Bab 1191
Bab 1191
“Ah!” Duke tercengang saat melihat kep Tamara terben
gang saat melihat kep Tamara terbentur,lu mengulurkan tangan untuk memapahnya, “Maaf,
Tamara, aku tidak sengaja.”
“Benar–benar perhatian.” Kata Pa mengejek, “Duke sudah sebesar ini, apa masih perlu disuapi
obat?”
Pa slu lugas, emosional dan mengatakan apa pun yang terlintas dm pikiran.
“Kakak demam tinggi dan tubuhnya sangat lemah, itu sebabnya aku menyuapinya minum obat.” Tamara
masih rendah hati dan sopan, mengabaikan luka di dahinya, menundukkan kepnya dan menjskan,
“Nona Tracy, Anda jangan sh paham!”
“Tidak, tidak.” Tracy tersenyum kecil, “Apa dahimu baik–baik saja?”
“Tidak apa–apa, tidak apa–apa.” Tamara berkata dengan rendah hati sambil memegangi dahinya,
“Karena Nona Tracy sudah datang, aku pergi dulu.”
Dia menundukkan kepnya,lu mngkah mundur.
Pa dan dua pyaninnya juga pergi.
Hanya tersisa Duke dan Tracy di dm kamar.
Duke buru–buru menjskan: “Tracy, tadi.”
WIN
“Apa kamu demam?” Tracy memotongnya, mengulurkan tangan memegang dahinya, dan dahinya
benar–benar hangat, “Kenapa? Kamu tidak minum obat?”
“Minum.” Duke mengangguk. “Semm, aku minum obat tradisional yang dibawakan oleh Dixon, tadi
pagi juga sudah minum. Seth meminumnya, badanku masih terasa tidak enak, jadi tadi Tamara
membawakan obatin.”
“Jangan campur kedua obat itu.” Tracy melihat obat di atas meja sambil mengerutkan kening, “Ganth
pakaianmu, aku akan membawamu menemui Tabib Hansen.”
“Setengah jam yanglu, Tabib Hansen sudah datang dan memeriksaku.” Duke agak dilema. “Saat itu,
Ibuku juga ada dan mereka berdua berdiskusi. Kemudian, Ibuku bng tubuhku lebih cocok dengan obat
modern, jadi...”
“Baih.” Tracy tidak dapat berkata-kata, tapi dia juga bisa mengerti, “Cara berpikirnya berbeda, bisa
dimengerti, dengarkan Nyonya Besar.”
“Apa menurutmu Tabib Hansen akan marah?” Duke sedikit gelisah. “Tadi aku ingin minta maaf dan
menjskan, tapi dia bng, dia harus meracik obat,lu pergi dengan tergesa–gesa.”
Tidak apa–apa, temperamennya tidak seburuk itu.” Tracy tersenyum kecil, “Karena Nyonya Besar sudah
menyiapkan obat modern untukmu, maka kamu harus meminumnya tepat waktu dan istirahat dengan
baik.”
Seth mengatakannya, Tracy hendak pergi...
“Tracy.” Duke buru–buru memegang tangannya, “Apa kamu bisa menemaniku?”
Tracy hendak menk, tapi melihat penampn Duke yang pucat, lemah dan menyedihkan, dia agak
tidak tega: “Baih, aku akan menemanimu sebentar.”
“Oke.” Duke sangat gembira.
“Cepah berbaring.” Tracy memapahnya berbaring di sofa, menyelimutinya dan menuangkan segs
air untuknya, “Tadi sudah minum obat, minum air yang banyak,lu istirahat.”
“Iya.” Duke bersandar di bantal dengan lemah,lu mengeluarkan ingusnya.
“Tubuhmu benar–benar...” Tracy mengerutkan kening saat dia melihat penampnnya yang lemah,
“Kamu harus sering hraga.”
“Aku sudah berhraga. Sebenarnya aku jarang sakit, kali ini entah kenapa.” Duke menjskan, “Tracy,
bisakah kamu duduk di sini? Mendekah padaku.”
“Smat istirahat.”
Tracy menahan amarah, mengambil buku, bersandar di sofa dan mi membacanya.
Duke sedikit kecewa, tapi dia sudah sangat senang bisa melihatnya...
Tanpa sadar, Duke tertidur. Tracy meletakkan buku, menyelimutinya dan hendak keluar. Pada saat ini,
dia menyadari bahwa pintu tidak bisa dibuka.
Dia mengerutkan kening dan mencoba memutar gagang pintu beberapa kali, tapi tetap tidak bisa
dibuka.
Tampaknya terkunci dari luar.
N?velDrama.Org is the owner.
Tracy benar–benar tidak bisa berkata–kata, tapi dia tidak bersuara dan kembali duduk di sofanjut
membaca buku.
Seth beberapa saat, terdengar suara Pa dari luar: “Nona Tracy, apa Anda masih di dm?”
sua
“Masih” Tracy menjawab, “Buka pintunya.”
“Aneh, kenapa pintunya terkunci?”