Bab 1834
Bab 1834
Dewi menemukan sebuah bom di dm mobil, menghubungkan bom itu ke mesin mobil, kemudian
mengemudikan mobil itu dan melesat maju….
Pada saat ini, Maybach perak milik Lorenzo sudah dikelilingi sepenuhnya, sehebat apa pun dia, piga
sofit menymatkan dirinya.
Sekarang pihakwan th turun dari mobil, bersiap untuk menangkap Lorenzo
Jasper dan Sonny menjaga Lorenzo dengan ketat, pengawalinnya terluka dan berbaring di samping
mobil. tetapi masih memegang senjata dan berjaga di samping Lorenza.
Lorenzo tetap tenang seperti biasa, dia mengisi kembali peluru pada pistol di tangannya dengan
pehan.
“Lorenzo, wupun kamu dewa, kamu juga tidak akan bisa mrikan diri, lebih baik menyerah saja!”
pemimpin kelompok itu mengancam.
“Kita harus mi dari yang mana ya?”
Lorenzo mengangkat alisnya dan menatap orang–orang itu dengan dingin…..
“Sudah mau mati masih keras kep.”
Pria itu mmbaikan tangannya, puluhan pembunuh bergegas maju dengan parang di tangan mereka.
Lorenzo, Jasper dan yangin menghadapi mereka dengan tenang, tetapi mereka mi kewhan.
Pada saat kritis ini, sebuah kendaraan off–road hitam tiba–tiba mju seperti binatang buas…..
“Ah-”
Gerombn pembunuh itu terkejut sampai membeku di tempat, belum sempat bereaksi, mobil itu sudah
menabrak konvoi yang mereka gunakan untuk mengepung,lu sesosok bayangan melompat keluar dari
mobil.
Detik berikutnya, terdengar suara “Duar“, mobil itu meledak.
Ledakannya begitu dahsyat, membuat semua mobil yang mengepung terlempar ke udara…..
Mluiutan api yang berkobar, Lorenzo melihat sosok yang dikenalnya, matanya terblak kaget,
dia?
“Kenapa bengong? Cepat pergi!!!”
Dewi menarik Lorenzo dan mrikan diri dengan cepat dari bkang.
Bab 1834
40
BB
10 mutiara
Para pembunuh itu ingin mengejar, tapi mobil meledak dan memicu reaksi berantai, semua kendaraan
lain yang mengelilingi ikut meledak bersama.
Sejuh besar orang terbunuh, ada beberapa yang reaksinya cepat dan mrikan diri, tapi mereka
juga hanya fokus mrikan diri untuk menymatkan nyawa mereka, tidak punya energi untuk terus
mengejar Lorenzo ….
Tidakma kemudian, Lorenzo dan yanginnya terbebas dari bahaya, mereka mrikan diri ke kota
kecil dan mencari sebuah motel untuk tinggal sementara.
Dewi pergi ke apotek terdekat untuk membeli obat dan mengobati luka pengawal yang terluka, kemudian
dia mencuci tangannya dan berbaring di sofa sambil mendesah lh-
“Lh sekali, mendapatkan sedikit uang kalian sungguh lh sekali, sungguh tidak sepadan!”
“Tabib Dewi, kenapa kamu kembali?” Sonny bertanya dengan penuh semangat.
“Aku lihat kalian bertarung sendirian, karena khawatir kalian akan mati di sini, makanya kembali.” Dewi
berkata dengan santai.
“Tabib Dewi, kamu sangat baik.” Sonny sangat terharu hingga air mata memenuhi matanya.
“Tabib Dewi, kamu menymatkan kamigi.” Wezo juga sangat terhani, “Terima kasih banyak!”
Exclusive ? material by N?(/v)elDrama.Org.
“Kali ini aku tidak merepotkan, ‘kan?” Dewi mengangkat alisnya dan mencibir.
“Tidak, tidak….” Jasper sedikit malu, “Tapi, sebenarnya kamu tidak perlu kembali, telu berbahaya….”
“Kak Jasper, kakimu berdarah….”
Wezo tiba–tiba berteriak.
“Hanya luka kecil.” Jasper segera berkata, “Tidak mash.”
“Coba kulihat.” Dewi mengangkat dagunya.
Jasper menarikanya, Dewi melihatnya seks, betisnya terluka parah, darahnya mengalir deras….
“Tadi kamu tidak bng.” Dewi terdiam, “Cepat duduk.”
Kemudian, dia mi mengobati luka Jasper
Dari awal hingga akhir, Lorenzo duduk di dekat jend dan mengoperasikan ponselnya. Seth luka
Jasper selenal diobati, urusannya mungkin sudah selesai diatur, dia mendongak dan menatup mereka
Terutama Sonny, sepasang matanya berbinar–binar, penuh dengan rasa kagum dan hormat.
Babkan dia sebagai Tuannya tidak pernah mendapat kehormatan seperti itu ….
Lorenzo memutar matanya, berpikir bahwa dia harus mtih mereka dengan baik, mungkin karena
mereka belum pernah menghadapi wanita sebelumnya, sekarang melihat si tomboi, mereka sudah tidak
berpikiran jernih …