Bab 1071
Bab 1071
Thorv ridak bertanya lebih banyakgi. Ia menurunkan kelopak matanya, berusaha memikirkan
1
sesuatu.
Setibanya di rumah, Ca yang sedang makan siang di meja makan pun segera beri menghampiri
Maminya, “Mami, kenapa Mami png secepat ini?”
“Urusan Mami untuk sementara ini belum bisa diselesaikan, jadi Mami png lebih awal.” Tracy
menyentuh kening Ca, “Bagus, sepertinya sudah tidak demamgi.”
“Iya, kata Kakek Hansen aku sudah sembuh.” Ca buru–buru berkata, “Seharian ini suhu badanku
tidak panas sama sekali.”
“Bagus ku begitu,” Tracy memeluk Ca dan membawanya ke depan meja makan.
Tabib Hansen tersenyum melihat mereka, “Keadaan Ca sudah stabil. Tidak ada mash serius.
Dm dua hari ini, kalian cukup mengawasi keadaannya saja.”
Property ? of N?velDrama.Org.
“Terima kasih, Tabib Hansen.” Tracy meletakkan Ca di atas kursi, “Ca, habiskan makanannya ya.”
“Mami, ku begitu apa mm ini aku boleh pergi ke tempat Papi?” Ca menatapnya penuh harap.
“Tentu saja boleh.” Tracy tidak ingin mengingkari janji dengan anaknya, “Tapi, nanti mm baru bisa
pergi ke sana, karena Papi–mu pasti sibuk sekali sore ini. Bagaimana ku tunggu ia sudah tidak sibuk
lagi, Mami baru menyuruh orang untuk mengantarmu ke sana?”
“Oke.” Ca menganggukkan kepnya dengan patuh.
“Anak baik. Sekarang cepat makan dulu, nanti tidur siang sebentar. Seth bangun tidur, jni
pengobatan,lu nonton kartun sebentar, baru berangkat ke sana.”
“Iya”
Seth Tracy selesai membujuk Ca dan menyapa Tabib Hansen, ia pun naik menuju ruang kerjanya.
Ia merapikan seluruh dokumen proyek Ocean Wild untuk dibawa saat berangkat pada mm hari nanti.
Sgi seluruh direksi proyek menghadiri acara pemakaman mm ini, ia dapat sekaligus meminta
tanda tangan mereka, sehingga seluruh proyek ini bisa diselesaikan. Ku tidak, ia harus mengatur
waktu untuk kembali menemui mereka.
Naomi terus membantu di sampingnya. Keduanya pun sibuk hingga pukul empat sore.
rm Naomi berbunyi, ia pun mengingatkan Tracy, “Nona Tracy, segera ganti pakaianmu. Sudah
waktunya untuk bersiap–siap pergi.”
“Ya.” Tracy menjawab sambil membereskan dokumen terakhir,lu berbalik keluar ruangan,
mer
“Bereskan semua dokumennya dan bawh.”
“Baik,” jawab Naorni sambil membereskan dokumen itu.
Tracy masuk ke dm kamar Ca dan mendapati Ca masih tidur. Windy menemani di sampingnya
sambil membaca buku.
Melihat Tracy datang, Windy segera bangkit berdiri untuk menyambutnya, “Kak Tracy, kenapa ke sini?”
“Aku sudah mau berangkat.” Tracy melihat jam seks,lu berkata kepada Windy, “Kira–kira pukul tujuh
hingga dpan nanti, aku akan mengatur orang untuk menjemputmu dan Ca.”
“Baik, aku paham,” Windy menganggukkan kepnya.
“Angin mm biasanya kencang, bahkan mungkin akan turun hujan. Berikan Ca baju yang lebih
tebal. Kamu sendiri juga sebaiknya pakai jaket,” Tracy menepuk pundak Windy.
“Aku paham.” Windy tertawa, “Jangan khawatir. Serahkan semuanya padaku.”
“Ya.” Tracy menganggukkan kepnya. Saat ia hendak mngkah pergi, tiba–tiba ia teringat sesuatu. Ia
pun berpaling menanyakan Windy, “Apa kamu sudah benar–benar mempertimbangkan untuk
mengikutiku pergi ke Negara Emron? Kepergianku kali ini, mungkin tidak akan kembaligi.”
“Aku sudah memutuskan.” Windy berkata dengan yakin, “Aku hidup tanpa beban, juga tidak memiliki
tujuan. Dengan mengikutimu, hidupku lebih bermanfaat.”
“Bagaimana dengan Danny? Bukannya kamu begitu peduli dengannya?” Tracy bertanya dengan
lembut.
Mendengar pertanyaan itu, ekspresi Windyngsung berubah, tatapan matanya pun berkt, “Kenapa
tiba–tiba mengungkitnya?”
“Aku tahu kamu menyukainya.” Tracy sejak awal dapat melihat dari tatapan matanya, “Sangat
disayangkan ia hidup berfoya–foya, dan tidak dapat memberikanmu kebahagiaan. Namun, kamu tetap
harus menyatakan dengan js bagaimana perasaanmu. Ku kamu benar–benar menyukainya, kamu
tetap harus memperjuangkannya.”
“Hubungan kita itu tidak mungkin.” Windy menundukkan kepnya dan berkata, “Saat ini, aku hanya
ingin bersamamu meninggalkan tempat ini dan memi hidup yang baru.”
“Baih.” Mendengar perkataannya itu, Tracy tidak berusaha membujuknyagi, “Seth kita tiba di
Negara Emron, kita akan merencanakan bagaimana memi kehidupanmu yang baru. Kamu ingin
bjar, mnjutkan studi, atau mencari pasangan, semuanya akan kuatur untukmu.”
“Terima kasih, Kak Tracy!” Windy begitu bersemangat, “Memang kakak yang paling baik padaku!”