Bab 1828
Bab 1828
“Tapi, pertan medis di sini tidak cukup. Ku tidak mkukan transfusi darah, dia akan mati.” Dewi
mengernyit dengan kuat, “Ku terjadi mash, siapa yang bertanggung jawab?”
“Ini….” Jasper tidak berani bicara, hanya menoleh dan menatap Lorenzo.
“Tuan, tidak boleh terjadi apa–apa pada Pangeran.”
Robin sangat panik.
“Kondisi luka Willy sangat serius. Sekarang membawanya ke rumah sakit, apab menghadapi
penyergapan di tengah jn, itu juga sangat berbahaya.” Lorenzo segera membuat keputusan,
“Perlu pertan medis apa saja? Sekarang segera suruh orang untuk membawanya kemari.”
“Hanya pertan medis saja, itu tidak cukup, masih perlu sma darah.” Dewi buru–buru berkata,
“Sekarang aku akan menuliskan daftarnya. Kalian harus membawa semua barangnya
ke sini dm waktu 4 jam. Ku tidak, akibatnya tak bisa dibayangkan.”
“Aku akan segera mksanakannya.” Jeff segera menjawab.
Dewi menuliskan sebuah daftar dan menyerahkannya pada Jeff.
Jeff segera pergi mengutusnya dengan membawa bawahan. Robin ikut di bkang,lu berkata dengan
panik, “Kak Jeff, mohon bantuanmu.”
“Tenang saja, aku pasti akan membawa pertan medis dan sma darah tepat waktu.”
Seth bicara seperti itu, Jeff bergegas pergi dengan membawa bawahannya.
Dewi mengurus luka Pangeran Willy, menghentikan pendarahannya,lu menjaganya di
samping.
“Dewi ….”
Pangeran Willy menggumamkan nama Dewi,lu mengulurkan tangan padanya dengan lemah.
Dewi buru–buru menggenggam tangannya, kemudian Pangeran Willy pun tertidur.
T
う
Dia mengira bahwa Dewi hanya bersikap sangat dekat pada dirinya, ternyata pekuan wanita itu
terhadap semua pria sama.
“Kalian keluah, di sini tidak membutuhkan telu banyak orang.”
Dewi berpesan dengan suara kecil.
Jasper menyuruh yangin keluar, hanya menyisakan dua perawat untuk membantu.
Robin dan dua pengikut menjaga Pangeran Willy di samping ranjang.
Lorenzo bersandar di sofa, tidak berniat pergi. Bagaimanapun juga, Pangeran Willy terkena mash
karena dirinya, dia harus bertanggung jawab.
Jasper mengambil sebuah selimut dan menyelimuti Lorenzo, “Tuan, Anda baru sembuh, harus
beristirahat dengan baik.”
Lorenzo memegang kepnya dengan sebh tangan,lu bersandar di sofa dengan mengantuk.
Semua orang sangat khawatir, takut terjadi apa–apa pada Pangeran Willy. Namun, Lorenzo mh
sangat tenang, entah karena percaya pada kemampuan medis Dewi, atau karena percaya pada nasib
Pangeran Willy.
This text is property of N?/velD/rama.Org.
Dewi terus berjaga di samping ranjang, menemani Pangeran Willy dengan tenang.
Sekarang sma darah dan pertan medis belum ada, dia juga tidak bisa mkukan apa–apa, hanya
bisa menunggu.
Pengaran Willy menggenggam tangannya dengan erat, sepertinya dengan begitu barh ada
rasa aman.
Sementara itu, Dewi juga tidak menknya. Meskipun dia tidak mengingat kejadian di masalu, tapi
dm hati dia tetap merasa sangat akrab dengan Pangeran Willy. Melihat pria itu terluka, dia pun
merasa panik dan tegang.
Namun, Lorenzo yang melihat pemandangan ini, membuatnya semakin membenci Dewi. Kelihatannya
wanita itu hanya mengharapkan pria tampan yang berkuasa, bukan mengharapkan dirinya.
Terhadap wanita yang tidak setia dm hal perasaan, sama sekali tidak masuk dm
pandangannya.
Dia menggosok–gosok dengan ringan kalung salib emas hitam di lehernya, sambil memikirkan Wiwi
miliknya, ‘Tetap Wiwi yang baik.‘
Jeff mkukan tugas dengan sangat sempurna. Tidak sampai 4 jam, dia sudah membawa barang–
barang itu, serta membawa seorang dokter bedah profesional dan beberapa tenaga medis
yang terpecaya.
Dewi segera mkukan pertolongan, yangin pun keluar.
Saat Lorenzo kembali ke kamar, Jeff mpor, “Tuan, saya mendapatkan kabar bahwa seth digigit
oleh r hijau, Pastorico mengmi koma. Sekarang bawahannya mencari kita ke
mana–mana.”
“Sin itu, kekuatan yang mendukungnya juga bergerak, sekarang sudah mkukan penjagaan yang
sangat kekat. Kini San Fransisco sangat berbahaya, apa kita mau pergi secepatnya?”
Lorenzo diam sejenak,lu mengangguk, “Seth kondisi Willy stabil, kita mundur dulu.”
Meskipun Lorenzo sangat ingin tinggal untuk mencari gadis itu, tetapi dia harus memikirkan hal yang
lebih besar.
Bagaimanapun juga, sekarang kondisi luka Willy sangat serius. Jika menghadapi serangan tiba- tiba,
takutnya nyawanya akan terancam.
Sin itu, dia masih membutuhkan waktu untuk menyelidiki siapa kekuatan yang berada di bkang
Pastorico. Seth berpikir panjang, sekarang tidak boleh berkonflik secarangsung.