Bab 1225
Bab 1225
Mendengar perkataan ini, hati Tracy sangat tidak nyaman. Namun, jika berpikir dari sudut pandangin,
dia ingin bertemu secara pribadi dengan mantan suami di hotel, calon ibu mertuanya berpesan seperti
ini padanya, sepertinya juga sangat normal.
Karena itu, dia tidak mengatakan apa–apa, hanya meletakkan t makannya dan berkata, “Aku mau
pergi menemani anak–anak, kaliannjuh makan.”
“Ya.” Maggie merespons seadanya,lunjut makan.
“Tracy, aku akan pergi bersamamu.” Duke buru–buru meletakkan t makannya dan mengikuti Tracy.
“Tidak perlu, kamu temani orang tuamu saja.” Tracy berkata dengan datar, “Aku ingin menenangkan
diri.”
Selesai bicara, Tracy pergi dengan cepat…
Melihat bayangan punggungnya, Duke merasa sangat sedih. Dia terus. mencari seg cara untuk
mendekati Tracy, tetapi wanita itu mh bersikap sangat dingin.
Meskipun sekarang mereka sudah hampir menjadi suami istri yang sah, tetapi Tracy masih menjaga
jarak dengannya.
Tidak peduli apa pun yang dirinyakukan, tetap tidak bisa menyentuh hatinya. Wanita itu bagaikan
sebuah batu yang tak bisa digerakkan…
Tracy datang ke ruang bermain, menemani ketiga anak bermain.
Namun, hari ini ketiga anak kecil itu tidak bersemangat. Mereka bermain lego dengan antusiasme yang
dipaksakan, tidak seperti dulu di mana mereka berceloteh tanpa henti, sekarang mh menjadi sangat
tenang.
“Ada apa?” Tracy bertanya dengan lembut, “Kenapa tidak maingi?”
“Kak Ca tidak ada, jadi tidak asyikgi.” Tini cemberut, sambil berbicara dengan sedih, “Kak Carlos
juga tidak ada. Meskipun biasanya dia tidak
menemani kami bermain, tapi dia slu duduk di samping, seperti sedang melindungi kami.”
“Bibi, di mana mereka?” Wini menarik lengan baju Tracy dan bertanya, “Juga ada Kak Carles yang
berwajah sama persis seperti Kak Carlos, dia bisa mkukan salto dan linju, sungguh menggemaskan.
Kenapa dia juga tidak ada?”
“Apa mereka ditangkap oleh orang jahat?“.
Biti memblakkan kedua matanya yang besar, sambil bertanya dengan misterius.
“Kemarin aku melihat orang bertubuh tinggi yang memakai baju hitam, wajahnya sangat gk, sangat
mirip orang jahat. Mungkinkah Kak Carlos, Kak Carles, dan Kak Ca ditangkap olehnya?”
“Orang itu adh Papi mereka.” Tracy menjskan sambil tersenyum, “Dia bukan orang jahat!”
“Benarkah?”
Mendengar perkataan ini, ketiga anak itungsung menjadi sangat penasaran. Mereka mengelilingi
Tracy dan terus bertanya...
“Orang jahat bertubuh tinggi dan berwajah gk itu adh Papinya Kak Carlos, Kak Carles, dan Kak
Ca? Ku begitu, dia adh suaminya Bibi?”
This is property ? N?velDrama.Org.
“Aih, belum tentu suami. Mami kita tidak menikah dengan Papi, tetapi Papi tetap adh Papi kita.”
“Benar. Bibi mau menikah dengan Paman Duke, maka Paman Duke barh suami Bibi.”
“Ku begitu, seharusnya kita memanggilnya Paman Bibi?”
“Dasar bodoh, tentu saja memanggilnya Paman Duke.”
“Ku begitu, seharusnya kita memanggil orang jahat bertubuh tinggi di berwajah gk ilu dengan
sebn apa?‘
“Panggih orang jahat bertubuh tinggi dan berwajal? gk!”
“Panggn ini telu panjang, tidak bisa diingat.”
“Ku begitu, panggil ‘orang jahat saja!”
“Ya, ya, ya, panggn ini mudah diingat!”
Ketiga anak itu bertanya dan menjawab sendiri. Mereka berdiskusi dengan ekspresi serius, bahkan
menentukan panggn untuk Daniel.
Melihat anak-anak yang menggemaskan ini, Tracy tak bisa menahan tawanya, hanya saja tawa ini
sedikit masam. Saat mengingat Carlos, Carles, dan Ca, hatinya menjadi sangat panik...
Entah apa yang dikatakan oleh Daniel pada mereka. Jika mereka mengetahui hal itu, mungkinkah
mereka membencinya dan tidak suka padanya?
Memikirkan hal ini, Tracy tidak bisa tahangi, dia pun buru–buru berpesan kepada Naomi, “Bersiah,
setengah jam kemudian, kita berangkat ke Paris.”
“Hah? Bukankah sepakat pergi bersama Duke sekeluarga besok pagi?” Naomi bertanya dengan suara
kecil.
“Aku sudah tidak bisa menunggugi, sekarang juga harus pergi.” Tracy berpesan dengan tegas,
“Sekarang aku akan pergi mencari Tabib Hansen, kamu segerh mengaturnya. Kita akan membawa
Tabib Hansen dan ketiga anak ini pergi bersama–sama ke Paris.”
“Baik.” Naomi segera mksanakannya.