Bab 1819
Bab 1810
“Tabib Dewi….” Jasper buru–buru menghentikannya, “Maaf, mungkin kamu harus bekerja kerasgi,
skan kembali dan berkemah. Satu jamgi, kita akan berangkat ke tempatin.”
“Ada apa?” Dewi mengerutkan kening, “Jangan–jangan harus ikut dengan kalian menghadiri perjamuan
itu?”
“Benar.” Jasper mengangguk, “Kondisi Tuan tidak stabil. Kami khawatir akan terjadi sesuatu di jn, jadi
kamu harus ikut.”
Dewi sedikit kesal. Tapi demi uang, dia dengan enggan setuju, “Baih.”
This text is property of N?/velD/rama.Org.
Seth mengatakannya, dia berbalik dan berjn pergi dengan cepat.
Jasper memberi isyarat, sang perawat Kelly, serta dua pengawal wanita segera mengikutinya…
“Tabib Dewi ini, sangat ahli dm pengobatan.” Pangeran Willy menatap punggung Dewi, membujuk
sambil tersenyum, “Sulit menemukan dokter yang begitu jenius. Haruskah kita lebih sopan padanya?”
“Jika aku tidak sopan, mungkin dia sudah mati berapa kali.”
Lorenzo menggertakkan giginya dengan marah saat memikirkan wanita itu.
“Eh….”
Pangeran Willy teringat akan Dewi yang pertama kali tiba di istana, dia sangat berkarakter dan bertindak
dengan caranya sendiri. Awalnya, semua orang terkejut dan ingin memperbaiki kebiasaannya. Tapi
kemudian, mereka takut padanya dan mau tak mau menurutinya.
“Ngomong–ngomong, Pangeran.” Robin mporkan dengan hormat, “Saya th mengatur sejuh
orang untuk pergi bersama kita mm ini. Apa Anda ingin memeriksanya.
“Tidak perlu.” Lorenzo menynya, “Aman atau tidak, tidak ada hubungannya dengan juh
orang.”
“Itu benar.” Pangeran Willy juga berkata, “Ada Tuan L, apagi yang perlu ditakuti?”
“Mm ini adh perjamuan yang berbahaya. Bagaimana mungkin Pastorico akan melewatkan
kesempatan yang begitu bagus ini?” Robin sangat khawatir.
“Memangnya kenapa dengan perjamuan yang berbahaya?” Kata Jasper mengikuti pemikiran tuannya,
“Apa pun yang terjadi, ambil tindakan sesuai dengan situasinya. Di dunia ini, tidak ada yang bisa
membuat mash di hadapan Tuan kami!”
“Itu benar, itu benar.” Robin mengangguk berng kali.
“L, aku dapat informasi.” Pangeran Willy berpikir sejenak, dan berkata dengan serius, “Dikabarkan
bahwa beberapa waktulu, Pastorico diam–diam pergi ke Negara Nusantara untuk mengundang Daniel
Wance, pemimpin Grup Wance, dan ingin bersekutu dengannya untuk menghadapi kita. Tidak
yakin, apa itu benar.”
“Grup Wance memang memiliki kekuasaan yang tak tergoyahkan di pasar Eropa dan Amerika.
Mereka sangat bermoral, dan slu mkukan bisnis yang benar. Mereka akan memandang rendah
industri gp Pastorico.
Sin itu, Daniel baru saja membuka pasar negara Nusantara, dan sekarang sedang fokus
mengembangkan industri di negara tersebut. Dia mungkin tidak punya waktu untuk memedulikan
Pastorico.”
Lorenzo tidak beranggapan begitu.
“Aku dengar bahwa Keluarga Moore dan Wance bermusuhan, saling berperang satu samain
beberapa dekade yanglu. Pastorico mungkin mendengar desas–desus ini, makanya ingin bersekutu
dengan Daniel. Mungkinkah Daniel akan bersekutu dengannya, demi menghadapi Grup Moore?”
Pangeran Willy bertanya ringan.
“Pertama–tama, bisnis Keluarga Wance tidak bertentangan dengan Keluarga Moore. Mereka fokus
pada teknologi, sedangkan kami mkukan biomedis. Tidak saling berhubungan.
Kedua, jika Daniel benar–benar ingin bersekutu dengan Pastorico untuk menghadapiku, aku juga tidak
takut. Anggap sajawan bertambah satu, permainan akan lebih seru!”
Lorenzo mengatakannya dengan tenang, tidak memikirkannya sama sekali.
Pangeran Willy masih khawatir. Dia tahu bahwa meskipun Lorenzo memiliki kemampuan yang kuat, tapi
kekuatan Keluarga Moore th berkurang banyak sejak pertikaian keluarga sebs tahun yanglu.
Setidaknya, dm hal operasi modal dan metode bisnis, Grup Moore tidak bisa dibandingkan dengan
Grup Wance.
Jika Daniel benar–benar bergabung dengan Pastorico, bisnis mereka pasti akan terhambat …….
“Jangan khawatir, aku akan mengurus semuanya.”
Lorenzo mengetahui apa yang dipikirkan Pangeran Willy.
“L, maaf….” Pangeran Willy agak menyesal, “Bukannya aku tidak memercayaimu. Hanya saja,
kemampuanku terbatas. Aku th memberikan segnya untuk bekerja sama denganmu. Jika ada
mash dengan investasi ini, maka aku tidak akan bisa bangkitgi.”