Bab 4
"Sulit ditebak. Ku kita beruntung, itu akan makan waktu tiga sampai empat bn. Ku nggak,
mungkin bakalma." kata dokter.
Dia berhenti sejenak,lu menambahkan, "Kamu masih muda, jadi aku yakin ini akanncar."
Waktu belu dm sekejap. Hujan musim gugur th bengsung di Avonsville.
N?velDrama.Org: owner of this content.
Avery keluar dari kamar mandi seth mandi.
Dia duduk di samping tempat tidur, mengeluarkan krim wajah baru yang dia beli hari itu, dan
mengoleskannya ke kulitnya.
"Hei, Elliot, apa kau mau aku pakaikan ini untuk kamu? Cuaca akhir-akhir ini kemarau." kata Avery
sambil berjn ke sisi Elliot.
Dia duduk di tepi tempat tidur,lu mengoleskan krim di wajah Elliot dengan jari-jarinya.
Mata Elliot tiba-tiba terbuka. Matanya berwarna kuning tua, dan bersinar seperti permata.
Kuan dm tatapannya sangat mengejutkan Avery sehingga napasnya menjadi berat.
Bukan hal yang aneh baginya untuk melihat Elliot membuka matanya setiap hari, tetapi dia masih
terkejut setiap kali itu terjadi.
"Apa aku gosoknya telu keras? Aku nggak telu tekan kan!" Avery berkata sambil terus memijat
wajahnya dengan lembut.
Pada saat yang sama, dia mi bergumam pada dirinya sendiri.
"Aku baca di inte ku san kamu belum pernah punya pacar karena tubuh kamu... Tapi aku
nggak mikir kamu seburuk itu! Kamu punya tangan yang kuat... dan kaki berotot ..."
Seth dia selesai mengoleskan krim padanya, dia menepuk tangan dan kaki Elliot.
Sentuhan ringannya itu harusnya tidak cukup untuk mendapatkan reaksi dari siapa pun.
Namun, reaksi Elliot membuat matanyangsung melebar.
Lalu... Dia pikir dia mendengar suara pria.
"Apa itu suara kamu, Elliot? Apa kamu baru saja bng sesuatu?" seru Avery saat dia melompat dari
tempat tidur. Matanya almondnya menatap tajam ke arahnya.
Elliot bs menatapnya.
Ada yang berbeda dari tatapannya. Ketika dia biasa membuka matanya sebelumnya, matanya tidak
bernyawa dan kosong. Kali ini, mata yang menatap Avery memiliki emosi di dmnya, bahkan
sepertinya emosi itu mengandung sedikit kemarahan, kebencian, dan kecurigaan.
"Nyonya Cooper!" Avery menangis saat dia bergegas turun seperti kucing yang ekornya diinjak. "Nyonya
Cooper, Elliot sudah bangun! Dia baru saja bicara! Dia benar-benar bangun!"
Pipinya memerah, detak jantungnya tidak teratur dan dadanya naik turun dengan cepat.
Elliot sudah bangun.
Avery yakin dia sudah bangun. Tidak hanya matanya terbuka, tetapi dia juga berbicara dengannya.
Meskipun suaranya serak dan dia berbicara pehan, itu mengancam.
Elliot bertanya siapa dia.
Pikiran Averyngsung kosong.
Semua orang di sekitarnya th memberitahunya bahwa dia akan segera mati, jadi dia tidak pernah
memikirkan apa yang akan diakukan jika dia bangun.
Nyonya Cooper, dokter, dan pengawal bergegas seth mendengar tangisan Avery.
Rumah besar itu dipenuhi orang setengah jam kemudian.
Semua orang shock. Tak satu pun dari mereka menyangka Elliot akan bangun.
"Aku tahu kamu akan bangun, Elliot!" Rosalie berseru mlui air mata kebahagiaan.
"Untung kau sudah bangun sekarang, Elliot." kata Henry. "Kau nggak tahu betapa khawatirnya kami
semua, terutama Ibu. Dia stress banget sampai semua rambutnya putih."
Seth dokter selesai memeriksa kondisi Elliot, dia menoleh ke Rosalie dan berkata, "Ini benar-benar
keajaiban! Tidak ada tanda-tanda pemulihan ketika aku memeriksanya terakhir kali. Sekarang Tuan
Foster bisa ngomong, kita cuma perlu menindanjuti dengan perawatan rehabilitasi dan dia akan
kembali normal dm waktu singkat."
Kabar baik datang begitu tiba-tiba sehingga Rosalie tidak tahan. Kakinya lemas dan dia pingsan karena
shock.
Henry menangkap ibunya dan membawanya keluar dari kamar.
Dokter, Nyonya Cooper, dan pengawalnya tetap berada di dm ruangan sementara Avery berdiri di
pintu dm keheningan yang tercengang. Dia telu takut untuk masuk.
Aura dingin yang dipancarkan Elliot saat sadar kembali sangat menakutkan.
Dia sedang duduk dengan punggung bersandar di kep ranjang. Matanya setajam ng saat mereka
menatap tajam ke arah Avery.
"Siapa dia?" katanya dengan suara yang dm dan menakutkan.
Dokter itu sangat ketakutan sehingga dia hampir tidak punya keberanian untuk menarik napas.
Nyonya Cooper menundukkan kepnya dan menjskan, "Tuan Elliot, dia adh istri yang diatur oleh
Madam Rosalie untuk kamu waktu kamu sakit. Namanya adh—"
Bibir tipis Elliot terbuka sedikit dan suaranya datar dan acuh tak acuh saat dia berbicara, "Keluarin dia
dari sini!"