Bab 1070
Bab 1070
“Iya. Benar–benar seorang ayah yang baik.” Pa mengh napas, sungguh–sungguh
mengaguminya.
Tracy terdiam sejenak, tidak mampu berkata–kata. Hatinya merasa jengkel.
Di sisiin, hati Daniel merasa puas membayangkan wajah Tracy yang malu hingga tidak mampu untuk
berkata–kata tadi.
“Ada kabar ku mereka akan kembali ke Negara Emron pukul tiga sore besok.”
Ryan tiba–tiba berkata,
Ketiga orang dm mobil itu pun terdiam seth mendengar perkataan Ryan.
Mereka semua paham, ku kali ini Tracy kembali ke Negara Emron, ia pasti tidak akan mungkin
kembaligi ke sini.
“Tuan Daniel, tolong pikirkan sesuatu.” Hartono sedikit gelisah, “Bagaimana meyakinkan Nona Tracy
untuk tetap tinggal di sini?”
“Aku juga ingin...”
Daniel juga sungguh–sungguh ingin menahan Tracy tetap berada di sini. Namun, ia tahu betul ku itu
tidak mungkin.
Tidak ada apapun yang dapat iakukan saat ini.
“Insiden dengan Presdir Devina th merenggangkan hubungan kita. Sekarang kita benar–benar
dihadapkan pada jn buntu. Perlu waktu untuk memperbaiki hubungan ini.” Ryan berkata secara logis,
“Aku merasa, mungkin akan ada kesempatan bagi kita, ketika Tuan Daniel menjemput Ca dua bn
lagi.”
“Semoga saja.”
Daniel juga berpikir seperti itu. Saat itu, ia menyarankan agar Ca ikut dengan Tracy ke Negara Emron
untuk menjni pengobatan, tujuannya adh ini.
Waktu dua bn ini, cukup baginya untuk membereskan seg kekacauan ini. Sin itu, Tracy
mungkin juga sudah tenang kembali, sehingga dapat menyadari betapa sulitnya hidup bersama
Keluarga Moore. Seth itu, Tracy mungkin dapat mempertimbangkan kembali...
“Aih...” Hartono kembali menghembuskan napas panjang. Ia tidak berani berkata–kata, namun hatinya
enggan untuk berpisah dengan mereka.
“Cepat sedikit menyetirnya,” Daniel melihat jamnya. Hari ini, Tuan Besar resmi dimakamkan. Ada banyak
hal yang harus dikerjakan, sehingga ia tidak dapat menyia–nyiakan waktu.
“Baik.”
Ketika Tracy sedang mengurusi Proyek Ocean Wild, ia menyadari bahwa seluruh orang ya dapat
mengambil keputusan, ternyata pergi menghadiri acara pemakaman Tuan Besar. Penyelesaian proyek
ini pun tertundagi.
Amarahnya kembali meluap–luap, namun ia tidak dapat memarahi siapapun karena mash ini.
Ketika ia bersiap–siap png, tiba–tiba ia menerima telepon dari Lorenzo Moore––
“Kakak!”
“Pergi ke acara pemakaman Tuan Besar sekarang.”
“Hah?” Tracy meragukan pendengarannya. Kakaknya begitu membenci Tuan Besar, slu bersitegang
dengannya. Bahkan, seth Tuan Besar meninggal pun, kebenciannya masih membara.
Kenapa sekarang mh menyuruhnya hadir dm acara pemakaman Tuan Besar?
“Papan bunga dan uang duka sudah disiapkan,” Lorenzo menambahkan.
nzo II
“Kakak ingin mkukan apa?” Tracy dengan cemas bertanya.
e
VO
“Apa yang kamu takutkan?” Lorenzo balik bertanya.
Tracy sedikit terkejut, tidak tahu bagaimana harus menjawabnya.
Terlebihgi, bagaimanapun juga Tuan Besar adh keluarga anak–anaknya. Anak–anaknya akan hadir
dm acara pemakaman itu, dan ia tidak ingin ada keributan terjadi di hadapan mereka...
“Ikuti perkataanku!” Lorenzo mengucapkan dua kata itu danngsung mematikan teleponnya.
Tracy memegang ponselnya dengan alis berkerut, hatinya gelisah.
Saat itu juga, Naomi menerima panggn masuk, danngsung mporkan padanya, “Orang orang
suruhan Tuan Lorenzo sudah menyiapkan papan bunga dan uang duka. Mereka akan menunggu kita diThis content provided by N(o)velDrama].[Org.
kaki bukit pukul lima tepat.”
“Oke.” Tracy menjawab, “Aku paham.”
“Nona Tracy tidak perlu khawatir. Aku yakin Tuan Lorenzo ingin kita menghadiri pemakaman Tuan Besar
untuk menunjukkan kebaikan Keluarga Moore di hadapan dunia bisnis, bukan untuk membuat
keributan.”
Naomi dengan lembut berusaha menenangkannya.
“Coba kamu periksa siapa saja yang hadir dm acara pemakaman ini? Apa ada mengundang
media?” Tracy menginstruksikan.
“Baik,” Naomi segera menelepon untuk menyelidiki.
“Sekarang kita mau pergi ke mana?” Pa bertanya pn.
“Png ke rumah dulu.” Tracy benar–benar merasa cemas.
“Baik.”
Mobil pun bergerak menuju Bukit Haruna.
Naomi pun mporkan hasil pemeriksaannya kepada Tracy, “Nona Tracy, semuanya sudah kuperiksa.
Yang hadir dm acara pemakaman ini adh para direktur dan pejabat–pejabat tinggi dari Keluarga
Wance. Selebihnya ada teman–temanma Tuan Besar, serta beberapa pemimpin bisnis dan politik.
Semua media berada di luar, tidak diperbolehkan masuk.”