Bab 1525
Bab 1525
Sopir mengemudikan mobil menuju Hotel Ocean Wild.
Thomas yang berada di kursi samping pengemudi, merasa sangat bingung. Mengapa Nyonya Tracy
pergi dengan terburu–buru? Lalu, mengapa Tuan Daniel pergi mengejarnya?
Sebenarnya, apa yang terjadi?
Apa ia perlu memberi tahu Nyonya Tracy mengenai mash ini?
“Kamu jangan coba–coba untuk mpor.” Seh–h bisa melihat pemikiran Thomas, “Daniel”
memperingatkan dengan marah, “Kamu harus tahu dengan js siapa tuanmu.”
..” Thomas pun menundukkan kepnya, “Baik!”
“Daniel” memelototinya dengan dingin. Dia menatap ke depan dengan tatapan yang rumit, seperti ada
mash yang sedang ia pikirkan….
Content ? N?velDrama.Org.
Di sisiin, Tracy sudah tiba di Hotel Ocean Wild bersama Pa.
Victor menunggu di depan pintu. Saat melihat Tracy, dia pun buru–buru menyambutnya, “Tracy!”
“Kenapa kamu menunggu di sini?”
Tracy mengerutkan kening,lu melihat sekeliling. Untung saja tidak menemukan orang yang
mencurigakan.
Dia segera menarik tangan Victor dan berjn masuk,lu berkata dengan suara kecil, “Sekarang media
sedang mengawasi kita. Agar tidak menarik perhatian, aku hanya membawa satu orang, juga
mengendarai mobil biasa. Kenapa kamu mh menyambutku secara terbuka di depan pintu?
Bagaimana jika ada yang
memotret diam–diam?”
“Tenang saja, seisi hotel ini adh bawahanku.” Victor mh bersikap sangat tenang, “Tracy,
bagaimana keadaanmu? Aku dengar Presdir Daniel sudah kembali?”
“Ya, sudah kembali.” Tracy mengangguk, “Kita bicara di atas.”
“Baik.” Victor membawa Tracy ke restoran. Di sini tidak ada satu pun tamu, sudah dikosongkan oleh
Victor.
Manajer sudah menyajikan makanan dan minuman yang enak,lu menunggu di samping.
Seth mereka duduk, Victor menuangkan segs teh hangat untuk Tracy, kemudian bertanya, “Tracy,
sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa bisa muncul begitu banyak berita negatif? Bagaimana
keadaanmu dan Presdir Daniel?”
“Mash ini sungguh panjang jika mau dibicarakan…” Tracy menyesap tehnya, “Kita bicarakan
mashmu dulu saja. Kali ini sepertinya pengaruhnya sangat besar, ya? Tadi dm perjnan, aku
melihat saham Grup Caledon, sepertinya merosot parah.”
“Iya..” Membicarakan hal ini, Victor pun merasa sedikit sedih, “Seth ayahku tumbang karena sakit,
kondisi perusahaan tidak seperti dulugi. Sma dua tahun ini, aku mkukan banyak upaya, barh
bisa menstabilkannya. Kali ini reputasi hancur, kerugian pun sangat parah.”
“Maaf, Victor, aku membuatmu terlibat dm hal ini.” Tracy merasa sedikit bersh, “Awalnya memang
tidak ada hubungannya denganmu. Aku juga tidak tahu mengapa media–media itu mengaitkan mash
ini dengan dirimu…”
“Bukan, bukan, ini tidak ada hubungannya denganmu.” Victor buru–buru berkata, “Kelihatannya ada
orang di bkang semua ini. Tujuannya adh menekanmu. Jika mau menyhkan, maka harus
menyhkan orang itu, tidak ada hubungannya denganmu.”
“Namun, mash ini tetap disebabkan olehku.” Tracy mengerutkan kening, “Begini saja, seth selesai
rapat besok pagi, aku akan memberikan rifikasi pada media…”
“Di situasi seperti sekarang ini, takutnya tidak akan bisangsung selesai hanya dengan rifikasimu.”
Victor mengh napas, “Ada begitu banyak foto dan video kita di inte, mash menjadi sangat
rumit. Kamu sebagai orang yang bersangkutan memberikan rifikasi, sama sekali tidak akan ada orang
yang percaya.”
“Ku begitu, minta Daniel yang bicara.” Sejak awal, Tracy sudah memikirkannya, “Jika dia yang bicara,
seharusnya ada orang yang percaya, ‘kan?”
“Uh…” Victor sedikit terkejut, “Ucapannya memang berguna, tapi apa dia bersedia mkukannya?”
“Serahkah padaku.” Tracy sangat percaya diri, “Seth gelombang mash ini lewat, aku akan
mencari cara untuk menambal kerugian Keluarga Caledon.”
“Kamu telu sungkan.” Victor buru–buru berkata, “Ini adh mash tak terduga. Kamu juga seorang
korban. Bagaimana aku bisa membiarkanmu menambal kerugian? Kamu sungguh menganggapku
sebagai orang luar.”
“Tapi…”
“Sudah, Tracy, jangan mengungkit mash kerugiangi.” Victor memotong ucapan Tracy, “Aku
hanya berharap opini publik tidaknjut berkembang dan memengaruhi bisnis perusahaan. Mashin
tidakh penting. Sin itu, masih ada satu halgi, aku ingin membahas tentang…”