Bab 1833
Bab 1833
“Dewi, apa yang kamukukan?” Pangeran Willy cemas.
“Tabib Dewi, sekarang keluar dari mobil sangat berbahaya.” Jeff dengan cemas membujuk, “Jangan
bertindak sembarangan, cepat ikut kami pergi.‘
“Aku harus kembali mencari Lorenzo.” Dewi sangat tegas, “Cepat hentikan mobilnya dan berikan
ponselmu
padaku.”
Sambil berbicara, diangsung berdiri dan merebut ponsel Jeff.
Dia tahu bahwa ponsel mereka semuanya dibuat secara khusus, dengan sistem GPS yang dapat
menemukan lokasi satu samain.
Hanya dengan menggunakan ponsel ini, dia baru bisa segera menemukan Lorenzo….
“Apa yang kamukukan?” Jeff tertegun sejenak, ingin merebut kembali ponselnya, “Cepat kembalikan.”
Dewi sudah tidak mau berbicara banyakgi dengannya, diangsung membuka pintu mobil ….
“Dewi!”
“Bahaya!”
Jeff buru–buru menginjak rem.
Dewi melompat keluar dari mobil,lu dengan cepat mencegat mobil di bkang. “Keluar dari mobil!”
Beberapa pengawal dibuat takut olehnya dan keluar dari mobil dengan cepat.
Dewi menendang pengawal yang mengendarai mobil,lu mengendarai mobilnya dan pergi dengan
kecepatan tinggi…
“Dewil”
“Tabib Dewil”
Pangeran Willy mengabaikan lukanya dan bersikeras untuk keluar dari mobil, tetapi sayangnya dia tidak
dapat menghentikan kepergian Dewi.
Tablb Dewi ini kenapa begitu terburu–buru….” Jeff sangat cemas, tapi seth memikirkannya, dia juga
sedikit terharu. “Tapi dia juga sangat setia, demi menymatkan Tuan, dia tidak memedulikan
kesmatan sendiri!”
endengar kata–kata tersebut, raut wajah Pangeran Willy menjadi semakin sedih….
Bab 1833
80
10 mutiara
melindungi kita, Tuan Lorenzo bahkan pergi dulu dan membahayakan dirinya, kita tidak bisa men–
nyiakan t baiknya.”
“Iya, naih ke dm mobil.”
Jeff sangat mematuhi perintah Lorenzo, ia akan mengantar Pangeran Willy kembali dengan smat.
Tetapi Pangeran Willy sekarang sangat cemas, “Dewi seorang gadis, kembali menymatkan orang
begitu saja, mungkin akan sangat berbahaya. Jeff, kita sudah tiba di bandara, cepat kembali susul dia
saja.”
“Tuan th memerintahkan saya untuk mengawal Anda kembali ke Denmark.” Jeff menjskan,
“Seth Anda naik pesawat, kami baru akan kembali untuk mencari Tuan. Anda jangan khawatir.”
“Tapi…”
Pangeran Willy tidak menyelesaikan kalimatnya, tetapi Robin tahu beliau sebenarnya lebih
mengkhawatirkan Dewi daripada Lorenzo.
Dewi mengemudikan mobil dengan cepat, pada saat yang sama, dia menykan sistem GPS ponsel
Jeff, dan dengan cepat menemukan lokasi Lorenzo.
Di sisiin, ponselnya juga sedang bergetar, dia mengangkat teleponnya,lu membuang ponselnya ke
samping dengan santai, ia bertanya dengan tidak sabar, “Ada apa?”
“Dewi, apa sedang terjadi sesuatu? Jaga dirimu dengan baik, ku benar–benar tidak bisa, aku akan
memikirkan carain dan mengumpulkan sedikit uang dulu….”
“Berisik!” Dewi sedikit kesal, “Seorang pria dewasa, kenapa begitu bawel?”
“Bukan, aku khawatir kamu akan merampok demi anak–anak itu. Itu tidak baik. Kita tidak boleh
mkukan hal–hal ilegal.”
“…” Dewi terdiam, “Apa aku orang yang seperti itu?”
“Tidak, tapi kamu bisa mkukan seg hal.”
Têxt belongs to N?velDrama.Org.
“Ku tidak ada halin, aku matikan dulu.” Dewi ms menjskannya.
“Tunggu sebentar, masih ada satu halgi.
Brandon masih ingin berbicara, Dewingsung menutup teleponnya, dia sekarang hanya ingin
menymatkan Lorenzo dan mendapatkan kembali kalungnya
Dia mengemudi sambil mengamati sistem GPS ponsel.
Akhirnya, ketika kedua titik pemosisian hampir bertemu, Dewi akhirnya melihat mobil perak itu di lereng
bukit….
Saat ini, ada puluhan mobil off–road hitam sedang mengepung mobil Lorenzo, bahkan ku Lorenzo
adh dewa perang, juga sulit terlepas dari kesulitannya sekarang.
Dewi mempembat kecepatan mobil, maju begitu saja belum tentu bisa menymatkan mereka, jadi
dia harus memikirkan cara