Bab 1418
Bab 1418
“Kenapa tidak bicara?” Tracy mendekat, sambil bertanya dengan penasaran, “Sebenarnya, apa yang
kamu katakan padanya?”
“Berisik.” Daniel mengerutkan keningnya.
“Biar kutebak…” Tracy benar–benar sangat penasaran, tidak bisa jika tidak mengetahuinya dengan
js, “Dia menyatakan perasaan padamu, dan kamu menknya?”
Content ? N?velDrama.Org 2024.
Daniel tidak menjawab, hanya memejamkan matanya untuk beristirahat.
“Tidak benar, aku lihat kamu cukup suka padanya, tadi juga menyuruhku keluar, js–js kamu
melindunginya…”
Mengingat hal ini, Tracy menjadi cemburu. Dia punnjut menebak, “Kalian bertengkar? Mungkinkah
karena aku?”
“Apa…sudah selesai?” Daniel hampir dibuat kesal olehnya.
“Oke, oke, aku tidak akan berisikgi.” Tracy menguap,lu membuka selimut dan masuk ke dmnya,
“Sgi anak–anak tidak ada, aku juga mau tidur sebentar.”
Baru saja berbaring, dia pun teringat sesuatu, maka buru–buru bergeser ke samping.
Daniel menyentuhnya menggunakan kaki,lu bertanya, “Sebelumnya…apa yang ingin kamu katakan?”
“Apa maksudmu?” Tracy memejamkan matanya, sambil memeluk bantal, sudah masuk dm mode
tidur lp. Dia tidak tidur sma empat hari, semm juga tidak tidur dengan baik. Karena itu, sekarang
masih sangat mengantuk, inginnjut menambal waktu tidurnya.
“Sebelumnya….tiba–tiba kamu memanggil.…..namaku,lu kamu mengatakan…satu kalimat…” Daniel
sangat ingin mendengar wanita itu mengatakan hal itugi, “Cepat katakan, apa itu?”
“Tidak ada, apa aku ada mengatakan sesuatu?” Tracy sama sekali tidak ingin mengakuinya, “Aku sudah
lupa.”
“Kamu….” Daniel sangat emosi hingga menggertakkan gigi. Jika sekarang kondisi fisiknya baik–baik
saja, dia pasti sudah membalikkan tubuh wanita itu dan memukul bokongnya dengan kuat.
Namun, sekarang dia tidak bisa bergerak.
“Sudah, cepat tidur.” Tracy seperti membujuk anak kecil, pn–pn menepuk pundaknya,lu
berbicara dengan suara kecil, “Dokter bng kamu harus banyak istirahat, baru bisa pulih dengan
cepat.”
“Tracy, kamu…”
Saat Daniel hendak berbicara, Tracy sudah tertidur, bahkan mengeluarkan suara dengkuran halus,
Daniel pun tercengang, sambil menatap wanita itu dengan tertegun, benar–benar tidak bisa
dibayangkan. Tidur hanya dm beberapa detik?
Detik sebelumnya masih berbicara dengannya, detik berikutnya sudah tidur?
Sungguh wanita yang tak berperasaan!
Daniel menjadi tak bisa berkata–kata.
Namun, melihat Tracy tidur dengan nyenyak, bibir Daniel pun menyunggingkan senyum tipis. Wanita itu
seperti tiba–tiba kembali menjadi Tracy yang dulu, sangat lugu dan bodoh, sifatnya juga menjadi lebih
ceria…
Begitu juga bagus, setidaknya wanita ini akan berada di sisinya.
Daniel menggeser tubuhnya ke arah Tracy, membuat kep wanita itu bersandar di pundaknya.
Tracy secara naluri mengelus–eluskan tubuhnya ke pelukan Daniel. Mencium aroma tubuh pria itu, dia
tidur semakin nyenyak…
Daniel mengelus dahi Tracy menggunakan dagunya,lu mencium rambut wanita itu dengan lembut,
barh dia juga pehanhan tidur…
Kedua orang itu tidak mkukan apa pun. Meskipun hanya tidur berdekapan bersama, rasanya itu juga
sangat bahagia.
Saat sore hari, Tracy dibangunkan oleh suara rm. Diangsung bangun dengan terkejut,lu buru–
buru mematikan beker, takut membangunkan Daniel.
Namun, Daniel tetap terbangun.
“Maaf, membuatmu terbangun.” Tracy menggosok matanya dengan lembut,lu turun dari ranjang, “Aku
sudah berjanji, mm ini akan pergi ke V Sisi Utara memasak untuk anak–anak. Mereka sudah mau
png sekh, aku harus bergegas ke sana.”
“Kenapa tidak di sini?” Daniel mengerutkan keningnya.
“Bukan hanya Carlos, Carles, dan Ca, tapi masih ada ketiga anak yangin.” Tracy mengikat rambut
panjangnya,lu masuk ke kamar mandi untuk mandi, “Aku sudah sangatma tidak menemani
mereka.”
“Bawa…mereka semua kemari.”
Daniel tidak r Tracy pergi. Wanita itu ada di sisinya, barh dia merasa tenang.
“Hah?” Tracy sedang menggosok gigi, maka tidak mendengar perkataan Daniel. Daniel hanya bisa
menunggunya keluar, baru bicaragi.
Dengan cepat, Tracy sudah selesai mandi. Sambil mengeringkan wajahnya, dia keluar dan berganti
pakaian di bkang sekat, “Apa yang kamu katakan tadi?”
“Aku bng bawh…ketiga anak itu…kemari.”
Daniel mengngi perkataannya yang tadi dengan sabar.