Bab 1770
Tiga Harta: Ayah Misterius…
Bab 1770
Tiba-tiba, rasa malu muncul di dm hatinya..
Wajah Dewi membiru karena marah, maksudnya ini, seh-h dia adh seorang monster seks
wanita, kapan pun bisa mengambil keuntungan darinya.
“Apa maksudmu?”
Dewi bertanya dengan marah.
N?vel/Dr(a)ma.Org - Content owner.
“Menurutmu?” Lorenzo menatapnya dengan dingin, “Mkukan akupuntur sampai masuk ke dm
km pemandian air panas,lu masih …”
Kata-kata snjutnya tidak ia ucapkan, teringat ciuman pertamanya, kenapa mh diambil oleh wanita
ini, dia merasa marah di dm hati.
“Aku, aku itu ….”
“Sudah.” Lorenzo meny kata-katanya, berkata dengan dingin, “Mi hari ini, kamu harus
mkukan pengobatan dengan jujur, jangan berpikir yang tidak-tidak….”
“Aku berpikir yang tidak-tidak?” Dewi marah sampai wajahnya memerah, menjskannya dengan
cemas, “Hei, waktu itu aku memintamu berbaring ke atas sedikit, kamu yang tidak bergerak bagaikan
kayu, aku hanya bisa mendekat untuk mkukan akupuntur padamu,lu tidak hati-hati jatuh ke dm
km ….”
“Jadi, kamu sengaja menjatuhkan dirimu ke tubuhku?” Lorenzo meny kata-katanya, berkata dengan
tidak berperasaan, “Kamu jangan berharap ingin menggodaku, aku tidak tertarik pada orang yang
tomboi sepertimu!”
“Kamu ….” Dewi sangat marah, “Kamh yang banci ….”
“Diam.” Lorenzo ms bertengkar dengannya, “Keluar.”
“Kamu ….”
“Duh, Tuan Dewi, Tuan Dewi.” Saat ini, Jasper berjn masuk untuk membujuknya, “Jangan marah,
jangan marah, ayo kita keluar, aku sudah mengatur satu kamar khusus untukmu.”
Seth mengatakan ini, dia meminta kedua pengawal wanita menarik Dewi keluar
Dewi sangat marah, tetapi berpikir bahwa dirinya tidak ada tempat tujuan sekarang, juga belum tahu
identitasnya, pokoknya ia juga tidak ada kerjaan, lebih baik mendapatkan 100 juta dr dulu.
Sudah, demi mendapatkan uang, bersabah.
“Tuan Dewi, ini kamarmu, aku sudah minta orang untuk menyiapkan pakaian ganti untukmu, istirahat di
sini. Besok pagi, kita baru kembali ke gununggi.”
Saat Jasper berbicara, dua orang pyan mengantarkan pakaian.
“Mereka berdua bertanggung jawab untuk menjagamu, kamu bisa memberi tahu mereka kapan pun jika
butuh
19%
sesuatu.”
Jasper hendak keluar ketika selesai berbicara, Dewi buru-buru memanggilnya, “Tunggu sebentar.”
“Ya?” Apa masih ada halin?” Jasper menghentikanngkahnya, menoleh dan menatapnya.
“Nanti aku mau keluar sebentar.” Dewi berkata, “Agak mm baru png, tidak mash, ‘kan?”
“Tentu saja tidak mash.” Jasper tersenyum, “Apa butuh kendaraan?”
“Tidak perlu, aku naik taksi sendiri.” Dewi berkata dengan lugas, “Yang penting kamu jangan mengutus
orang untuk mengikutiku.”
“Ah, ini ….”
“Kamu tenang saja, biaya pengobatan yang begitu besar, aku tidak akan melepaskannya begitu saja.”
Dewi tahu apa yang dia pikirkan, “Sebelumngit terang, aku pasti akan png tepat waktu.”
“Baguh ku begitu.” Jasper berpikir sejenak, kemudian memberinya sebuah ponsel, “Sudah ada
nomorku di dmnya, ku ada sesuatu, bisa meneleponku kapan pun, tentu saja, aku juga bisa lebih
mudah menghubungimu.”
“Tidak ada t pcak, ‘kan?” Dewi mengambil ponselnya, bk-balik memeriksanya.
“Hah ….”
Jasper ditanyai olehnya sampai tidak bisa berkata apa-apa, orang ini, apakah slu berkata dengan
begitu lugas?
“Sepertinya ada.” Dewi mengembalikan ponsel padanya, berkata dengan sombong, “Jangan mkukan
hal yang tidak berguna, ku aku ingin kabur, kamu juga tidak akan bisa menemukanku.”
Seth mengatakan ini, dia pun kembali ke kamar untuk ganti pakaian ….
“Tuan Dewi ini masih muda, tapi sangat sombong.”
Kebetn Jeff melihat adegan ini.
“Kenapa kamu di sini? Tidak ke Kasino mes?” Jasper bertanya dengan mengerutkan kening.
“Aku baru kembali dari sana.” Jeff berkata dengan suara rendah, “Tidak ada kaitu identitasnya di sana,
bos Kasino mes itu membelinya dari sekelompok pedagang manusia.
Para pedagang manusia itu memungutnya di pantai, kabarnya dia sudah terluka karena terkena ledakan
saat dia dipungut, mungkin ada hubungannya dengan kapal pesiar yang meledak diut sebelumnya
….”