Bab 1771
Tiga Harta: Ayah Misterius…
Bab 1771
“Utus lebih banyak orang.” Jasper berkata dengan suara rendah, “Tuan sangat peduli pada wanita ita.”
“Karena th dipermainkan?” Jeff bertanya sambil tersenyum.
“Itu adh sh satu sannya.” Jasper melirik ke kamar, berkata dengan suara rendah, “Aku rasa,
mungkin dia adh orang yang ingin Tuan cari itu ….”
“Maksudmu, putri Bibi?” Mata Jeff terblak karena terkejut.
“Bukan, yang satugi.”
“Mengerti….’
Di dm kamar, Lorenzo bersandar di sofa dengan ms, satu tangan menahan dahinya, satu
tangannyagi memegang jam tangan, ada selembar foto di jam tangan itu. Itu adh foto gadis remaja
yang berusia 13 atau
14 tahun….
Gadis remaja itu sedikit kurus, rambutnya panjang, tersenyum cerah di wajahnya yang polos.
Itu adh foto 7 tahun yanglu, mikat kecil yang dia temui ketika dia dm kesulitan, juga
merupakan
cinta pertamanya.
Waktu itu, ia dikejar orang, mengmi luka parah, gadis itu yang menymatkannya.
Foto ini dipotret saat mereka berdua bersembunyi untuk menghindari orang-orang itu, tidak sengaja
bersembunyi di toko kodak, ia tiba-tiba penasaran dan memotretnya
Dia slu menyimpannya hingga sekarang, sudah 7 tahun.
Mm itu, dia melihat gadis itu di Kasino mes dan slu merasa gadis itu sedikit familier, tetapi
waktu itu
ia tidak mengingatnya.
Beberapa hari ini, dia berpikir berng kali, tiba-tiba baru sadar, gadis itu mungkin adh gadis di foto
ini ….
Sudah 7 tahun, dia sudah tumbuh dewasa, tampangnya seharusnya sudah berubah, tapi bentuk muka
dan sepasang matanya yang jernih, masih ada beberapa kemiripan ….
Ditambahgi sifatnya yang sombong, sangat mirip dengannya.
Hanya saja, gadis itu merias wajahnya mm itu, benar atau tidak, dia juga tidak bisa memastikannya.
Beberapa tahun ini, sin mencari putri bibinya, ia juga terus mengutus orang untuk mencarinya di
Nusantara.
Sayangnya dia tidak tahu apa-apa tentangnya, sin tahu dia ahli dm pengobatan, hampir tidak ada
petunjuk apainnya, jadi sangat sulit untuk mencarinya
Namun, dia meninggalkan sebuah tanda cinta padanya, jika gadis itu memiliki tanda cinta itu, maka
dih
orangnya.
“Tuan!” Pada saat ini, Jeff mengetuk pintu di luar, “Ada kabar.”
“Masuk.” Lorenzo menyimpan jam tangannya.
Jeft masuk, mpor sambil menundukkan kep, “Aku sudah mencari di setiap sudut Kasino mes,
tetap tidak menemukan kartu identitas gadis itu, mereka hanya tahu bahwa gadis itu dibeli dari
sekelompok pedagang manusia.
Para pedagang manusia itu memungutnya di pantai, aku sudah mengutus orang untuk menemukan
beberapa pedagang manusia itu.
Kabarnya, saat mereka memungut gadis itu, gadis itu sudah terluka parah, seharusnya ada
hubungannya dengan insiden kapal pesiar yang meledak diut beberapa waktulu….”
“Pergi selidiki siapa pemilik kapal pesiar itu, aku mau data yang spesifik.” Lorenzo memerintahkannya.
“Baik, sedang diselidiki.” Jeff menganggukkan kep, “Sekarang aku sudah mengutus orang mencari
keberadaan gadis itu di mana-mana, juga menemukan mobil yang dia sandera di depan Kasino mes
waktu itu, tapi pemilik mobil itu benar-benar bingung, dia tidak tahu apa-apa.”
“Pergi ke dinas perhubungan, ambil rekaman kaméra pengawas.” Lorenzo memerintah dengan tegas,
“Langsung hubungi polisi setempat.”
“Aku sudah menghubunginya, mungkin butuh sedikit waktu….”
“Kamu ke sanangsung.” Lorenzo mengerutkan kening dengan tidak senang, “Segera pergi!”
“Baik.” Jeff segera pergi mengurusnya, saat masuk ke dm lift, kebetn bertemu dengan Dewi yang
bergegas masuk ….
“Tunggu sebentar!”
Pengikutnya segera menekan lift, menunggunya masuk.
“Tabib Dewi mau ke mana?”
Jeff tidak terbiasa memanggilnya Tuan Dewi, jadi slu memanggilnya Tabib Dewi.
“Ingin mengurus sesuatu.” Dewi memakai topi runcing, masker berwarna hitam, berpakaian santai,
kelihatannya sungguh sangat mirip dengan lki, “Bagaimana dengan kalian?””
“Kami juga ingin mengurus sesuatu.” Jeff tersenyum, “Apa perlu mengatur mobil untukmu?”
Property ? of N?velDrama.Org.
“Tidak perlu, terima kasih.”
Dewi berkata dengan sungkan.
Pint? lift terbuka, Dewi berjn keluar denganngkah besar, di bkangnya, Jeff berpesan dengan
suara kecil, “Aku pergi ke dinas perhubungan, kalian pergi ke Kasino mes, periksagi, lihat apakah
ada petunjuk tentang gadis itu.”
“Baik.”