzo tetap tenang dan menatap dingin ke barisan mobil di depannya,lu menatap jam tangannya.
“Aku menyesal sekali.” Dewi berkata dengan marah, “Aku tidak memikirkan kesmatanku dan kembali
untuk menymatkanmu, kalian mh membs kebaikanku seperti ini, dan sekarang bahkan
melibatkanku
“Sekarang jawab pertanyaanku, kenapa kamu menginginkan kalung ini?” Lorenzo bertanya, “Ku
Jawabannya memuaskanku, aku akan memberimu 100 jutagil”
“Ku begitu, kamu akan memberikan kalungnya padaku?” Dewi segera bertanya.
Tidak… Jawab Lorenzo tanpa ragu.
Day
10
ra
Lorenzo meliriknya dengan dingin, tetapi tidak berbicara.
“Kalung itu adh pemberian tanda cinta Tuan untuk cinta pertamanya, sangat penting baginya….”
Jasper tidak bisa menahan diri dan mengatakan yang sebenarnya, dia merasa tidak ada yang
memalukan tentang hal ini.
“Cinta pertama?”
Dewi pun tertegun, adegan di dm mimpinya itu muncul kembali di benaknya..
Jangan–jangan…
“Tabib Dewi, kenapa kamu terus menginginkan kalung inf?” Jasper juga sangat penasaran dengan hal
ini, “Mungkinkah kamu….”
“Dor!”
Suara tembakan meny kata–kata Jasper.
Segera, seorang pria paruh baya yang tinggi keluar dari konvoi mobil yang berada di seberang dan
berkata dengan bahasa Inggris, “Tuan L, mari kita bicara?”
Lorenzo melirik jam tangannya, keluar dari mobil….
“Hei, jangan turun, bahaya!”
Dewi ingin menahannya, tapi dia sudah turun dari mobil.
Jasper, Sonny dan Wezo juga ikut keluar dari mobil, mereka berbaris di bkang Lorenzo sambil
mengangkat senjata mereka untuk melindunginya dengan seluruh kekuatan mereka.
Dewi memandang kelompok pria keras kep ini, dirinya kehabisan kata–kata.
Sekarang harus bagaimana
“Tuan L. benar–benar memiliki aura seorang raja!”
Pria paruh baya yang memimpin tidak terlihat seperti seorang pembunuh, tapi lebih sepeni seorang
pengusaha, pandangannya ke Lorenzo tidak ada permusuhan, mh ada sebuah apresiasi-
Seorang dir), sudah bisa menghabisi lebih dari seratus anggota Mafia tanpa menembakkan satu peluru
pun.
Sekarang untuk menymatkan Pangeran Willy, memimpin tiga pengawal untuk menangani ratusan
h, pemberani juga terencana, penyayang juga loyal, sungguh mengagumkan!!!”
18:30 Sat, Feb 25
Bab 1836
10 mutiara
“Kamu mengenalku?” pria paruh baya itu terkejut.
“Aku tahu semua tentang empat orang di balik Pastorico.” Lorenzo tersenyum, “Ku terjadi sesuatu
padaku hari ini, informasi kalian berempat akan terungkap sepenuhnya. Coba kamu tebak, apa
konsekuensinya?”
–
Wajah Rodhe berubah drastis, “Kamu benar–benar hebat, tidak heran kamu bisa begitu tenang, ternyata
kamu sudah memiliki kartu ASI”