AliNovel

Font: Big Medium Small
Dark Eye-protection
AliNovel > Tiga Harta Ayah Misterius Ternyata Seorang Bos Besar > Bab 1698

Bab 1698

    Bab 1698


    Tiga Harta: Ayah Misterius…


    Bab 1698


    “Tidak mash.” Danielngsung setuju, “Besok di waktu yang sama, Tracy dan aku akan mengajak


    Tabib Dewa datang menemuimu, tapi apakah bisa membuatnya tinggal atau tidak, tergantung pada


    kemampuanmu sendiri.”


    Daniel berencana bersama Tracy mengbui Tabib Dewa agar ia bisa bertemu dengan Lorenzo.


    Ketika saatnya tiba, biarkan Tracy dan anak-anak yang membantu membujuk dan menyatukan


    kembali keluarga mereka.


    “Bagus!” Bibir Lorenzo tersenyum puas, “Sampai jumpa besok!”


    “Sampai jumpa besok!” Daniel meletakkan gs tehnya dan hendak pergi.


    “Daniel!” Lorenzo tiba-tiba menghentikannyagi.


    “Hm?” Daniel menatapnya.


    “Apa kamu yakin bisa membahagiakan Tracy?” Lorenzo bertanya dengan serius.


    “Aku sangat yakin dan pasti.” Daniel sangat tegas, “Aku akan melindunginya dengan nyawaku


    sendiri!”


    “Ingat kata-katamu.” Lorenzo memperingatkan dengan serius, “Jika kamu membuat Tracy menderita


    lagi, aku tidak akan melepaskanmu!”


    “Hm, aku akan menerima pengawasan kapan saja.” Daniel menerima nasihat dari Lorenzo dengan


    rendah hati.


    Mendengar perkataannya, Lorenzo merasa bahwa dia tidak bisa mempersulitnyagi, jadi dia hanya


    bisa memberi isyarat menyuruhnya pergi.


    Thomas mendorong kursi roda Daniel pergi.


    Pada saat ini, rm tiba-tiba terdengar di luar, dan segera, pengawal Keluarga Moore dm keadaan


    siaga tinggi, dan sekelompok pengawal yang tetih segera beri ke tempat asal suara


    tersebut…


    C0pyright ? 2024 N?v)(elDrama.Org.


    Thomas berhenti dan bertukar pandang dengan Hartono dan yanginnya.


    Segerombol pengawal segera melindungi Daniel dari dekat.


    “Tidak perlu telu panik.” Daniel sangat tenang, “Di rumah Moore, penyusup mana pun tidak mungkin


    berhasil, tapi…”


    Dia terdiam dan menyipitkan matanya sedikit, “Bagaimana mungkin ada penyusup di saat


    seperti ini?”


    “Daniel, beraninya kamu!”


    Saat Lorenzo berteriak dengan marah, selusin pengawalnyangsung menodongkan senjata ke arah


    Daniel dan pengawalnya,lu sekelompok oranginnya mengepung mereka.


    Mengelilingi Daniel dan orang-orangnya dengan erat.


    “Apa yang kaliankukan?” Teriak Thomas dengan marah.


    “Diam.” Daniel mengerutkan kening.


    “Baik.” Thomas segera menundukkan kepnya dan mngkah ke samping.


    Lorenzo mngkah mendekat, tidak ada keramahan seperti tadi, tapi mh muncul aura pembunuh:


    “Beraninya kamu membawa orang menyelinap masuk? Kamu ingin membawa Carlos pergi secara diam-


    diam saat aku lengah, ‘kan?”


    Hari ini, sin tiga mobil Keluarga Wance, tidak ada yang datang ke v, sedangkan para pengawal


    tidak memeriksa mobil Keluarga Wance.


    Jika ada orang menyelinap masuk, pasti dibawa masuk oleh Keluarga Wance.


    Sin itu, rm terdengar dari v tempat tinggal anak, jadi penian pertama Lorenzo adh Daniel


    mengbui dirinya, membawa orang masuk secara diam-diam dan hendak membawa Carlos pergi…


    “Aku tidak semurahan ini.” Daniel menatapnya dengan tenang, “Menurutku, kamu sh


    paham!”


    “Sh paham atau bukan, kita akan segera tahu.”


    Lorenzo menatapnya dengan dingin,lu duduk dengan sombong di kursi.


    Tentu saja, Daniel dan orang-orangnya tidak bisa pergigi dan hanya bisa menunggu dm


    diam.


    Segera, pengawal Keluarga Moore menangkap penyusup tersebut. Namun, semua orang terkejut


    saat melihat penyusup ini…


    “Kamu?”


    Daniel memblakkan matanya lebar-lebar karena terkejut, menatap Tabib Dewa yang


    berpakaian hitam dan dm keadaan muram.


    Dia sepertinya terjatuh ke dm km, pakaiannya basah kuyup, dan berbau tidak sedap, pada saat ini,


    dia menatap Lorenzo dengan penuh amarah.


    “Benar-benar kamu!” Lorenzo memelototinya dengan kejam, “Kalian bersekongkol, ‘kan? Yang satu


    mengalihkan perhatianku, dan yangin membawa anak pergi? Hah?”


    “Aku……”


    “Siapa yang bersekongkol dengan makhluk jelek ini?” Tabib Dewa berkata dengan marah, “Aku


    menyelinap ke dm bagasinya dan mengikuti dia masuk.”


    Daniel merentangkan tangannya ke arah Lorenzo, artinya: Lihah, kamu sh paham padaku, *kan?


    “Makhluk jelek!” Lorenzo melirik Daniel, dan amarah di matanya sudah jauh mereda, tapi nadanya tetap


    dingin dan arogan, “Tabib Dewa, apa kamu pikir ini adh kebun sayurmu? Datang dan pergi


    semaumu?”
『Add To Library for easy reading』
Popular recommendations
Shadow Slave Beyond the Divorce My Substitute CEO Bride Disregard Fantasy, Acquire Currency The Untouchable Ex-Wife Mirrored Soul