AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar > Bab 1699

Bab 1699

    Bab 1699


    Tiga Harta: Ayah Misterius …


    Bab 1699


    “Omong kosong.” Tabib Dewa sama sekali tidak menatap Lorenzo, dan berkata dengan arogan, “Tempat


    neraka seperti ini, bukankah hanya tanah kosong yang tidak ada penghuninya?”


    “Kamu…”


    “Tapi, apa kamu memperkuat sistem keamanangi?” Tabib Dewa bertanya dengan marah, “Kenapa


    ada begitu banyak sensor infra merah yang berantakan? Kamu bahkan membuat km buaya. Aku


    tidak sengaja jatuh ke dmnya, hampir mati digigit!”


    Text content ? N?velDrama.Org.


    “Bukankah kamu raja binatang buas?” Daniel bertanya.


    “Tidak beku di dm air.” Tabib Dewa memelototinya, dan mengibaskan pakaiannya dengan marah,


    “Sin, bau sekali!”


    “Aku dengan susah payah memperkuat sistem keamanan, bahkan mencari banyak binatang buas yang


    kamu takuti, hanya untuk membereskan dirimu.”


    Lorenzo menatapnya malu seperti ini, ia merasa sangat bahagia, berkata dengan senyum puas di


    wajahnya, “Sekarang, lihah kamu mau ke mana!”


    Saat dia berbicara, dia memberi perintah, dan beberapa pengawal wanita datang mengelilingi Tabib


    Dewa…


    “Siapa yang berani menyentuhku?”


    Tabib Dewa berteriak dengan marah, dan hendak bergerak ketika para pengawal wanita mengelilinginya


    dan menahannya,lu merampas tas ranselnya…


    “Kembalikan padaku……”


    Tabib Dewa ingin merebut ranselnya kembali, tapi para pengawal sudah pergi meninggalkannya sambil


    menbawa ranselnya.


    “Tanpa tas ransel ini, lihah bagaimana kamu bermain trik.”


    Lorenzo mencibir, mendekatinya sngkah demi sngkah.


    “Kamu…”


    Tabib Dewa sangat marah hingga mengertakkan gigi, dia benar-benar mengenal dirinya sendiri dan


    musuh, juga slu memenangkan setiap pertempuran. Dia bertarung dengan Lorenzo sma beberapa


    tahun, dan sekarang bajingan ini sudah mengenalnya seperti mengenal tangannya sendiri.


    Semua pertan dan jenis obat ada di dm tas ranselnya, tanpa tas ranselnya itu, dia tidak


    bisa mkukan apa-apa.


    Kupun ada sedikit benda kecil di tubuhnya, semuanya sudah hng di km buaya, termasuk r


    hijau kecilnya yang keberadaannya entah di mana sekarang,


    Kali ini, dia menjadi seperti gadis lemah yang “tidak bersenjata”, tidak mampu mwan


    Lorenzo…


    Namun, Dewi tidak menyerah, dia melihat sekeliling dan menemukan dua macan tutul, seekor harimau,


    dan dua ng di hman, matanya berbinar, dan dia segera bersiul pada hewan liar itu, mencoba


    membangunkan mereka agar bisa ia gunakan.


    “Jangan buang-buang tenaga, mereka semua tuli, tidak bisa mendengat panggnmu.”


    Lorenzo sudah berjaga-jaga sejak awal, untuk menghadapi Tabib Dewa, dia memutar otak dan berpikir


    keras, agar ia tidak bisari dari tangannya.


    “Lorenzo, kamu bajingan!!!”


    Tabib Dewa murka, dia benar-benar tidak berdaya.


    “Aku memang bajingan!” Lorenzo mngkah maju dan memegang tangan Tabib Dewa, menekannya ke


    pohon besar, menggertakkan gigi dan berkata dengan suara rendah, “Jika kamu tidak menyembuhkan


    penyakitku, jangan pernah berpikir bisa pergi ke mana pun!”


    “Jadi, kamu menangkapku hanya karena hal ini, kamu seharusnya mengatakannya lebih awal…” Tabib


    Dewa mencibir mengejek, dan dengan sengaja berteriak keras, “Mereka belum tahu, ‘kan? Kamu sudah


    separah itu…”


    “Diam!” Lorenzo segera menutup mulutnya, tidak ingin dia terus berbicara.


    “Ugh, ugh…”


    Tabib Dewa memberontak dengan marah, kakinya menendang-nendang bagian bawah tubuh Lorenzo,


    Lorenzongsung membkanginya dan menggendongnya, juga menampar “puk, puk, puk” bokongnya


    beberapa kali.


    “Lorenzo, kamu cabul, bajingan, anjing, akan kubunuh kau, kubunuh kau-


    Tabib Dewa mengutuk dan meraung histeris, suaranya nyaring penuh emosi.


    Kep Daniel sakit mendengar ini, dan dia buru-buru membujuk, “Ini, jika ada yang ingin dibicarakan,


    bicarakah baik-baik, bicarakan baik-baik…..”


    “Urus urusanmu sendiri!” Lorenzo berteriak dengan marah, “Antar tamu!”


    “Baik!” Jasper buru-buru mngkah maju untuk mengantar para tamu, “Tuan Daniel, aku antar Anda


    keluar.”


    ???


    “Tidak.” Daniel mengambil kesempatan untuk bertanya, “Kakak ipar, orang ini th diantar menemuimu,


    bukankah aku sudah bisa membawa png Carlos?”


    Jasper menatap Lorenzo.


    Lorenzo memberi isyarat untuk membiarkannya pergi.


    Jasper buru-buru meminta orang untuk memanggil Carlos, dan pada saat yang bersamaan mengantar


    Daniel keluar.


    “Daniel, kamu bajingan, jika kamu tidak menymatkanku, kamu akan mati…”


    Melihat Daniel hendak pergi, Tabib Dewa takut dia akan kehngan kesempatan terakhir.
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul