Bab 1192
Bab 1192
Saat Pa hendak membuka pintu, ia menemukan bahwa pintunya terkunci, amarahnya ingin meledak,
tapi Naomi datang menghentikannya tepat waktu dan bertanya dengan bingung, “Kenapa pintu bisa
terkunci dari luar?”
“Iya, kan, aku baru pergi sebentar dan seth kembali, menemukan pintunya sudah terkunci.” Pa
lebih mudah emosi, “Pasti ada orang yang sengaja.”
“Mungkin kamu tidak sengaja menguncinya saat keluar,” kata pyan Maggie.
“Apa maksudmu? Maksudmu kita sendiri yang menguncinya?” Amarah Pa tiba–tiba meledak.
“Kita semua ada di luar,lu siapa yang menguncinya?” Pyan itu berkata dengan percaya diri.
“Kamu...”
“Sudah.” Naomi menghentikan Pa dan berkata sambil tersenyum, “Tolong kalian buka pintunya.”
“Kakak ini jauh lebih berks.”
Pyan itu menatap Pa dengan dingin, membuka pintu dan dengan hormat menundukkan kep
kepada Tracy, “Nona Tracy, maaf!”
“Duke sedang tidur, jangan bangunkan dia.”
Seth mengatakan hal itu, Tracy pun pergi.
Pada saat ini, Maggie baru saja keluar dari perpustakaan bersama anak–anak dan memanggil Tracy dari
lantai bawah: “Tracy, ayo kita makan siang bersama.”
“Oke, aku ganti pakaian dulu,lu turun.”
Tracy menanggapi dengan senyuman, sama sekali tidak ada emosi yang terkandung di dmnya.
Di bkangnya, kedua pyan itu memperhatikan,lu mengh napas lega.
Seth kembali ke kamar, Pa tidak bisa menahan diri untuk tidak mengeluh: “Pasti pyan Nyonya
Besar Louis yang mengunci pintu itu, dan mereka mh memfitnah orangin, tidak masuk akal.”
“Kapan kamu bisa mengubah emosimu itu?” Naomi mengerutkan kening sambil mengingatkan.
“Kamu tidak percaya padaku?” Pa merasa sangat kesal.
“Bukannya aku tidak percaya padamu, menghadapi person harus tetap tenang, apakah berguna jika
membuat keributan?” Naomi menjskan dengan sabar.
N?velDrama.Org copyrighted ? content.
“Seharusnya kita memberi tahu Nyonya Besar Louis,lu menghukum para pyan itu.” Ujar Pa tidak
puas.
“Apa kamu pikir mereka akan berani mkukannya sendiri, tidak ada yang menyuruh mereka?” Naomi
tersenyum.
Pa tertegun sejenak,lu dengan cepat tersadar kembali: “Maksudmu, Nyonya Besar Louis
memerintahkan mereka untuk mkukan hal ini?”
“Omong kosong.” Dia meliriknya seks.
Pa berbalik untuk melihat Tracy dan menemukan dia sedang merapikan rambutnya dengan tenang.
Pa bertanya, “Nona Tracy, kenapa Nyonya Besar Louis mkukan ini?”
“Tentu saja ingin mendekatkan hubungan Nona Tracy dengan Duke Loius.” Naomi menjskan, “Sudah
terjadi lebih dari sekali.”
“Dasar.“Pa mmpiaskan amarahnya, “Hal semacam ini pun diakukan? Dia anggap Nona Tracy
sebagai apa?”
Naomi hanya terdiam sambil menatap Tracy dengan cemas.
Sebenarnya dia juga merasa Tracy tidak perlu dipekukan seperti ini. Keluarga Moore tidak
membutuhkan perlindungan Keluarga Louis, mereka juga masih bisa melindungi anak–anak ini.
“Masih ada 20 hari lebih, tenanh.” Tracy pergi ke ruang ganti, “Ambilkan sepatu t warna krem itu.”
“Baik.” Naomi mengambilkan sepatunya.
Pa tidak tahu rencana Tracy, meskipun hatinya masih tidak r, tapi dia hanya bisa mematuhi
perintah.
Segera, Tracy selesai berganti pakaian,lu turun dengan Pa dan Naomi.
Maggie mengatur makan siang dengan mewah dan membantu anak–anak duduk di tempat duduk.
Tamara juga memapah Duke turun untuk makan bersama.
Duke menyipitkan mata sejenak, kondisinya sudah lebih baik, tapi dia tetap mengenakan masker karena
takut menrkan pada anak–anak.
Seluruh keluarga makan dengan gembira, suasananya sangat harmonis.
Anak–anak makan dengan sangat cepat,lu berteriak–teriak ingin main Lego.
Tracy memerintahkan Pa untuk membawa mereka ke sana dan ketiga orang dewasanjut makan.
Tracy, aku akan menjaga anak–anak. Seth makan siang, kamu temani Duke saja,” kata Maggie
dengan ramah.
“Aku mengerti perasaan Nyonya Besar sebagai seorang ibu, tapi...” Tracy berkata dengan santai sambil
memotong steak, “Duke bukah anak kecil yang perlu aku temani terus–menerus!”