Chapter 134
Bab 134
“Hati-hati ku bicara!” Tracy berkata dengan marah.
“Itu memang kenyataan…”
“Kamu jangan bicara.”
Beatrice meny Alice, mengerutkan dahi sambil memelototinya, segera berkata pada Tracy…
“Tidak peduli dicuri atau yanginnya, itu tidak penting. Pokoknya, gng itu hng di tangan putrimu.
Kami adh orang yang berbicara dengan rasional, tidak mempersulit anak, maka memanggil orang
tua untuk berdiskusi. Kamu katakan sendiri, harus bagaimana?”
Sejak diberi pjaran oleh Daniel pada acara lng sebelumnya, Beatrice mengubah strateginya.
Sekarang, dia sengaja berkata dengan sungkan dan rasional terhadap Tracy. Dengan demikian,
meskipun kk Daniel bertanya, maka tidak akan menemukan keshannya.
“Harap berikan aku sedikit waktu, biarkan aku mencari tahu permashan dengan js.”
Tracy juga merupakan orang yang rasional, tidak peduli seberapa bencinya dia terhadap Beatrice dan
Alice, ku anaknya menghngkan barang orangin, tentu saja dia harus bertanggung jawab.
“Kami harus segera png untuk merayakan ng tahun cucuku.” Beatrice melihat jam tangan,
“Bagaimana ku 10 menit?”
“Baik.” Tracy menggendong Ca ke samping untuk menenangkannya,lu berkata pada Bibi Juni
dengan pn, “Bibi Juni, bukankah kemarin mm aku memintamu membawa Ca untuk
mengembalikan gng pada Guru?”
“Benar, saat mengantar anak-anak naik bus sekh, aku tidak melihat Ibu Brenda. Maka berpesan
pada Ca untuk menyerahkan gng pada Guru sendiri. Tidak disangka… Astaga, ini shku!”
Bibi Juni merasa sangat bersh.
“Tidak apa-apa, kamu jangan menyhkan diri sendiri, aku akan bertanya dengan js dulu.” Tracy
menyentuh wajah kecil Ca, bertanya dengan lembut, “Ca, sekarang, bisakah kamu beri tahu mami
apa yang terjadi?”
“Saat tiba di sekh, aku ingin mengeluarkan gng dan menyerahkannya pada Ibu Guru, tetapi
gngnya tidak ada.” Ca cemberut, berkata dengan terisak-isak, “Mami, maaf…”
“Tidak apa-apa, tidak apa-apa.” Tracy segera memeluknya, “Ca, kamu masih kecil, wajar ku
berbuat sh, mami akan membantumu menyelesaikannya, jangan takut, mengerti?”
“Mami, apakah mami akan masuk penjara?”|
Ca memeluk leher Tracy dengan erat, tangan kecilnya yang gemuk hampir membuat Tracy sesak
napas, seperti akan kehngan Ibunya begitu tangannya dilepas.
“Tidak akan terjadi apa-apa, Ca juga akan baik-baik saja, percayh pada mami.”
Tracy menepuk punggungnya, mengisyaratkan sesuatu pada Bibi Juni dengan sorot matanya.
Bibi Juni segera membujuk Ca, “Ca, bagaimana ku kita pergi mencari Kakak? Mereka masih di
ks membantumu mencari gng. Mari kita pergi lihat apakah sudah menemukannya.”
“Ya ya.” Ca segera melepaskan tangannya, beri keluar mengikuti Bibi Juni. Seth beri
beberapangkah, dia berbalik dan berkata pada Tracy, “Mami, kita akan segera kembali seth
menemukan gng.”
“Baik, pergh.” Tracy mengangguk sambil tersenyum.
“Hei, bagaimana kamu bisa membiarkan anak itu pergi? Ku begitu, aku harus mencari siapa untuk
mendapatkannya?” Alice segera berdiri.
“Apakah kamu bisa mendapatkannya dari dia?” Tracy bertanya dengan dingin, “Bukankah tadi kamu
sudah mengatakannya? Mash ini, tentu saja orang tuanya yang harus bertanggung jawab.”
“Kami tidak punya waktu untuk berdiskusi pn-pn denganmu.” Alice tidak sabar, “Kembalikan
gngku, atau ganti rugi. Ku tidak, aku akan menuntut anakmu karena mencuri.”
“Kamu benar-benar gampang emosi, seharusnya bjar dari ibumu!” Tracy memelototinya dengan
dingin.
Content from N?velDr(a)ma.Org.
“Kamu..” Alice marah sampai wajahnya pucat.
Tracy tidak memedulikannya, meminta Ibu Brenda dan Ibu Desy ke samping untuk menanyakan
situasi.
Kemarin sore Ibu Brenda melihat Christian memberikan gng pada Ca. Dia tidak tahu apa yang
terjadi seth itu. Seth mash terjadi, dia sudah mencari di ks danpangan, tetapi tidak
menemukan gng itu.
Seth kejadian, Ibu Desy juga meminta guruin untuk membantu mencari gng, juga
menginformasikan staf sekh untuk memeriksa kamera pengawas. Mereka akan segera
memberitahunya begitu ada kabar.
“Kami sudah menghabiskan waktu satu jam di sini.” Pada saat ini, Beatrice berbicara, “Waktu kami
sangat berharga, tidak bisa terus disia-siakan seperti ini,por polisi.”
“Sekarang hanya bisapor polisi. Oh ya, ingat untuk memberi tahu media!” Beatrice mengibaskan
rambutnya, “Ku tidak, gawat ku sampai diambil dan dijual orangin!”